Klik Gambar

Jumat, 11 November 2011

program kreativitas mahasiswa ROSELLA-C” SIRUP KELOPAK BUNGA ROSELLA BERVITAMIN C


A.          JUDUL PROGRAM
        “ROSELLA-C” SIRUP KELOPAK  BUNGA ROSELLA  BERVITAMIN C

B.     LATAR BELAKANG
Saat ini, di pasaran banyak beredar jenis minuman yang telah diolah dengan berbagai cara dengan tujuan memberikan variasi dalam menu sehari-hari. Beberapa diantaranya seringkali diberi pewarna untuk menarik konsumen agar mereka membelinya. Salah satu alternatif untuk membuat minuman yang bervitamin tetapi tidak berbahaya bagi tubuh manusia adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) sebagai bahan baku pembuatan minuman.
      Salah satu produk konsumtif yang sedang trend dan punya prospek bisnis bagus di tengah krisis ekonomi adalah pembuatan minuman sehat yang terjangkau, misalnya sirup. Dilihat dari proses teknologinya, pembuatan jenis minuman ini masih dapat dikerjakan di dalam laboratorium kampus dan industri rumah tangga (home industri). Di pasaran sudah banyak beredar minuman sehat dalam bentuk cair, serbuk, padat, atau campuran dalam berbagai merek. Namun, harganya relatif mahal dan kurang memperhatikan kesehatan
Selama ini tumbuhan Rosella dikenal sebagai salah satu penghasil serat bermutu, yang bisa dimanfaatkan adalah daun, buah dan bunganya. Sampai saat ini Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) dimanfaatkan kelopak bunganya sebagai bahan pembuatan teh. Saat ini masyarakat Indonesia mulai mengembangkan kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) menjadi minuman teh yang sehat  dan sambutan konsumen dengan adanya teh dari kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) tersebut cukup memuaskan.
Dengan adanya teh dari kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L), maka kemungkinan dibuatnya jenis minuman lain dengan bahan baku kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) semakin besar. Dalam hal ini sirup dapat dijadikan alternative sebagai minuman sehat selain teh Ini dikarenakan sirup dengan bahan kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) banyak mengandung vitamin C. Sirup kelopak bunga Rosella juga tidak membahayakan tubuh manusia karena tidak menggunakan bahan pewarna sintetis.
       Sirup dari kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) mempunyai proses produksi yang tidak rumit. Walaupun produk minuman dari bahan kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) seperti teh sudah membanjiri pasar, karakteristik konsumen Indonesia yang ingin mencoba minuman menyehatkan dengan bahan dasar yang sama tetapi dalam bentuk yang berbeda seperti sirup memberikan peluang yang menjanjikan. Keistimewaan sirup Rosella, selain mengandung kandungan vitamin cukup tinggi, rasanya pun enak. Daya jual sirup dengan bahan baku kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) di Indonesia dipastikan cukup tinggi karena sirup ini sangat menyehatkan bagi orang yang meminumnya serta tidak membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu berdasarkan uraian diatas maka program ini dilakukan untuk mengetahui alternatif produksi pembuatan sirup dengan bahan baku alami. Kegiatan program ini berjudul “Rosella-C” Sirup Kelopak Bunga Rosella Bervitamin C.

C.  RUMUSAN MASALAH
·         Bagaimanakah pembuatan sirup bervitamin C dari kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L)?
·         Bagaimana bentuk usaha minuman sirup kelopak bunga rosella yang dapat dikembangkan di kota Malang?
·         Bagaimana pelaksanaan dari usaha minuman sirup kelopak bunga Rosella?
·         Bagaimana teknik monitoring yang dijalankan unutk memperlancar usaha ini?
·         Bagaimanakah pengembangan usaha minuman sirup kelopak bunga Rosella untuk selanjutnya?






D.  TUJUAN PROGRAM
Program ini bertujuan untuk
·         Terciptanya wahana wirausaha dan ketrampilan bagi mahasisawa FKIP pada umumnya dan khususnya mahasiswa program studi Pendidikan Biologi  untuk menghasilkan produk yang berbasis bidang produksi minuman sehat yaitu berupa sirup kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L)
·         Bahwa peluang profesi lulusan FKIP hanya dalam profesi guru di sekolah ataupun perguruan tinggi. Tetapi lebih luas lagi mereka dapat menghasilkan produk komersial yang berkualitas berupa minuman menyehatkan yang sangat diperlukan untuk kesehatan masyarakat dan sekaligus sebagai menambah diversifikasi  jenis minuman sehat alami.
·         Memberikan pengalaman praktis mengelola usaha dibidang produk minuman sehat sehingga mereka memiliki pengalaman manajemen mulai dari proses awal sampai pemasaran produk.

E.  LUARAN YANG DIHARAPKAN
      Dari kegiatan ini diharapkan dapat menambah variasi minuman sehat yang ada dalam masyarakat. Selain itu dapat dijadikan alternative minuman sehat karena Rosella-C kaya akan vitamin C dan yang penting mampu bersaing dengan produk-produk minuman bervitamin yang lain.

F.     KEGUNAAN PROGRAM
·         Aspek ekonomi: pemanfaatan kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L)  sebagai bahan buatan PKMK dapat menambah diversifikasi jenis minuman sehat di pasaran sehingga masyarakat memilki alternatif dengan menyesuaikan kemampuan.
·         Aspek akademik: 1) Memberikan kesempatan kepada mahasiswa FKIP UMM mengaplikasikan kegiatan kuliah untuk di angkat kedalam kegiatan kewirausahaan, 2) Menerapkan mata kuliah dari Jurusan Pendidikan Biologi bidang studi kewirausahaan, pengolahan pangan, dan ilmu gizi.
·         Aspek ketenagakerjaan: memberikan alternatif lapangan pekerjaan kepada para mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi.

G.  GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
      Pada saat ini di pasaran banyak beredar jenis minuman yang menawarkan beberapa rasa dengan berbagai variasi. Kebanyakan minuman yang beredar adalah minuman yang mengandung zat pewarna dan pemanis. Hal ini menimbulkan keprihatinan karena bahan-bahan aditif tersebut dapat merusak kesehatan manusia. Akan tetapi, saat ini telah banyak muncul minuman yang memanfaatkan bahan-bahan alami misalnya dari bagian-bagian tumbuhan untuk dimanfaatkan sebagai minuman yang menyehatkan. Kota malang yang akan dijadikan sebagai tempat produksi merupakan lokasi yang bisa dijadikan tempat pemasaran dari sirup berbahan baku kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L). Selain itu juga, Malang sebagai lokasi produksi sekaligus pemasaran merupakan daerah yang cocok untuk pengembangan Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L). Pemanfaatan kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) sebagai sirup diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal pemenuhan minuman menyehatkan. Kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat menggambarkan tuntutan dasar yang harus dipenuhi. Hal ini menyebabkan para pengusaha minuman bersaing untuk menarik konsumen dengan menawarkan berbagai jenis minuman menyehatkan. Akan tetapi, tidak sedikit diantara mereka yang menggunakan bahan-bahan sintetis hanya untuk menarik keuntungan (profit) semata. Oleh karena itu dengan adanya “Rosella-C” Sirup Kelopak Bunga Rosella Bervitamin C diharapkan bisa menjadi alternative minuman yang menyehatkan dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.
Keadaan umum masyarakat terhadap sirup
Pengobatan alternatif dewasa ini sedang digemari masyarakat. Karena pengobatan ini tidak membutuhkan biaya yang sangat mahal dan tidak menimbulkan efek samping jika dibandingkan dengan menkonsumsi obat-obatan kimia yang banyak beredar dimasyarakat. Seruan dunia kesehatan “back to nature” begitu keras terdengar karena dinilai aman untuk dikonsumsi. Hal ini menyebabkan pengobatan alternatif dan obat-obatan yang berasal dari bahan alam mudah kita jumpai. Salah satunya adalah sirup dengan menggunakan bahan baku kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) yang banyak mengandung vitamin C. Minuman ini dipercaya dapat mengobati beberapa penyakit dan dapat menjaga ketahanan tubuh karena bahan yang digunakan merupakan bahan yang banyak mengandung vitamin C.
      Rencana usaha pembuatan sirup dengan bahan baku bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) mempunyai peluang usaha yang bagus untuk dikembangkan lebih jauh. Analisis usaha pembuatan sirup ini meliputi beberapa hal yaitu :
·         Produk
Produk sirup dari bahan baku bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) merupakan jenis penemuan maju yaitu menciptakan produk baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Produk ini diperkirakan akan memperoleh sambutan bagus di masyarakat dengan berdasarkan pada produk lain dengan bahan baku yang sama tetapi bentuk yang berbeda yaitu teh. Selain itu juga, produk ini bisa dinikmati oleh masyarakat karena menyehatkan dan tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Dinamakan “ROSELLA-C” karena sirup ini terbuat dari kelopak bunga Rosella yang banyak mengandung vitamin C. 
·         Promosi
Kegiatan promosi yang dapat dilakukan untuk mengenalkan produk sirup dengan bahan baku bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu :
o   Promosi melalui surat kabar yaitu mengenalkan produk dengan menerbitkannya dalam surat kabar sehingga dikenal oleh masyarakat luas.
o   Promosi melalui media elektronik yaitu mengenalkan produk dengan menggunakan media elektronik melalui iklan.
·         Harga
Produk sirup dengan bahan baku bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) akan ditawarkan kepada masyarakat selaku konsumen dengan harga yang mudah dijangkau oleh masyarakat yaitu Rp. 9.000,-. Hal ini disebabkan karena bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan sirup ini berbahan alami yang dapat diperoleh di alam.
·         Tempat
Lokasi produksi pembuatan sirup dengan bahan baku bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) dipusatkan di Kota Malang sebagai tempat pengembangan bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L). Sedangkan untuk saluran distribusinya dilakukan di daerah Malang dan sekitarnya.
Strategi pengembangan usaha
Strategi pengembangan usaha sirup dari kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) antara lain dapat ditempuh dengan cara:
·         Ada upaya sosialisasi pengembangan dan cara pembuatan sirup kelopak bunga Rosella kepada masyarakat petani bunga Rosella khususnya dan petani secara umumnya. Hal ini dimungkinkan karena proses pembuatan sirup yang mudah dan tidak memerlukan biaya yang mahal.
·         Mempromosikan produk dalam bentuk multimedia dan mediamasa agar dapat di akses oleh berbagai pihak.
·         Untuk meningkatkan daya tawar petani, diperlukan kelembagaan kelompok petani dalam bentuk formal. Pembentukan kelompok hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang lebih demokratis, dilandasi atas kepentingan dan persepsi yang sama diantara petani.
·         Berupaya mencari peluang ekspor karena selama ini peluang ekspor sirup belum dilakukan oleh siapapun. Peranan pemerintah daerah maupun pusat dapat memfasilitasinya dengan memberikan kesempatan kepada pengusaha untuk mengikuti pameran-pameran nasional, regional maupun internasional.










Tabel 1. Analisis Usaha  Sirup Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L)

A. Investasi
No.
Bahan-bahan
Jumlah
Satuan
Total
1.



2.
Bahan-bahan:
a. Kelopak bunga Rosella
b.Gula Pasir
Peralatan:
a. Kemasan
b.Labeling

 5 Kg

10 Kg

100 botol
100

Rp.   15.000

Rp.     7.000

Rp. .   1.000
Rp.     1.000

Rp. 75.000

Rp. 70.000

Rp. 100.000
Rp. 100.000
Total Biaya
Rp. 345.000
B. Biaya Produksi
1.
2.
Transport
Komunikasi 

Rp.    200.000
Rp.    200.000
Total biaya
Rp.    400.000
C. Penerimaan
a.  Sirup Rosella botol besar
100 botol
 
@ Rp. 9.000

Rp. 900.000

Jumlah
Rp. 900.000
D. Keuntungan
C – (A+B)
900.000 – (365.000+400.000)

Rp. 155.000

R O I (Return Of Investment) =         Laba Usaha       x 100%
                                                         Modal Produksi

                                                =          Rp. 155.000   x 100 %  =  20,3 %
                                                            Rp. 765.000

Setelah melakukan pembuatan sirup dari kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) diharapkan tingkat kehidupan masyarakat kota Malang akan meningkat.

H.  METODE PELAKSANAAN PROGRAM
Program ini diorientasikan pada studi kelayakan akan usaha pemanfaatan kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) sebagai sirup (minuman bervitamin C), apakah akan menghasilkan produk yang bernilai ekonomis tanpa mengabaikan faktor keamanan pangan dan sekaligus beberapa potensi pengembangan bisnis ini dijadikan kewirausahaan bagi masyarakat luas. Teknis pelaksanaan program adalah lebih menekankan akan diversifikasi atau modifikasi bahan baku dengan bahan penunjang terkait proporsi bahan untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan Sirup kelopak bunga Rosella antara lain:
Alat:
Alat yang digunakan dalam pelaksanaan pembuatan sirup kelopak bunga Rosella ini adalah:

1.      Gelas ukur
2.      Erlenmeyer
3.      Kompor gas
4.      Blender
5.      Corong
6.      Kain Saring
7.      Panci email
8.      Botol dan tutup botol yang telah steril
9.      Autoclave
10.  Baskom

Bahan:
Bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pembuatan sirup dari kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) ini adalah:

1.      Kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L)
2.      Gula pasir
3.      Asam sitrat
4.      Natrium Benzoat
5.      Garam dapur
6.      Air

Metode pengolahan
Bagian tumbuhan Rosella (Hibiscus rosa sabdariffa L) yang digunakan sebagai bahan pembuatan sirup adalah kelopak bunganya. Adapun teknik pembuatan sirup dengan bahan baku kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) adalah :
  • Melepaskan kelopak bunga Rosella dari tangkainya
  • Memotong kelopak bunga Rosella tersebut 
  • Menghaluskan (memblender) potongan kelopak bunga Rosella sampai halus
  • Menambahkan air, asam sitrat, natrium benzoat, gula pasir dan garam dapur.
  • Mengaduk bahan-bahan tersebut sampai rata hingga semua bahan tercampurkan.
  • Memanaskan bahan-bahan yang telah tercampurkan hingga mendidih dan mengental.
  • Menyaring hasilnya ke dalam baskom dan memasukkan ke dalam botol.
  • Jika terdapat endapan, maka dapat digunakan sebagai selai.
  • Melakukan proses packing (pengemasan) dan labeling.

Bagan Teknik Pembuatan Sirup “ROSELLA-C”

Kelopak bunga

Memotong kelopak bunga

Memblender bahan

Menambahkan air, asam sitrat, natrium benzoate, gula dan garam





Endapan sebagai bahan pembuat dodol dan selai
 



 

           
                          Menyaring                                 Mendidihkan hingga agak pekat


Endapan bisa dipakai sebagai selai
 
 

                 Memasukkan ke dalam                                     Menyaring
                botol dan menutup rapat
                           
                           Merebus botol dalam air mendidih      Memasukkan hasil ke dalam botol
(mensterilkan) selama ±30 menit
                                                           






Oval: SARI BUAH
Oval: SIRUP
 









I.  JADWAL KEGIATAN PROGRAM
     Tabel 2. Jadwal Kegiatan Program
Kegiatan
Bulan Ke-
1
2
3
4
5
1. Persiapan
ü  Perijinan
X




ü  Persiapan dan Penetapan lokasi usaha
 X




ü  Persiapan alat dan bahan usaha
 Xx




ü  Promosi dan strategi pengadaan usaha
   Xxx




ü  Evaluasi tahap pertama
       X




2. Pelaksanaan
ü  Penjaringan konsumen
      X
xxxx



ü  Pelayanan dan pemasaran

xxx
Xx


ü  Pengembangan usaha dan investasi


 Xxx
Xx

ü  Evaluasi tahap kedua



  X

3. Kegiatan Bimbingan
ü  Pelaporan kegiatan usaha



    xxx

ü  Monitoring dengan evaluasi pelaksanaan usaha




X
ü  Pengembangan usaha berdasarkan hasil monitoring




Xxx









J.  NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA
1.      Ketua Pelaksana Kegiatan
a.       Nama Lengkap                        :  Dwi Utariningsih
b.      NIM                                        :  06330029
c.       Fakultas/Program Studi          :  K.I.P/Pendidikan Biologi
d.      Perguruan Tinggi                     :  Universitas Muhammadiyah Malang
e.       Waktu Untuk Kegiatan PKM :  8 jam/Minggu
3.      Anggota Pelaksana I
a.       Nama Lengkap                        :  Rita Novita Wijayanthi
b.      NIM                                        :  06330037
c.       Fakultas/Program Studi          :  K.I.P/Pendidikan Biologi
d.   Perguruan Tinggi                     :  Universitas Muhammadiyah Malang
e.   Waktu Untuk Kegiatan PKM :  8 jam/Minggu
3.   Anggota Pelaksana II                  
a.       Nama Lengkap                        :  Siti Rahmatullaili
b.      NIM                                        :  05330058
c.       Fakultas/Program Studi          :  K.I.P/Pendidikan Biologi
d.   Perguruan Tinggi                     :  Universitas Muhammadiyah Malang
e.   Waktu Untuk Kegiatan PKM :  8 jam/Minggu

K.  BIODATA DOSEN PENDAMPING
      a. Nama Lengkap dan gelar          :  DR.H.Moch.Agus Krisno B,M.Kes.
      b. Golongan Pangkat dan NIP      :  III/d, Penata Tk I, 104.8909.0118
      c. Jabatan Fungsional                    : Lektor
      d. Jabatan Struktural                     : -
      e. Fakultas / Program Studi           : FKIP/Pendidikan Biologi
      f. Perguruan Tinggi                       : Universitas Muhammadiyah Malang
      g. Bidang Keahlian                       : Biologi
      h. Waktu Untuk Kegiatan PKM   : 8 jam /minggu
                            


12. RENCANA PEMBIAYAAN
      Tabel 3. Estimasi Dana Kegiatan
No
Jenis Kegiatan
Anggaran
A. Pra Kegiatan
1
Perijinan
Rp.     200.000,00
2
Persiapan lokasi dan Sewa Laboratorium
Rp.      400.000,00
3
Persiapan Alat dan Bahan
Rp.     250.000,00
4
Promosi/publikasi
Rp.     700.000,00
5
Pengadaan proposal
Rp.     200.000,00
B. Pelaksanaan
1
Kelopak Bunga Rosella (5 kg) @ Rp. 15.000,-
Gula Pasir (10 kg)@ 7.000,-
Minyak gas LPG
Kompor Gas
Peralatan
Labelling (100buah) @ Rp. 1.000,-
Pengemasan (100 botol) @ Rp.1.000
     Rp.     75.000,00
     Rp.       70.000,00
     Rp.      350.000,00
Rp.     600.000,00
Rp.       300.000,00
Rp.     100.000,00
       Rp.     100.000,00
2
Transportasi (5 bulan)
Rp.     200.000,00
3
Telepon (5 bulan)
Rp.     200.000,00
4
Dokumentasi (5 bulan)
Rp.     600.000,00
5
Administrasi dan managemen
Rp.     500.000,00
C. Laporan
1
Penyusunan Laporan
Rp.    300.000,00
2
Penggandaan laporan
Rp.    200.000,00
3
Laporan akhir
Rp.    350.000,00
Jumlah
Rp. 5.065.000,00







M.  LAMPIRAN
1.   Daftar riwayat hidup ketua dan anggota kelompok
2.      Surat pernyataan kesediaan bekerjasama dari pengusaha kecil
3.      Denah detail lokasi pengusaha kecil atau mitra kerja


0 komentar:

Mohon Klik Gambar Di bawah ini

Ringga Arie Suryadi. Diberdayakan oleh Blogger.