Klik Gambar

Rabu, 02 November 2011

definisi Blue Ocean Strategy (BOS), Balanced Scorecard (BSC)


Blue Ocean Strategy
Blue Ocean Strategy (BOS), yang ditulis oleh W.
Chan Kim dan Renee Mauborgne adalah bagian dari
proses strategi bisnis. Dari segi definisi BOS adalah
strategi bisnis yang menerapkan penguasaan ruang pasar
yang tidak diperebutkan (uncontested market space)
sehingga membuat persaingan menjadi tidak relevan [9].
Pasar yang tidak diperebutkan tersebut dianalogikan
sebagai Blue Ocean (Samudera Biru) dimana suatu
organisasi bermain sendirian tanpa ada pesaing.
Sebaliknya kondisi dimana ruang pasar saling
diperebutkan oleh berbagai pihak dengan cara apapun
seakan-akan sampai berdarah-darah, maka kondisi ini
dianalogikan sebagai Red Ocean atau Samudera Merah.
Pendekatan BOS menekankan pada kesetaraan antara
nilai dan inovasi. Perpaduan antara inovasi dan nilai
menghendaki adanya cara-cara yang dilakukan untuk
memberikan manfaat kepada konsumen dan perusahaan.
Pada gambar 2 berikut ini menjelaskan inovasi nilai yang
diciptakan dengan menekan biaya dan meningkatkan nilai
bagi konsumen. 
Pendekatan yang sistematis yang dirancang oleh Kim dan
Mauborgne dalam membuat Blue Ocean Strategy secara
garis besar terdiri dari enam prinsip strategi yang
terkelompok dalam dua prinsip yaitu Prinsip Perumusan
dan Prinsip Pelaksanaan.

3.1.1 Prinsip Perumusan

1. Merekonstruksi batasan-batasan pasar. Caranya
dengan melakukan kerangka kerja “six path” yaitu:
a. Mencermati industri-industri alternatif.
b. Mencermati kelompok-kelompok strategis
dalam industri.
c. Mencermati rantai pembeli.
d. Mencermati Penawaran Produk dan Jasa
Pelengkap.
e. Mencermati daya tarik emosional atau
fungsional bagi pembeli.
f. Mencermati waktu.
g. Fokus pada gambaran besar bukan pada angka.
2. Menjangkau melampaui permintaan yang ada.
3. Melakukan rangkaian strategis dengan tepat dengan
melakukan urutan sebagai berikut:
a. Utilitas, sejauh mana produk memiliki utilitas
atau kemanfaatan bagi konsumennya.
b. Harga. Yaitu menerapkan harga strategis yang
tepat sehingga menarik massa pembeli sehingga
mereka mempunyai kemampuan membeli
produk yang ditawarkan.
c. Biaya. Apakah perusahaan bisa mencapai biaya
sasaran sehingga perusahaan bisa mendapatakan
keuntungan pada level harga yang strategis.
d. Pengadopsian. Apakah ada rintangan atau
hambatan dalam pengadopsian ide.

3.1.2 Prinsip Eksekusi atau Pelaksanaan
1. Mengatasi hambatan-hambatan utama dalam
organisasi.
2. Mengintegrasikan Eksekusi ke dalam Strategi.
Organisasi harus mengintegrasikan eksekusi ke
dalam strategi sejak awal.

Balanced Scorecard

Balanced Scorecard pertama kali dipublikasikan
oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton pada tahun
1992 dalam sebuah artikel berjudul “Balanced Scorecard
– Measures That Drive Performance.” Balanced
Scorecard pada awal diperkenalkan adalah merupakan
suatu sistem manajemen penilaian dan pengendalian yang
secara cepat, tepat dan komprehensif dapat memberikan     pemahaman kepada manajer tentang performance bisnis.

Kaplan dan Norton telah memperkenalkan Balanced

Scorecard pada tingkat organisasi enterprise. Prinsip

dasar dari Balanced Scorecard ini adalah titik pandang

penilaian sebuah perusahaan hendaknya tidak hanya 
dilihat dari segi finansial
tetapi juga lainnya seperti tingkat kepuasan kustomer, proses internal


Menurut Kaplan dan Norton, Balanced Scorecard
didefinisikan sebagai berikut: Kanvas Strategi industri penerbangan
“…a set of measure that’s gives top managers a fast but
comprehensive view of the business, includes financi
measures that tell the results of actions already taken,
complements the financial measures with operational

measures on customer satisfaction, internal process and

the organization’s innovation and improvemen
activities – operational measures that are the drivers of
future financial performance.” [8]

0 komentar:

Mohon Klik Gambar Di bawah ini

Ringga Arie Suryadi. Diberdayakan oleh Blogger.