Klik Gambar

Rabu, 11 November 2009

Kampung Kremil di RT 19, RW VI, (juara I)Lomba Kampung Bersih Narkoba

Jawa Pos Dapat Penghargaan Presiden
Bersama BNN, Prakarsai Lomba Kampung Bersih Narkoba
JAKARTA – Lomba kampung bersih narkoba yang dilaksanakan selama satu bulan di Surabaya Mei lalu mendapatkan apresiasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam peringatan Hari Antinarkoba Internasional (HANI) di Gelora Bung Karno kemarin (26/6), Jawa Pos sebagai salah satu pemrakarsa kegiatan tersebut diberi penghargaan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4G) oleh presiden.
Program yang baru pertama diadakan di Indonesia itu merupakan kerja sama Jawa Pos dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) sebagai pemrakarsa serta didukung Honda dan Flexi. Kegiatan itu diikuti 200 pendaftar, yang merupakan kampung-kampung di Surabaya. Selanjutnya, mereka diseleksi menjadi 100 peserta lomba. Jumlah itu disaring lagi menjadi 20 besar, lalu menjadi lima besar.
Ada tiga kampung yang akhirnya menjadi juara dalam lomba tersebut. Yakni Kampung Kremil di RT 19, RW VI, Tambak Asri, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan (juara I); Kampung Kebraon, RT 2, RW XII, Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang (juara II); dan Kampung Manukan Kulon, RT 03, RW V, Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes (juara III).
Juara I diwakili Yaman Iswanto (ketua RT 19, RW VI, Tambak Asri), juara II diwakili Murtiningsih, dan juara III diwakili Muslichul Umam. Tiga wakil itu kemarin juga diundang ke acara peringatan HANI di Jakarta.
Penghargaan P4G yang diberikan kepada Jawa Pos itu diterima Pemimpin Redaksi Jawa Pos Rohman Budijanto. Selain Jawa Pos, ada dua media lagi yang mendapatkan penghargaan serupa. Yakni TV One dan koran Media Indonesia.
Dalam sambutannya, SBY mengatakan, semua elemen masyarakat harus terlibat dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman kejahatan narkoba. ’’Sekarang ini, ada 4 dari 100 orang di dunia terlibat narkoba. Mari kita selamatkan,’’ kata SBY.
Untuk memerangi narkoba, lanjut presiden, harus ada kerja sama dengan negara lain. Sebab, jaringan narkoba sudah menginternasional. Selain mengajak bangsa-bangsa di dunia bersama-sama memerangi narkoba, SBY juga mengajak masyarakat untuk melakukan pencegahan. ”Mari kita mulai dari keluarga. Pastikan keluarga kita terbebas dari kejahatan narkoba,” ujar SBY.
Selain memberikan penghargaan P4G kepada tiga media massa, SBY juga menyerahkan penghargaan serupa kepada tujuh orang. Mereka adalah Menpora Adhyaksa Dault yang melakukan deklarasi pemuda bersih narkoba. Juga, Ketua BNN Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Muhammad Nazar yang terlibat dalam pemusnahan lahan ganja.
Selain itu, ada Aisyah Dahlan, ketua Yayasan Sahabat Rekan Sebaya. Perempuan berjilbab ini dikenal sejak 1998 berperan aktif dalam program after care bagi mantan pecandu narkoba. Penerima lainnya adalah Rahmat Subagyo, kepala KPU Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok. Rahmat menemukan barang bukti narkoba terbanyak, yakni empat bungkus kokain 516,59 gram, 16 paket sabu 9.390 gram, dan 70 ribu pil ekstasi.
Ada juga Untung Subagyo, ketua Lapas Banjarmasin yang rajin melakukan pembinaan persuasif di lapas. Selain itu, ada dua perwira menengah Polri yang mendapatkan penghargaan. Yakni Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Arman Depari dan Direktur Narkoba Polda Sumatera Utara Kombes Pol Anjan Pramuka Putra.
Presiden juga menyerahkan buku braille tentang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba kepada Ariayani Soekarwo, seorang tunanetra.
Dalam peringatan HANI itu, Ketua BNN Bambang Hendarso Danuri yang juga menjabat sebagai Kapolri menobatkan lima duta antinarkoba. Mereka adalah Karenina Sunny Halim (Miss Indonesia 2009), Fryda Lusyana (staf setwapres, interpreter), Muhammad Farhan (presenter), Teuku Wisnu (artis), dan Rio Haryanto (pembalap). (jpnn)

0 komentar:

Mohon Klik Gambar Di bawah ini

Ringga Arie Suryadi. Diberdayakan oleh Blogger.