Klik Gambar

Jumat, 11 November 2011

program kreativitas mahasiswa Aplikasi NLP (Neuro Linguistic Programming) dalam Meningkatkan Responsibilitas Anak Usia Dini (TK Al- Masyithoh) Tegal Gondo-Malang


A.    Judul Program

      Aplikasi NLP (Neuro Linguistic Programming) dalam Meningkatkan   Responsibilitas Anak Usia Dini (TK Al- Masyithoh) Tegal Gondo-Malang.

B. Latar Belakang Masalah

            TK Al Masyithoh merupakan TK yang terletak di desa Tegal Gondo kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Desa tegalgondo memiliki luas area sekitar   150 Ha. TK Al- Masyithoh ini berdiri sejak tahun 1999, dengan jumlah siswa sekitar  100 siswa. Sebagian besar  siswa berasal dari daerah setempat yang pada umumnya orangtua bermata pencaharian sebagai petani, walaupun ada beberapa yang bermata pencaharian sebagai PNS, dan wiraswasta.
Kondisi yang memprihatinkan ini menuntut perhatian masyarakat dari segala lapisan, baik itu pemerintah, masyarakat umum, industri, maupun perguruan tinggi. Perhatian inipun tidak memandang usia, tua-muda, anak-anak, orang dewasa, maupun orang tua semuanya memiliki andil dalam menumbuh-kembangkan sikap responsif anak.

Dalam Haditono, S. R, 2004 Penelitian  Riksen-Walraven (1977: 1978) pada 100 orang anak Belanda berasal dari kelas sosial-ekonomi yang rendah menunjukkan betapa pentingnya stimulasi yang tepat diberikan selama periode tahun pertama. Dalam penelitian tersebut diadakan stimulasi terhadap 2 aspek perkembangan masa awal.
Konvensi Hak Anak yang menaungi setiap anak berusia 18 tahun kebawah memiliki empat tema utama dalam hak anak, dua diantaranya adalah  Survival dan Development. Tentang survival dan development, dikemukakan bahwa anak mendapat hak untuk tumbuh dalam lingkungan yang sehat (ECOTON, 2001). Termasuk di dalamnya lingkungan sosial dimana anak tersebut tumbuh dan berkembang.
Dalam kelompok teori lingkungan termasuk teori belajar dan teori sosialisasi yang bersifat sosiologis. Kedua macam teori itu sebetulnya sama karena prinsip sosialisasi itu merupakan suatu bentuk belajar sosial. Hal ini juga berlaku bagi enkulturasi, yaitu memperolehnya tingkah laku kebudayaan sendiri, yang banyak ditulis oleh ahli antropologi budaya. ( Haditono, S R, 2004).
NLP merupakan pola pikir yang menitikberatkan pada bagaimana menjadikan manusia efektif. Karena itulah maka sejak awal (dan sampai saat ini tentunya) NLP banyak mempelajari mereka yang excellent dalam bidangnya masing-masing yang berlandaskan pada  The Pillars of NLP dan NLP Presuppositions.
a. The Pillars of NLP
Ini adalah 6 prinsip dasar yang menjadi landasan utama jika Anda dan saya ingin mempelajari NLP secara utuh, yaitu:
  1. Diri sendiri. Diri kita sendiri adalah bagian yang paling penting dari setiap proses intervensi dalam NLP, sebab NLP baru menjadi berguna jika kita gunakan secara utuh. Selayaknya sebuah pisau dapat digunakan untuk memasak atau melukai orang lain, baik atau buruknya efek yang ditimbulkan oleh NLP juga amat ditentukan oleh diri kita sendiri sebagai pelaku praktik NLP. Begitupun tingkat kesuksesan kita dalam menggunakan NLP juga amat tergantung dari seberapa ahli kita dalam menguasai setiap detilnya. Semakin kongruen kita, semakin sukses lah kita. Kongruen disini adalah ketika tujuan, keyakinan, dan nilai-nilai yang kita miliki sejalan dengan perilaku dan ucapan yang kita lakukan.
  2. Presuppositions. Presuposisi adalah prinsip dasar dari NLP yang digunakan untuk mengembangkan dan mengaplikasikan teknik-teknik NLP. Ia adalah taken for granted, yang membedakan NLP dibanding yang lain.
  3. Rapport. Rapport adalah hubungan yang berkualitas yang dihasilkan dari rasa saling percaya. Anda baru bisa mendapatkan rapport hanya jika Anda sudah bisa memahami dan mengerti cara orang lain melihat dunia dari sudut pandang mereka. Dengan kata lain, rapport adalah seperti kita berbicara dengan bahasa orang lain. Ketika kita sudah memiliki rapport, orang yang kita ajak bicara akan merasa dihargai dan seketika menjadi lebih responsif. Sekalipun dapat dibangun secara instan, dalam jangka panjang rapport membutuhkan rasa saling percaya yang tinggi.
  4. Outcome. Kunci utama untuk menguasai keterampilan dasar dari NLP adalah memahami secara rinci apa yang Anda inginkan dan mampu membantu orang lain untuk juga memahami secara rinci apa yang mereka inginkan. Keterampilan NLP selalu didasarkan pada fokus untuk memikirkan hasil yang kita inginkan, sehingga kita selalu mengambil tindakan yang berorientasi pada tujuan. Pola pikir hasil ini dibagi menjadi 3 yaitu:
Ø  Memahami kondisi saat ini
Ø  Memahami kondisi yang kita inginkan
Ø  Merencakana strategi untuk mencapainya
  1. Feedback. Sekali kita memahami apa yang kita inginkan, kita harus selalu menaruh perhatian terhadap hasil yang sudah kita capai sejauh ini, sehingga kita selalu tahu apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Inilah yang dinamakan dengan feedback. Kita harus terus memperhatikan secara jeli berbagai informasi yang kita dapat melalui apa yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan.
  2. Flexibility. Ketika Anda tahu apa yang Anda inginkan dan apa yang Anda dapat sejauh ini, ketika itu pula lah Anda harus memiliki cukup banyak strategi untuk mencapainya. Satu cara tidak bekerja, segera gunakan cara lain. NLP selalu mendorong tiap orang untuk senantiasa fokus pada tujuan dan fleksibel dalam menggunakan berbagai macam cara untuk mencapainya.


b. NLP Presuppositions
Presuposisi adalah prinsip utama, filosofi dasar, dan belief dari NLP. Prinsip-prinsip ini memang bukanlah sesuatu yang universal, karenanya kita tidak harus benar-benar meyakini kesemuanya. Ia disebut sebagai presuposisi karena kita memang dengan sengaja meyakininya sebagai sesuatu yang benar dan bertindak berdasarkan itu. Pada dasarnya, presuposisi sebenarnya adalah kumpulan dari suatu set prinsip etika kehidupan.
  1. People respond to their experience, not to reality itself. Kita tidak pernah tahu pasti apa yang disebut dengan realita. Indra, keyakinan, dan pengalaman masa lalu kita memang memberikan sebuah peta sebagai gambaran bagaimana seharusnya kita bertindak, namun yang namanya peta tidak pernah sama persis dengan daerah yang digambarkannya. Kita tidak pernah tahu daerah aslinya, maka bagi kita peta itu adalah daerah aslinya (the map is the teritory). Beberapa jenis peta memang cukup baik dalam menggambarkan keadaan aslinya, karenanya kita bisa berlayar dalam hidup dengan aman. Namun peta yang salah tentu akan mengakibatkan kita tersasar ke daerah yang salah pula. NLP adalah seni untuk mengubah peta ini sehingga kita memiliki kebebasan yang lebih besar untuk menentukan arah hidup kita.
  2. Having a choice is better than not having a choice. Selalu mencari sebuah peta yang bisa memberikan Anda pilihan paling banyak dan selalu mengambil tindakan yang memungkinkan Anda untuk memiliki lebih banyak pilihan. Semakin banyak pilihan yang Anda miliki, semakin Anda memiliki kebebasan, dan semakin besar pula pengaruh yang Anda miliki.
  3. People make the best choice they can at the time. Setiap orang selalu berusaha untuk membuat pilihan yang terbaik yang mereka bisa, sesuai dengan peta yang mereka miliki. Pilihan tersebut bisa jadi buruk dan merusak, namun bagi diri mereka sendiri, ini adalah langkah terbaik yang bisa mereka ambil. Beri mereka pilihan yang lebih baik, maka mereka dengan mudah menerimanya. Lebih jauh, beri mereka peta yang mampu menyediakan lebih banyak pilihan yang lebih baik.
  4. People work perfectly. Tidak ada seorang pun yang benar-benar melakukan hal yang salah. Kita semua menjalankan strategi yang kita punya dengan sempurna. Kalau pun ternyata hasilnya tidak sempurna, maka strategi itulah yang barangkali memang tidak efektif. Cari tahu strategi Anda dan orang lain, sehingga Anda bisa menyesuaikan strategi yang Anda miliki agar lebih efektif.
  5. All sctions have a purpose. Perilaku kita bukanlah sesuatu yang acak, sebab kita selalu berusaha untuk mencapai sesuatu dari perilaku yang kita munculkan, sekalipun kita tidak selalu sadar akan hal itu.
  6. Every behavior has a positive intention. Semua tindakan yang kita ambil setidaknya memiliki 1 tujuan—untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan yang menguntungkan bagi kita. NLP memisahkan intensi yang ada di balik setiap perilaku dari perilaku itu sendiri. Kita tidak dapat menilai seseorang dari perilaku mereka, sebab ketika mereka memiliki pilihan perilaku yang lebih baik dan tetap bisa memenuhi intensi positif mereka, mereka pasti akan mengambilnya.
  7. Pikiran bawah sadar menyeimbangkan pikiran sadar. Pikiran bawah sadar adalah semua hal yang tidak muncul di pikiran sadar pada suatu waktu tertentu. Ia mengandung semua sumber daya yang kita butuhkan untuk hidup dalam keseimbangan.
  8. The meaning of the communication is not what you intend, but also the response you get. Respon tersebut bisa jadi bukanlah sesuatu yang Anda inginkan, namun tidak pernah ada kegalalan dalam komunikasi, ia hanyalah umpan balik agar Anda menyesuaikan cara komunikasi Anda.
  9. We already have all the resources we need or we can create them. Tidak ada yang namanya unresourceful people, yang ada hanyalah unresourceful state of mind.
  10. Mind and body form a system, keduanya adalah ekspresi yang berbeda dari seseorang yang sama. Pikiran dan tubuh saling berinteraksi dan mempengarusi satu sama lain. Mustahil kita bisa membuat perubahan pada salah satunya tanpa mengakibatkan perubahan pada yang lain. Ketika kita berpikir dengan cara yang berbeda, tubuh kita akan berubah. Ketika kita bertindak dengan cara yang berbeda, pikiran kita pun akan berubah.
  11. We process all information through our senses. Mengembangkan indra yang Anda miliki agar kesemuanya lebih peka terhadap berbagai informasi yang muncul akan membuat Anda lebih jelas dalam berpikir.
  12. Modelling successful performance leads to excellence. Jika ada seseorang yang bisa melakukan sesuatu dengan sempurna, maka ia bisa kita model untuk kemudian kita ajarkan kepada orang lain. Dengan demikian, setiap orang bisa mempelajari untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dengan cara mereka sendiri. Anda tidak akan menjadi kloning dari orang yang Anda model, Anda hanya belajar dari mereka.
Hasil survei pendahuluan yang dilakukan oleh tim pengusul menunjukkan bahwa pentingnya NLP(Neuro Linguistic Programming)  masih belum dimiliki oleh anak-anak di desa Kebonagung. Hal ini menunjukkan bahwa perlu usaha untuk menstimulasi tingkat responsibilitas anak. Oleh karena itulah maka program ”Aplikasi NLP (Neuro Linguistic Programming) dalam Meningkatkan Responsibilitas Anak Usia Dini di Desa Tegal gondo Malang” sangat perlu dilakukan.  Program ini menitikberatkan pada perubahan pola pikir anak  mengenai masalah yang dihadapi.
C.    Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka lingkup permasalahan yang ingin dipecahkan adalah bagaimanakah Aplikasi NLP (Neuro Linguistic Programming) dalam mengoptimalkan tingkat responsibilitas anak usia dini (TK Al-Masyithoh) Tegalgondo Malang?

D.    Tujuan Program
1.      Mengoptimalkan sejak dini daya responsibilitas anak termasuk dalam lingkungan sosial.
2.      Mengimplementasikan pemahaman, pengetahuan yang diperoleh pada
lingkungan kehidupan sehari-hari.
3.      Menumbuhkan jiwa dan pemahaman yang kritis tentang permasalahan dalam konteks kehidupan anak.

E.     Luaran Yang Diharapkan
      Luaran yang diharapkan adalah jasa. Yang mana, dengan adanya program aplikasi NLP (Neuro Linguistic Programming) dalam meningkatkan responsibilitas anak usia dini di desa Tegal gondo Malang adalah adanya perubahan pola pikir yang responsive yang akan menjadi modal awal untuk  memahami  kondisi dan strategi untuk mencapai kualitas hidup.

F. Kegunaan Program
a.        Menjadi modal awal untuk  memahami  kondisi dan strategi untuk mencapai kualitas hidup.
b.      Kegiatan anak lebih mengarah kepada hal-hal yang positif.

G.    Gambaran Umum Masyarakat Sasaran
G.1. Gambaran Umum Masyarakat Malang
G.1.1 Kelompok etnis
Penduduk asli Malang dikenal sangat religius, dinamis, pekerja keras, fleksibel dan sangat bangga dengan identitas mereka sebagai Arema (Arek Malang). Penduduk asli ini berasal dari suku Jawa, Madura, dan beberapa keturunan Arab dan Cina.
       G. 1.2 Agama
Islam adalah agama mayoritas yang dianut penduduk Malang, diikuti dengan Kristen Protestan, Katolik, Buddha dan Hindu. Kehidupan masyarakat beragama di Malang sangat harmonis dan semua lapisan saling bekerja sama membangun kota Malang. Di sini juga banyak tempat-tempat peribadahan seperti mesjid, gereja, dan kelenteng, juga institusi pendidikan agama seperti pesantren dan seminari yang cukup populer di Indonesia.
G.1.3 Kebudayaan
Kelompok etnis dan budaya yang kaya di Malang telah memberikan pengaruh baik kepada budaya tradisional, seperti munculnya Tari Topeng yang sangat terkenal dengan gabungan beberapa unsur kebudayaan Jawa Tengah (Solo, Yogyakarta), wilayah Tenggara Jawa (Ponorogo, Tulungagung, Blitar), dan Blambangan (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi). Sayangnya tarian ini telah banyak dimodifikasi menjadi bentuk tarian modern akhir-akhir ini.
G.1.4 Bahasa
Bahasa utama yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Tapi penduduk asli seringkali menggunakan bahasa Jawa, dengan dialek campuran Jawa Timur dan Madura untuk percakapan sehari-hari. Diantara anak muda Malang, dikenal sebuah bentuk bahasa lain yang mereka sebut “boso walikan” dimana mereka mengucapkan kata secara terbalik. Orang Malang dikenal berbicara langsung tanpa basa-basi seperti umumnya orang Jawa. Ini mewakili karakter masyarakatnya yang tegas dan langsung menuju sasaran.  
      G.1.5 Penduduk
Kebanyakan penduduk kedua kecamatan ini adalah pedagang, pekerja dan pelajar (mahasiswa) dari luar kota, yang sewaktu-waktu bisa kembali ke daerah asalnya. Pedagang dan pekerja biasanya datang dari sekitar Malang, sementara pelajar (mahasiswa) umumnya datang dari daerah lain seperti Bali, Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara, Maluku, Madura, Sulawesi dan Papua.

G.2 Gambaran Umum Masyarakat

Desa Tegalgondo Kecamatan Karang ploso, terletak di wilayah Kabupaten Malang. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Hal ini juga di dukung dengan bayaknya area sawah. Dengan demikian pendapatan masyarakat bersumber dari jumlah hasil panennya. Walau ada penduduk yang bermata pencaharian sebagai PNS dan wiraswsta. bidang pertanian di Malang masih memgang peranan cukup strategis. (Anonymous, 2005).
                       
Hasil pengamatan Tim PKMM menunjukkan bahwa masyarakat di desa Tegal gondo belum memiliki kesadaran akan pentingnya perhatian terhadap anak mengenai responsibilitas anak usia dini dalam menghadapi permasalahan. Kebanyakan orang tua masih sibuk dengan urusan pekerjaan, sehingga waktu untuk anak –pun banyak tersita. Kebutuhan anak akan perhatian dari orang tua pun menjadi sangat kurang. Ketika anak mendapat masalah, anak akan cenderung menyimpan sendiri permasalahannya. Dan menyebabkan rendahnya responsibility terhadap permasalahan yang dihadapi ataupun dengan lingkungan sekitarnya.
    G. 3. Gambaran Umum Anak-anak yang Menjadi Sasaran Program
            Anak-anak yang menjadi sasaran program Aplikasi NLP (Neuro Linguistic Programming) dalam Meningkatkan Responsibilitas Anak Usia Dini (TK Al-Masyithoh) Tegal gondo Malang usia (4-5 th).
            Berangkat dari berbagai permasalahan tersebut diatas, anak yang tinggal di desa tegal gondo, dengan kurangnya perhatian yang diberikan orang tua terhadap anak ternyata berdampak pada pola pikir anak.

H. Metode Pelaksanaan Program
            Aplikasi NLP (Neuro Linguistic Programming) dalam Meningkatkan Responsibilitas Anak Usia Dini di Desa Tegalgondo Malang
terdiri dari beberapa tahap:
H.1 Tahap Persiapan
Tahap persiapan atau pendahuluan ini terdiri dari:
-          Persiapan tim pelaksana (berupa pemantapan kemampuan teori maupun praktek)
-          Persiapan materi yang akan disampaikan  kepada peserta pelatihan.
-          Persiapan fasilitas yang akan diberikan kepada peserta berupa, kokart/tanda pengenal, stiker, sertifikat, kaos serta poster untuk publikasi.
-          Pendataan dan konfirmasi peserta, pemateri atau tenaga pelatih di luar Tim PKMM (yaitu dari Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang dan HMJ Biologi FKIP-UMM yang telah menyatakan kesediaannya menyukseskan program ini.
H.2 Tahap Pelatihan
-          Pelatihan akan dilakukan selama satu kali dalam satu minggu.
-          Dalam pelatihan ini peserta akan diberikan berbagai materi yaitu menyangkut pentingnya Aplikasi NLP (Neuro Linguistic Programming) dalam Meningkatkan Responsibilitas Anak Usia, penerapan The Pillars of NLP dan NLP Presuppositions. Pelatihan dilakukan melalui dua bentuk:
a.       Outbond (diluar ruangan, lingkungan sekolah )
b.       Di dalam ruangan yaitu (untuk penyampaian materi dokumenter tentang, , gambar).
- Peran aktif, partisipasi, kerjasama dan sosialisasi antar peserta menjadi    perhatian utama
H.2 Tahap Pendampingan
-          Pendampingan dilakukan setelah peserta mengikuti kegiatan pelatihan berlangsung selama dua setengah bulan  
-          Aplikasi NLP (Neuro Linguistic Programming) dalam Meningkatkan Responsibilitas Anak Usia Dini di Desa Tegal gondo Malang berupa pelatihan tentang NLP serta penerapannya, Penyelesaikan masalah, serta sharing dan permainan. (Kegiatan ini  di bawah pantauan dan bimbingan Tim PKMM)
 H.3 Tahap Monitoring dan Evaluasi
-          Monitoring dilakukan secara terus-menerus oleh Tim PKMM selama kegiatan pelatihan NLP berlangsung. Evaluasi dilakukan setiap kali pertemuan dan laporan serta setelah masa pendamping selama dua setengan bulan berakhir.
-          Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian target yang direncanakan dan untuk pengambilan langkah-langkah selanjutnya.
H.4 Tahap Pengembangan
-          Pada tahapan ini diharapkan kemungkinan penambahan anggota komunitas serta kemungkinan kerjasama dengan berbagai pihak yang mendukung kegiatan ini.
-           
   Berbagai tahapan diatas dapat digambarkan secara lebih singkat sebagai berikut:
















I.  Jadwal Kegiatan Program


No
Kegiatan
Bulan 1
Bulan 2
Bulan 3
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Persiapan
X
X










2
Pelatihan

X










3
Pendampingan


X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
4
Monitoring Evaluasi

X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
5
Pengembangan










X
X
6
Laporan akhir











X



J.      Nama dan Biodata Ketua Serta Anggota
a.           Biodata Ketua Pelaksana
Nama Lengkap                              : Faridha Khaira Hasniy
       NIM                                       : 04330043
       Fakultas / Program Studi       : KIP / Pendidikan Biologi    
       Perguruan Tinggi                    : Universitas Muhammadiyah Malang
       Waktu untuk Kegiatan PKM : 12 minggu
b.      Anggota Kelompok
1.   Nama Lengkap                              : Yanur Setyaningrum
NIM                                              : 04330037
Fakultas / Program Studi              : KIP / Pendidikan Biologi    
Perguruan Tinggi                           : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu untuk Kegiatan PKM        : 12 minggu

2.   Nama Lengkap                              : Siswati
NIM                                              : 04330048
Alamat                                          : Jl. Tirto Utomo No. Malang
Fakultas / Program Studi              : KIP / Pendidikan Biologi    
Perguruan Tinggi                           : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu untuk Kegiatan PKM        : 12 minggu
3.   Nama Lengkap                              : Sholihah
NIM                                              : 04330057
Fakultas / Program Studi              : KIP / Pendidikan Biologi    
Perguruan Tinggi                           : Universitas Muhammadiyah Malang
 Waktu untuk Kegiatan PKM        : 12 minggu

4.   Nama Lengkap                              : Dewi Oktaviana
     NIM                                               : 04330049
     Fakultas / Program Studi               : KIP / Pendidikan Biologi    
     Perguruan Tinggi                            : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu untuk Kegiatan PKM         : 12 minggu




K.    Biodata Dosen Pembimbing
Nama Lengkap dan gelar                         : Dra. Sri Wahyuni, M.Kes.
Golongan Pangkat dan NIP          : III C/ Penata dan                 
Jabatan Fungsional                        : Lektor
Jabatan Struktural                         : Dosen
Fakultas / Program Studi              : KIP / Pendidikan Biologi
Perguruan Tinggi                           : Universitas Muhammadiyah Malang
Bidang Keahlian                           : Anatomi Fisiologi Manusia
Waktu untuk Kegiatan PKM        : 12 minggu

L.     Biaya


1. Bahan habis pakai
a. Kertas @Rp.30.000x2                                                         Rp. 60.000;
b.Tinta Print @rp.30000x2                                                      Rp. 60.000;
c. CD dan Disket                                                                     Rp. 20.000;
2. Peralatan penunjang PKM
a. Film dokumenter lingkungan, foto-foto, gambar                 Rp.140.000;
b Stiker @1000x40                                                                  Rp.300.000;
c. Kokart/tanda pengenal @1000x40                                      Rp.  40.000;
d. Kaos   @20.000x30                                                            Rp.600.000;
e. Sertifikat        2000x30                                                        Rp.  60.000;
3.      Transportasi
a. Tim PKMM @ 5.000,- x 6x10                                             Rp. 250.000;;
4.   Lain-lain
a.  Konsumsi selama program
- Tim PKMM @ 5.000,- x 3x5x10                                       Rp.   750.000;
-Pemateri/Pelatih/undangan @10.000x3x6 orang                Rp.   180.000;
b.Dokumentasi                                                                         Rp.   200.000;
c.  Spanduk dan publikasi                                                         Rp.   280.000;
d.                         Evaluasi dan Monitoring  Program                                      Rp.   300.000;
e.  Pengembangan program                                                       Rp.   200.000;
f.  Laporan akhir                                                                       Rp.   280.000;
g. Sewa peralatan pengamatan lingkungan dan outbond       Rp.   600.000;  +
                                                                     Total Biaya                                 Rp. 6.000.000,-
  






































0 komentar:

Mohon Klik Gambar Di bawah ini

Ringga Arie Suryadi. Diberdayakan oleh Blogger.