Klik Gambar

Jumat, 11 November 2011

program kreativitas mahasiswa Usaha Makanan Diet Terapi Diabetes Mellitus Berbasis Potensi Flora Lokal

A.    JUDUL PROGRAM

      Usaha Makanan  Diet Terapi Diabetes Mellitus Berbasis Potensi Flora Lokal

B.     LATAR BELAKANG
Penyakit diabetes mellitus saat ini hampir merambah seluruh dunia, tidak hanya Negara-negara maju saja yang terserang dengan penyakit ini, akan tetapi negara-negara berkembang pun sekarang nampaknya sudah mulai memiliki probilitas terserang penyakit ini, menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam dunia sebagai Negara dengan jumlah penderiat DM terbanyak setelah India, china, Uni Soviyet, Jepang dan Brasil. Tercatat pada tahun 1995 jumlah penderita DM di Indonesia mencapai 5 juta, Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes. Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 % yang sadar mengidapnya dan diantara mereka baru sekitar 30 % yang datang berobat teratur,  Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejala yang terjadi pada dirinya.( Soegondo, Sidartawan. 2006.www. Medicastore.com).
Mahalnya harga obat diabetes mellitus yang diproduksi di pabrik dan beredar di pasaran nampaknya cukup berdampak pada daya beli masyarakat yang kurang terlebih lagi bagi masyarakat yang terkategori dalam masyarakat menengah kebawah, sehingga hal ini menyebabkan penderita enggan membeli obat dan pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit diabetes mellitus yang dideritanya semakin parah bahkan bisa menimbulkan kematian. Pengetahuan tentang diet terapi diabetes dan pola makan penderita diabetes mellitus yang kurang dapat juga menyebabkan akbiat yang berbahaya bagi penderita sendiri. Berikut kami paparkan daftar harga beberapa obat diabetes mellitus yang dijual dipasaran.
Tabel 1
Daftar Harga Obat Diabetes Mellitus di Pasaran
No
Nama Obat
Harga/Pack
1
Humalog
Rp. 747.500,-
2
Starlix
Rp. 516.696,-
3
Nature’s plus sugar control
Rp. 235.000,-
4
Avandia
Rp. 309.546,-
5
Raja Papua
Rp. 195.000,-
6
Glucovance
Rp. 159.390,-
7
Actos
Rp. 131.054,-
8
Glamorol
Rp. 120.975
9
Glyzid
Rp.   81.323,-
10
Glufor
Rp.   75.900,-
Sumber : www.medicastore.com tanggal 27 September 2007
             Berangkat dari hal di atas, maka kami dapat berfikir bahwa ada peluang yang besar untuk membuka usaha untuk memanfaatkan flora lokal dalam diet terapi diabetes mellitus. Disamping harga yang lebih terjangkau oleh masyarakat, flora lokal juga mudah untuk didapatkan dan lebih aman untuk dikonsumsi.
            Penggunaan flora atau tumbuhan yang potensial untuk terapi pada diabetes ini nampaknya dapat menjadi altrenatif yang cukup efektif dan terjangkau oleh para penderita diabetes mellitus. Di Indonesia cukup banyak tumbuhan yang berpotensi untuk dijadikan makanan yang dapat membantu dalam mengatasai penyakit diabetes mellitus ini. Akan tetapi nampaknya hal ini kurang di sadari oleh para penderita itu sendiri.
            Atas dasar pemikiran tersebut, kami melihat adanya potensi yang cukup besar secara ekonomi jika tumbuhan-tumbuhan tersebut dapat diolah menjadi suatu menu makanan yang tidak hanya mempunyai cita rasa yang nikmat akan tetapi juga memiliki khasiat yang mujarab untuk prevensi penyakit diabetes mellitus. Berbekal pengetahuan yang kami peroleh dari perkuliaahan di jurusan Pendidikan Biologi UMM, kami mencoba menyusun dan memproduksi menu makanan yang berbasis flora lokal yang potensial untuk diet terapi penyakit tersebut. Malang  Raya dengan karakteristik tanah dan keadaan alamnya yang sangat cocok ditumbuhi oleh tanaman menjadi keuntungan tersendiri bagi kami dalam memperoleh bahan baku.    
            Alasan kami memilih flora sebagai menu makanan untuk diet terapi diabetes mellitus ini adalah karena :
 Relatif lebih aman dibandingkan dengan bahan-bahan dari hewan.
 Alami, artinya tanpa bahan aditif dari bahan kimia.
 Mudah diperoleh dan relatif lebih murah.
             Menurut penelitian medis beberapa jenis flora memiliki zat yang dapat menurunkan kadar gula darah seperti allyl propil disulphide dalam bawang merah, charantin pada paria, asam fitat pada tempe kedelai, bawang putih yang mengandung sugar regulation factor dan selenium. Pada sirih mengandung aktif alkoloid dan flavonoid memilki aktivitas hiploglikiemik.
      Disamping hal-hal tersebut diatas, sebagai mahasiswa yang harus siap untuk menyongsong masa depan, maka kami berasumsi bahwa kami tidak bisa hanya mengandalkan ijazah atau gelar yang diperoleh, akan tetapi ketrampilan atau softskill juga harus dipupuk sejak dini, salah satunya adalah dengan berwirausaha.
Berdasarkan data Biro Administrasi Akademik (BAA), para lulusan tersebut tidak semua segera terserap dalam lapangan pekerjaan. Hanya sekitar 35 % lulusan mendapat pekerjaan sesuai dengan profesinya dan kurang dari satu tahun. Sebagian besar harus menunggu selama 1-2 tahun atau lebih baru mendapat pekerjaan sesuai dengan profesinya. Kesulitan mencari kerja sesuai dengan profesi itu, tentu akan semakin berat dihadapi oleh para lulusan dari fakultas-fakultas tertentu, seperti Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang mencetak tenaga-tenaga kependidikan. Fakultas ini di UMM setiap tahun meluluskan ± 345 mahasiswa ternyata hanya 28,5% yang terserap sebagai tenaga guru di lembaga pendidikan. Penyebabnya selain menyempitnya lapangan pekerjaan sebagai guru juga adanya lulusan non kependidikan yang menyeberang menjadi guru padahal mereka tidak punya akta mengajar.
            Dari segi kurikulum akademis, program ini merupakan pengembangan dari Ilmu Gizi yang berbobot 3 sks serta ilmu Pengobatan Tradisional Indonesia yang berbobot 4 sks. Sehingga cukup potensial apabila mahasiswa Pendidikan Biologi untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu tersebut sebagai alternatif untuk berkarya yang didasarkan pada pengetahuan yang secara kurikuler pernah dipelajari diperkuliahan.
      Dari latar belakang tersebutlah maka kami yakin bahwa dengan kegiatan ini akan mewujudkan minimal 3 aspek, yaitu : 1) memberikan pengalaman berwirausaha kepada mahasiswa sehingga mahasiswa dapat tidak selalu bergantung pada orang tua dan bisa mandiri, 2) Mengaktualisasikan Tri Dharma perguruan tinggi yang salah satunya yaitu pengabdian, 3) Pengembangan ilmu yang telah dipelajari
       Dari penjabaran diatas, didapat suatu bagan konsep tentang kegiatan ini, yaitu :

















                                         Bagan 1. Peta Konsep Kegiatan      


                         





















                                                                          




                         
C.    RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana menu makanan untuk diet terapi diabetes mellitus yang berbasis potensi flora lokal?
2.      Bagaimana bentuk usaha pengadaan menu makanan diet terapi diabetes mellitus yang akan dirancang?
3.      Bagaimana teknis manajemen dan pemasaran usaha yang dijalankan?
4.      Bagaimana monitoring dan evaluasi pasca pelaksanaan dan pemasaran?
D.    TUJUAN PROGRAM
Tujuan program ini adalah untuk mengolah bahan-bahan makanan dan flora lokal yang potensial untuk diet terapi diabetes mellitus yang kemudian dijadikan produk yang berupa 1). Makanan pokok (makanan yang dikonsumsi setiap hari dalam 3 waktu), 2). Makanan ringan, 3). Minuman (juice) dengan mengacu pada menu yang disusun berdasarkan kultur dan potensi flora lokal yang dikemas dengan sistem packaging dan labelling. Adapun dikemasan akan disertakan : jenis produk, nama produk, bahan, manfaat, tempat produksi, waktu (tanggal, bulan dan tahun) pembuatan dan kadaluarsa serta variasi berupa slogan produk. Produk ini akan dipromosikan dan dipasarkan di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Malang sebagai awal merintis usaha ini yang selanjutnya dapat dikembangkan sesuai dengan hasil evaluasi. Harapannya lebih lanjut terdapat sebuah kios makanan khusus menu diet terapi diabetes mellitus. Adapun variasi menu akan dijabarkan pada poin G pada proposal ini yaitu  tentang Gambaran Umum Usaha
Adapun tujuan lain dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengalaman berwirausaha berbasis pengetahuan yang diperoleh diperkuliahan reguler dengan harapan mengperoleh penghasilan sehingga mahasiswa tidak hanya bergantung kepada orang tua.
E.     LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran yang diharapkan adalah produk makanan pokok, minuman serta makanan ringan dengan kemasan dan labelling yang menarik yangnantinya akan dipromosikan dan dipasarkan di masyarakat sekitar kampus UMM. Berikut salah satu contoh rencana kemasan dan labelling yang akan dilakukan dalam usaha ini :







 





























Gambar 1
Contoh Kemasan dan Labelling Produk
Keterangan Gambar :
a          : jenis produk, maksudnya apakah produk ini berupa  
              makanan pokok, ringan atau minuman
b          : nama (merek dagang) produk
c          : gambar, bisa berupa gambar bahan atau gambar lainnya      
              yang digunakan untuk menarik perhatian konsumen.
d          : slogan produk, misalnya ”Sehat Dan Lebih Bermanfaat”
e          : informasi bahan yang digunakan
f           : manfaat produk
g          : tempat usaha/produksi
h          : waktu pembuatan dan kadaluarsa
        Program kreativitas mahasiswa kewirausahaan ini diharapakan bisa menumbuhkan jiwa berwirausaha bagi mahasiswa agar bisa lebih mandiri dalam hal finansial dan membekali pengalaman atau softskill agar setelah lulus kuliah tidak hanya mencari lapangan pekerjaan akan tetapi bisa membuka lapangan pekerjaan. Selain dari pada itu kegiatan diharapkan dapat menghasilkan alternatif pencegahan dan pengobatan penyakit diabetes mellitus dengan cara mengkonsumsi menu makanan berbasis flora lokal yang berpotensi untuk diet terapi bagi penderita diabetes mellitus. Harapan selanjutnya adalah muncul kios atau warung yang khusus menjual manu diet terapi diabetes mellitus, agar penyakit ini tidak semakin mewabah dan pola hidup dan makan masyarakat tertata.
Dari kegiatan ini akan dapat dilihat bahwa usaha ini mampu menyedot animo masyarakat karena dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh, maka diet untuk diabetes mellitus lebih ekonomis dan efisien.

F.     KEGUNAAN PROGRAM
1.  Aspek Ekonomi
        Dari segi ekonomi kegiatan ini akan tercipta institusi enterpreneur mahasiswa, selain itu melalui kegiatan ini akan memperkaya pengobatan atau terapi diabetes mellitus, sehingga masyarakat dapat memilih terapi sesuai dengan kemampuannya. program ini dapat membantu para penderita diabetes mellitus dalam melakukan upaya prevensi dan pengobatan efisien serta praktis.  Dibandingkan dengan penggunaan obat yang beredar dipasaran yang dikelola dari bahan kima dan melalui proses pabrik yang rumit dan membutuhkan biaya yang besar memproduksinya, maka dengan mengelola potensi flora lokal kita dapat meminimalisir biaya produksi yang besar.
2.  Aspek Akademik
        Dari segi akademis kegiatan ini akan : 1) Memberikan kesempatan kepada mahasiswa FKIP UMM mengaplikasikan kegiatan kuliah untuk di angkat kedalam kegiatan kewirausahaan, 2) Menerapkan mata kuliah dari Jurusan Pendidikan Biologi bidang studi kewirausahaan, pengobatan tradisional Indonesia, dan ilmu gizi.
3.  Aspek Kesehatan
        Dari aspek kesehatan kecenderungan masyarakat untuk beralih pengobatan yang diolah secara kimiawi ke bentuk pengobatan yang alami yang tentunya lebih aman dan hampir tanpa efek samping. Dengan mengkonsumsi tumbuhan oba yang diolah menjadi menu makanan yang berpotensi untuk pencegahan dan pengobatan diabetes mellitus, maka akan diperoleh manfaat yang lebih baik.

G.    GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Penyakit diabetes mellitus yang semakin mewabah sekarang ini, nampaknya  akan lebih pesat lagi perkembangannya apabila tidak ada kesadaran dari penderita untuk merubah pola makan dan hidup. Disamping itu daya beli masyrakat atau penderita diabetes mellitus terhadap obat-obatan kimia yang dijual di pasaran tergolong rendah, hal ini disebabkan mahalnya harga obat-obatan tersebut (seperti pada tabel 1).
Malang Raya beriklim sejuk sangat cocok untuk pertumbuhan beberapa flora yang berpotensi untul diet terapi pada diabetes mellitus, sehingga tidak salah jika kami memproyeksikan kegiatan ini kedalam suatu bentuk usaha. Dengan bahan baku flora lokal diharapkan akan memudahkan dalam memperolehnya sehingga harga jual akan relatif lebih murah dan terjangkau oleh penderita. Meskipun beberapa jenis flora tidak dapat langsung dikonsumsi tanpa disertai atau digabungkan dengan  bahan makanan yang lain, akan tetapi hal tersebut tidak mengurangi manfaat dan khasiatnya secara signifikan. Berikut kami sertakan harga beberapa flora lokal yang berpotensi untuk diet terapi diabetes mellitus :

Tabel 2
Daftar Harga Flora Potensial Diet Terapi Diabetes Mellitus
No
Nama Flora
Harga/Kg
1
Bawang Merah
Rp. 5.000,-
2
Buncis
Rp. 1.500,-
3
Apel
Rp. 3.500,-
4
Pare
Rp. 2.000,-
5
Bawang Putih
Rp. 4.000,-
6
Appokat
Rp. 15.000,-
7
Pepaya
Rp. 2.000,-
8
Jambu
Rp. 2.000,-
9
Belimbing
Rp. 3.000,-
10
Kedelai
Rp. 4.500,-
11
Bayam
Rp. 1.500
12
Dandang Gendis
Rp. 1.000,-
13
Teh
Rp. 2.000,-
14
Terong Ungu
Rp. 1.500,-
15
Salam (daun)
Rp. 2.000,-
Diolah dari interview dengan petani dan penjual di Pasar Tradisional Blimbing serta sumber dari situs Pemkot Batu, Pemkot Malang dan Pemkab Malang pert tanggal 11-28 September 2007.

            Dari  data diatas, maka dapat diketahui dengan harga yang murah dapat diperoleh berbagai variasi bahan makanan untuk diet terapi dan dapat dikonsumsi berkali-kali sesuai dengan kebutuhan. Dilihat dari segi kultur konsumsi atau pola makan masyarakat di Malang Raya diketahui bahwa sebagian masyrakat memiliki kegemaran mengkonsumsi daging (ayam, sapi, kambing,dll) serta makanan yang tinggi karbohidrat dalam takaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan kalorinya. Begitu halnya dengan para penderita diabetes mellitus yang cuek dan acuh terhadap makanan yang dikonsumsi, apakah makanan yang dikonsumsi dapat membahayakan bagi kesehatan atau membantu pencegahan penyakit.
            Berawal dari hal-hal tersebut maka kegiatan ini akan memproduksi makanan untuk diet terapi diabetes mellitus dengan basis potensi flora lokal sebagai bahan bakunya. Setelah melakukan penyususnan menu dan proses pengolahan menu, maka akan diuji kandungan gizi dan keamanan bahan makanan tersebut untuk dikonsumsi oleh penderita.
            Kemudian akan dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui sifat-sifat makanan yang diolah bisa meliputi rasa, tekstur, aroma dll. Kemudian akan di uji untuk dikonsumsi oleh penderita, apakah melalui test kadar glukosa penderita, apakah kadar glukosanya terkendali atau tidak. Dari serangkaian uji tersebut kemudian dilakukan reformulasi produk atau menu makanan agar memperoleh makanan yang tepat untuk diet terapi pada penyakit ini. Hal ini dilakukan agar kepuasan akan dialami oleh para konsumen pemakai produk yang kami produksi. Setelah menu makanan direformulasi, maka menu tersebut diolah menjadi suatu produk makanan.
            Selanjutnya produk yang sudah jadi akan disajikan baik secara langsung ataupun di packaging atau dikemas agar lebih menarik. Selanjutnya dilakukan program promosi dan pemasaran produk. Berikutnya akan dilakukan monitoring dan evaluasi untuk pengembangan usaha. Hal ini sangat urgen bagi survivenya suatu usaha.
            Adapun gambaran susunan menu yang akan diolah dan diusahakan akan memperhatikan kultur umum masyarakat di Malang Raya, standart pemenuhan kebutuhan gizi yang dihitung dengan rumus BMR dari Harris-Benedict kemudian dipadukan dengan flora lokal yang ada.
            Berdasarkan hasil observasi masyarakat di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Malang, didapatkan hasil bahwa rata-rata penderita diabetes mellitus adalah orang dewasa dengan berat badan ± 67 Kg dan tinggi badan 168 cm, berusia antar 40 tahun keatas dengan pekerjaan pegawai kantor atau instansi swasta. Dengan kebutuhan kalori adalah berkisar antara 2500-3000 kalori. Angka tersebut dapat dihitung dengan rumus berikut :
Text Box: Untuk pria : 660 + (13.7 x Berat badan) + (1.5 x Tinggi badan) – (6.8 x Usia)
Untuk wanita : 665 + (9.5 x Berat badan) + (1.5 x tinggi badan) – (4.7 x usia)


Dengan demikian susunan  menu yang digunakan adalah sebagai berikut :
Makan pagi 
(6.30 WIB)
Makan Siang
 (12.30 WIB)
Makan Malam
(18.30 WIB)
Beras (nasi) 130 gr
Beras (nasi)       170 gr
Beras (nasi)          150 gr
Daging sapi   25 gr
Daging Ayam     50 gr
Telur ayam             75  gr
Kedelai          25 gr
Terong               100 gr
Pare                       50 gr
Bayam          100 gr
Buncis                  25 gr
Dandang Gendis    25 gr
Teh                10 gr
Jus Apel               50 gr
Jus Alpukat            50 gr
           
Menu diatas merupakan susunan menu contoh yang dapat berubah-ubah dengan variasi yang tetap mengacu pada kultur, flora lokal dan kebutuhan kalori penderita. Disamping usaha makanan pokok, usaha yang akan kami lakukan adalah makanan ringan misalnya keripik dan krupuk, penyediaan fresh fruits dan juga minuman jus yang dapat diolah dari perpaduan flora-flora yang ada. Karena pada penderita diabetes mellitus camilan dan buah atau flora lain yang berpotensi untuk mencegah semakin berkembangnya penyakit itu diperlukan untuk memperlancar terapi diabetes mellitus.
Dari perbandingan harga obat yang sudah diberedar di pasaran (tabel 1) dan harga beberapa flora yang potensial sebagai menu makanan diet diabetes mellitus, serta penyusunan menu makanan diatas dan juga biaya produksi, maka dapat di analisa keuntungan yang diperoleh perkilogram bahan yang digunakan .



Tabel 4
Analisa Usaha Makanan Diet Terapi Diabetes Mellitus dengan Berbasis Potensi Flora Lokal Per Satu Kali Proses Produksi
A. Bahan Habis Pakai (berdasarkan menu yang telah disusun)
Bahan-bahan
Jumlah
Satuan
Total
a. Beras
b.Daging sapi
c. Daging ayam
d.                   Telur
e. Kedelai
f. Bayam
g.Teh
h.Terong
i.  Buncis
j.  Pare
k.Dandang gendis
l.  Appokat
m.    Apel
n.Bahan habis pakai lainnya
o.Kemasan
p.Labeling
1 Kg
1 Kg
1 Kg
1 Kg
1 Kg
1 Kg
1 Kg
1 Kg
1 Kg
1 Kg
1 Kg
1 Kg
1 Kg


30
30
















Rp.  1.000,-
Rp.     500,-
Rp.    4.500,-
Rp.  40.000,-
Rp.  15.000,-
Rp.    6.000,-
Rp.    4.500,-
Rp.    1.500,-
Rp.    2.000,-
Rp.    2.000,-
Rp.    1.500,-
Rp.    2.000,-
Rp.    1.000,-
Rp.  15.000,-
Rp.    3.500,-
Rp.  20.000,-

Rp.   30.000,-
Rp.   15.000,-

Total Biaya Habis Pakai
Rp. 163.000,-
Biaya Peralatan

Nama Alat
Jumlah
Satuan
Total
Kompor
Penggorengan
Blender
Rice cooker
Penyajian

1 unit
1 set
1 unit
1 unit
1 set


Rp.  15.000,-
Rp.  30.000,-
Rp.  75.000,-
Rp 300.000,-
Rp. 50.000,-

Total Biaya Peralatan
Rp. 470.000,-
B. Biaya Produksi
1.
2. 
Pengolahan bahan
Listrik
Rp.   25.000
Rp.   25.000
Total Biaya Produksi
Rp.   50.000
Total Keseluruhan Pengeluaran
Rp. 764.000
C. Penerimaan
Makanan diet terapi Diabetes mellitus berbasis flora lokal
30 porsi
 
Rp. 10.000

Rp. 300.000

Jumlah
Rp. 300.000
D. Keuntungan
Karena metode analisa yang digunakan adalah dengan biaya per produksi, maka faktor yang dihitung adalah bahan habis pakai dan biaya produksi, sedangkan untuk peralatan produksi tidak ditambahkan secara keseluruhan, hanya ditambahkan nilai penyusustan peralatan sebesar 0.25 %.
Jadi secara matematis keuntungan dihitung dengan formula :
Penerimaan - biaya bahan habis pakai - biaya produksi – (0.25% X biaya peralatan) = laba
Sehingga dari angka diatas didapatkan nilai =
 300.000 – 163.000 – 50.000 – (0.25 X 470.000) =
 87.000 – (1175) = 85.825
Jadi keuntungan yang didapat per produksi adalah Rp. 85.825
Sehingga R O I (Return Of Investment) =   Laba Usaha  x 100%
                                                                       Modal Produksi
                                                                    =  Rp. 85.825   x 100 % =40.07%
                                                                        Rp. 214.175
Modal usaha didapat dari penjumlahan biaya habis pakai, biaya produksi dan biaya penyusutan alat sebesar 0.25 %.








            Jika dalam sekali produksi saja dapat menghasilkan keuntungan yang prosentasinya hampir 50% dari modal usaha, maka usaha ini cukup bisa di andalkan untuk menunjang perekonomian mahasiswa.

H.    METODE PELAKSANAAN PROGRAM
Untuk melaksanakan kegiatan ini maka perlu metode yang tepat dan sistematis agar dicapai hasil yang maksimal. Adapun metode yang kami formulasikan adalah sebagai berikut :
Bagan 2. Diagram Alur Metode Pelaksanaa Kegiatan








 

















Dari bagan diatas dapat dijabarkan sebagai berikut :
a.       Penyusunan bahan sosialisasi : yaitu penyusunan konsep bagaimana isi, cara dan tempat serta hal-hal lain yang dapat digunakan untuk menarik mahasiswa untuk bergabung dengan tim produksi.
b.      Pelaksanaan sosialisasi : konsep yang telah disusun tadi kemudian dilaksanakan dengan memasang pamflet atau menyebar selebaran di kawasan kampus III Universitas Muhammadiyah Malang dengan harapan ada mahasiswa yang mendaftarkan diri untuk bergabung dengan tim produksi.
c.       Rekruitment tim produksi : dari para pendaftar tersebut selanjutnya diadakan rekruitmen melalui seleksi yang dilakukan oleh tim PKMK dengan bantuan dosen pembimbing PKMK
d.      Pelatihan produksi : setelah terseleksi orang-orang yang menjadi bagian tim produksi, selanjutnya diadakan pelatihan untuk membekali tim produksi tentang kegiatan ini.
e.       Penyusunan menu : penyusunan menu dilakukan oleh TIM PKMK dengan arahan dosen pembimbing dan bantuan teknis tim produksi, ini merupakan tahap awal untuk memproduksi makanan diet terapi diabetes mellitus.
f.       Pengolahan menu tahap I : setelah menu tersusun maka langkah selanjutnya yaitu pengolahan menu menjadi makanan pokok, ringan atau minuman (juice), pada tahap ini dinamakan pengolahan tahap I karena pada tahapan ini produk belum teruji, sehingga jika langsung dipasarkan maka hasilnya bisa kurang optimal.
g.      Uji ketahanan, keamanan pangan dan gizi : uji ini dilakukan dengan harapan dapat memperoleh produk yang benar-benar aman dikomsumsi dan dapat diambil manfaatnya dalam segi gizi, sehingga konsumen tidak ragu untuk menggunakan produk ini.
h.      Uji organoleptik : uji ini dilakukan guna memetakan bagaimana selera konsumen pada produk makanan ini, apakah sudah cukup baik, artinya cukup apresiasif dengan produk kami, uji ini dilakukan dengan bentuan beberapa koresponden secara acak.
i.        Uji efektivitas produk : uji ini dilakukan dengan harapan bahwa produk yang dihasilakn benar-benar mempunyai daya untuk mencegah dan mengatasi diabetes mellitus, sehingga produk ini dapat digunakan sebagai diet terapi. Uji ini dilakukan dengan bantuan penderita diabetes mellitus yang telah mengkonsumsi produk kemudian di lakukan tes gula darah.
j.        Reformulasi menu : dari serentetan tes yang sudah dilakukan, TIM PKMK selanjutnya melakukan evaluasi terhadap produk yang kemudian dianalisa kemungkina apa yang masih kurang dan perlu diperbaiaki guna memperoleh suatu produk yang berkualitas. Yang kemudian dilakukan penyususnan menu.
k.      Pengolahan menu tahap II : dari hasil reformulasi menu selanjutnya dilakukan pengolahan menu yang telah disusun.
l.        Packaging & labelling : setelah produk sudah dihasilkan, maka selanjutnya dilakukan packaging dan labelling (contoh packaging dan labelling telah dijabarkan pada poin E yaitu Luaran yang diharapkan)
m.    Promosi dan pemasaran : setelah poduk sudah dikemas sedemikian rup, maka langkah selanjutnya adalah pemasarang yang sebelumnya dilakukan pengenalan atau promosi. Promosi dilakukan melalui media massa (radio, surat kabar) dan juga melalui selebaran dan spanduk. Pemasaran untuk tahap awal dilakukan di kampus III UMM dengan sasaran para penderita di sekitar kampus.
n.      Monitoring dan evaluasi : setelah proses pemasaran berjala, maka sebagai enterprenuer, maka hal yang harus dilakukan adalah pengawasan terhadap distribusi produk dan selanjutnya dilakukan evaluasi tentunya dengan arahan dosen pembimbing program. Hal ini penting sebagai pedoman apakah perlu untuk mengembangkan sayap sirkulasi produk ke khalayak umum.
o.      Pengembangan usaha lebih lanjut : dari hasil monitoring dan evaluasi, maka dapat diambil keputusan tentang tindak lanjut apa yang harus dilakukan. Apabila selam pross evaluasi program ini dianggap baik, maka kegiatan ini dapat dilanjutkan dan dikembangkan lebih jauh lagi.
Dengan metode inilah diharapkan program ini mampu manjadi tempat belajar, berkarya dan berusaha bagi para mahasiswa dalam mengembangkan ilmu dan keahlian yang dimiliki guna menjadi bekal ketika sudah lulus
I.       JADWAL KEGIATAN PROGRAM
Tabel  3
Jadwal Kegiatan Program
Kegiatan
Bulan ke
I
II
III
IV
V
1.      Persiapan





a.    Perijinan
P




b.    Persipan dan penetapan lokasi
P




c.    Persiapan alat dan bahan
P




2.      Pelaksanaan





a.    Pengumuman
P




b.    Perekrutan anggota

P



c.    Pelatihan

P



d.   Penyusunan menu

P



e.    Pengolahan tahap I


P


f.     Uji ketahanan, keamanan dan gizi


P


g.    Uji organoleptik


P


h.    Uji efektifitas produk


P


i.Reformulasi menu makanan



P

j.Pengolahan tahap II



P

k.    Penyajian dan packing



P

l.Promosi dan pemasaran



P

3.      Pembimbingan





a.    Pelaporan kegiatan usaha




P
b.    Monitoring




P
c.    Evaluasi




P
d.   Pengembangan usaha




P


J.      NAMA DAN BIODATA KETUA DAN ANGGOTA KELOMPOK
Ketua Pelaksana Kegiatan
a.      Nama                                      : Amar Ma’ruf
b.      NIM                                        : 05330028     
c.      Fakultas/Program Studi          : K.I.P/ Pendidikan Biologi
d.     Perguruan Tinggi                    : Universitas Muhammadiyah Malang
e.      Alamat Rumah                        : Pagendingan RT 01 RW 01 Kanugrahan
                                                       Maduran Lamongan
f.       No Telp/HP                             : 085646308508
g.      Waktu Untuk PKM                : 9 jam/minggu

Anggota Pelaksana

a.      Nama                                      : Ifan Prasetya Yuda
b.      NIM                                        : 06330011
c.      Fakultas/Program Studi          : K.I.P/ Pendidikan Biologi
d.     Perguruan Tinggi                    : Universitas Muhammdaiyah Malang
e.      Alamat Rumah                        : PERUM PEPABRI, BTN Tegal Badeng   
                                                       Timur,    Blok D No. 13, Kecamatan 
                                                       Negara, Kabupaten Jembrana-Bali
f.       No Telp/HP                              : 085664081363 / 08990377065
g.      Waktu Untuk PKM                : 9 jam/minggu

a.      Nama                                      : Zaqia Nur Fajarini
b.      NIM                                        : 06330036     
c.      Fakultas/Program Studi          : K.I.P/ Pendidikan Biologi
d.     Perguruan Tinggi                    : Universitas Muhammdaiyah Malang
e.      Alamat Rumah                        : Jl. Panti Asuhan Yatim No. 17, Gedeg-
                                                        Mojokerto
f.       No Telp/HP                             : 08563404717 / 08990353776
g.      Waktu Untuk PKM                            : 9 jam/minggu

K.    Nama dan Biodata Dosen Pendamping

A.    Nama Lengkap dan gelar                    : DR.H.Moch.Agus Krisno B,M.Kes.
B.    Golongan Pangkat dan NIP                :  III/d, Penata Tk I, 104.8909.0118
C.    Jabatan Fungsional                              : Lektor
D.    Jabatan Struktural                                : -
E.     Fakultas / Program Studi                     : FKIP/Pendidikan Biologi
F.     Perguruan Tinggi                                 :Universitas Muhammadiyah Malang
G.    Bidang Keahlian                                  : Mikrobiologi dan Ilmu Gizi
H.    Waktu Untuk Kegiatan PKM             : 9 jam /minggu

L.     Anggaran Biaya
Adapun rancangan biaya pada kegiatan PKMK adalah sebagai berikut :
Tabel 3
Rincian Anggaran Biaya
Kegiatan
Anggaran (Rp)
Jumlah (Rp)
1. Bahan habis pakai dan alat pendukung
a.       Pengadaan bahan baku
b.       Pengadaan bahan pendukung
c.       ATK
d.      Bahan packaging
e.       Biaya sosialisasi
f.        Biaya promosi
-        Pamflet
-        Spanduk
-        Radio
-        Surat kabar

1.000.000,-
   200.000,-
     80.000,-
   350.000,-
     50.000,-

   100.000,-
   185.000,-
   100.000,-
   150.000,-










2.215.000,-
2. Transportasi
a.       Pencarian bahan
b.       Transportasi promosi dan pemasaran
   250.000,-
   700.000,-



  950.000,-
3. Pelaksanaan Produksi
a.       Pengolahan bahan
b.       Uji ketahanan , keamanan dan gizi
c.       Uji Organoleptik
d.      Labeling dan packaging
e.       Pelatihan produksi
  
   450.000,-
   200.000,-
   275.000,-
   300.000,-
   250.000,-







1.475.000
4.  Peralatan Produksi
a.       Kompor
b.      Rice cooker
c.       Penggorengan
d.      Blender
e.       Peralatan penyajian

     15.000,-             
     30.000,-
     75.000,-
   300.000,-
     50.000,-






470.000
5.  Lain-lain
Dokumentasi
Penyusunan laporan
Penggadaan laporan
Penggunaan telepon dan internet
Evaluasi
Monitoring
Penggunaan listrik
               

   125.000,-
   125.000,-
   100.000,-
   100.000,-
   125.000,-
   150.000,-
   165.000,-








890.000
Jumlah
6.000.000,-








L.     Lampiran
1.      Analisa Usaha dengan Metode  SWOT
            Dengan metode SWOT usaha ini dapat didapatkan suatu gambaran bahwa usaha ini memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan. Akan tetapi kelemahan itu nantinya akan bisa diatasi dengan beberpa strategi-strategi. Adapun gambaran analisa SWOT tersebut tergambar sebagai berikut :
Strenghten (Keunggulan)
Weakness (Kelemahan)
Ø  Terapi yang dikemas dalam bentuk makanan lebih menarik dan terkesan tidak menjadi “obat” sehingga secara psikologis penderita labih nyaman dari pada mengkonsumsi obat yang diolah dengan proses kimia.
Ø  Alami tanpa bahan additive yang berbahaya
Ø  Labih praktis dan ekonomis
Ø  Labih aman daripada penggunaan bahan makanan  hewani.
Ø  Produk yang kurang dapat bertahan dalam waktu yang lama karena tanpa zat additive yang berfungsi sebagai pengawet.
Ø  Segmentasi konsumen yang terkesan fokus kepada penderita diabetes membuat produk ini dapat kurang dikenal oleh orang yang tidak menderita diabetes mellitus


Oppurtunity (Kesempatan)
Threaten (Ancaman)
Ø  Penderita diabetes mellitus semakin banyak
Ø  Fakta bahwa obat diabetes sangat mahal sehingga banyak yang enggan membeli obat diabetes yang telah beredar.
Ø  Banyaknya flora lokal yang berpotensi sebagai bahan untuk diet terapi
Ø  Banyaknya flora lokal yang terdapat di daerah Malang Raya.
Ø  Bahan Baku mudah di dapat dan murah.
Ø  Keragu-raguan konsumen terhadap produk olahan dari flora dengan tanpa bantuan olahan pabrik.
Ø  Kultur pola makan di masyarakat yang belum tertata untuk diet terapi diabetes mellitus

2.      Daftar Riwayat Hidup
2.1.Ketua Kelompok
a. Nama Lengkap                    : Amar Ma’ruf
b. Tempat, Tanggal Lahir        : Lamongan, 12 Desember 1986
c. Agama                                 : Islam
d. Alamat                                : Jln. Margo Utomo Dalam Mulyo Agung-Dau- 
                                                  Malang
e. No. Telp/HP                        : 0341-463740/085646308508
f. Riwayat Pendidikan Formal
No
Jenjang
Nama Institusi
Tahun Lulus
1
SD
MI Bahrul Ulum Kanugrahan
1999
2
SLTP
SLTPN I Maduran
2002
3
SLTA
SMA Nurul Jadid Probolinggo
2005
4
D1
Bhs. Inggris (ESP) UMM
       2007
5
S1
Pendidikan Biologi UMM
      

g.  Pengalaman Penelitian

No
Judul
Tahun
1
Pembuatan Tepung Apel Room Beuty sebagai Penurun Kolesterol pada Mencit (Mus Musclus)
2005
2
Motivasi Belajar Siswa di SMP Muhammadiyah 6 Mulyo Agung Kabupaten Malang
2006
3
Studi Kasus Kandungan Formalin pada Tahu Takwa Kediri
2007
4
Kesiapan Guru dalam Penerapan pembelajaran Biologi berbasis Portofolio
2007

2.2.Anggota Kelompok
a. Nama Lengkap                    : Zaqia Nur Fajarini
b. Tempat, Tanggal Lahir        : Mojokerto, 24 agustus 1987
c. Agama                                 : Islam
d. Alamat                                : Jln. Tirto Utomo No 16D Malang
e. No. Telp/HP                        : 0341-463052/08990353776/08563404717


f. Riwayat Pendidikan Formal
No
Jenjang
Nama Institusi
Tahun Lulus
1
SD
MI Muhammadiyah Gedeg-Mojokerto
1999
2
SLTP
SLTP Muhammadiyah 4 Dedeg-Mojokerto
2002
3
SLTA
SMAN I Puri Mojokerto
2005
4
S1
Pendidikan Biologi UMM


g.Pengalaman Penelitian
No
Judul
Tahun
1
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Pelestarian Penyu Pada Masyarakat Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan
2007
2
Potensi Pengembangan Agaricus blazei MURILL Sebagai Inhibitor HIV/AIDS (Ikhtiar Penggunaan Obat Alami untuk Pengobatan HIV/AIDS)
2007
3
Studi Kasus Kandungan Formalin pada Tahu Takwa Kediri
2007
4
Kesiapan Guru dalam Penerapan pembelajaran Biologi berbasis Portofolio
2007


a. Nama Lengkap                    : Ifan Prasetya Yuda
b. Tempat, Tanggal Lahir        : Singaraja, 27 Februari 1987
c. Agama                                 : Islam
d. Alamat                                : Jln. Tirto Utomo Gang IV No.08 Malang
e. No. Telp/HP                        : 08990377065/085664081363
f. Riwayat Pendidikan Formal
No
Jenjang
Nama Institusi
Tahun Lulus
1
SD
SDN 2 Tegal Badeng Timur
1999
2
SLTP
SLTPN 2 Negara
2002
3
SLTA
MAN Negara
2005
4
S1
Pendidikan Biologi UMM


 g.Pengalaman Penelitian
No
Judul
Tahun
1



Pentingnya CITIZEN’S CHARTER Sebagai Upaya Perwujudan Good Governance
Menuju Pembangunan Berkelanjutan

2007

0 komentar:

Mohon Klik Gambar Di bawah ini

Ringga Arie Suryadi. Diberdayakan oleh Blogger.