Klik Gambar

Sabtu, 21 November 2009

BUNGA DICINTA, MALAPETAKA PUN TIBA

BUNGA DICINTA, MALAPETAKA PUN TIBA

BUNGA DICINTA, MALAPETAKA PUN TIBA
Tools Box

Bookmark and Share
Para nasabah Bank Century ini mungkin tak pernah membayangkan sebelumnya tragedi akan terjadi dalam kehidupan mereka. Mereka berfikir dana yang dikumpulkan rupiah demi rupiah yang diharapkan akan mendapat tambahan bunga untuk keperluan mereka akan lenyap begitu saja.Selain banyak yang depresi dan stress, ada beberapa nasabah yang meninggal dunia bahkan bunuh diri memikirkan dana yang disimpan di bank itu tidak bisa ditarik kembali.
Edho Rahman misalnya. Akibat Bank Century dilikuidasi, ia tak bisa menarik dananya sebesar Rp 13 miliar. Padahal uang sebesar itu bukan milik dia semua. “Uang itu sebagian milik para petani tembakau di Madura,” ujar pria asal Pamekasan, Madura ini. Sampai saat ini ia masih bingung menjelaskan kepada para petani tembakau yang menginginkan uangnya kembali.
Dana yang cukup besar yaitu Rp 69 miliar milik Sri Gaya Tri juga terancam lenyap tak berbekas. Wanita yang tinggal di Surabaya ini bahkan bertingkah aneh saat berdemonstrasi di Bank Century Surabaya. Kadang memakai topeng mirip gorilla sambil menari-nari, dan suatu kali ia memakai kain kafan layaknya “pocong”.Sri Gaya Tri rupanya tak pernah lelah dan putus asa untuk memperjuangkan dananya yang ada di Bank Century. Ia tak peduli masyarakat melihat tingkahnya yang aneh, bahkan ada yang menganggap ia sudah gila.
Uang para nasabah yang disimpan di Bank Century yang kini berganti nama menjadi Bank Mutiara itu bermacam-macam. Kebanyakan dana masyarakat itu adalah uang yang dikumpulkan rupiah demi rupiah untuk persiapan hari tua atau masa depan. Bahkan ada dana yayasan yang bertujuan sosial. Seperti yang menimpa Ziput Lokasari dari Yogyakarta. Ia mengaku uang sebesar Rp 5,4 miliar yang ditanamkan di Bank Century saat ini tidak bisa diambil. Ziput mengaku dana itu berasal dari 500 an anggotanya. Bunga yang didapat dari investasi itu sebagian disumbangkan untuk keperluan sosial. Kini ia bingung dan kesulitan menjelaskan kepada para angggotanya yang sebagian besar pekerja informal itu.
Kisah memilukan mungkin yang dialami dua wanita yaitu Nyonya Bunadi Gunawan dan Esther Nuryadi. Uang tabungan pensiun dan hasil penjualan rumah yang mereka simpan di Bank Century juga tidak bisa ditarik kembali. Kedua wanita asal Jakarta ini sudah hamper putus asa dan tidak tahu harus mengadu kemana untuk memperjuangkan uangnya kembali. Mereka mengaku uang yang disimpan di bank itu adalah untuk persiapan hari tuanya nanti dan uang cadangan untuk pengobatan penyakit jantungnya.
Para korban Bank Century ini sudah selayaknya mendapat perhatian dan pertolongan pemerintah. Para nasabah itu menyimpan uang di lembaga bank yang diawasi pemerintah yaitu Bank Indonesia. Seperti yang diungkapkan pengamat ekonomi yang juga mantan anggota DPR RI, Drajad Wibowo. “Pemerintah tidak bisa membiarkan kasus ini berlarut-larut. Presiden SBY harus segera turun tangan menyelamatkan simpanan para nasabah,” ujar mantan anggota DPR yang terkenal vokal itu. ( end )

0 komentar:

Mohon Klik Gambar Di bawah ini

Ringga Arie Suryadi. Diberdayakan oleh Blogger.