Klik Gambar

Jumat, 21 Januari 2011

SKRIPSI ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA LEMBAGA KEUANGAN YANG GO PUBLIC DI BEI



ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS
TERHADAP HARGA SAHAM PADA LEMBAGA
KEUANGAN YANG GO PUBLIC DI BEI
TAHUN 2004-2007





SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memenuhi
Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Surakarta




Disusun Oleh :


JANU WIDI WIASTA
B100060049


FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2010
HALAMAN PERSETUJUAN


Skripsi dengan judul :

ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM
PADA LEMBAGA KEUANGAN YANG GO PUBLIC DI BEI
TAHUN 2004-2007




























Surakarta, Desember 2009
Disetujui dan diterima oleh
Pembimbing



Zulfa Irawati, SE, M.Si
PENGESAHAN



Yang bertanda tangan dibawah ini telah membaca Skripsi dengan judul :

ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM
PADA LEMBAGA KEUANGAN YANG GO PUBLIC DI BEI
TAHUN 2004-2007

Yang disusun oleh :
Nama : Janu Widi Wiasta
NIM : B100060049
Telah dipertahankan didepan dosen penguji pada tanggal 26 Desember 2009
dan telah dinyatakan memenuhi syarat untuk diterima sebagai salah satu
persyaratan mencapai gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen.


















Surakarta, Desember 2009
Pembimbing



(Zulfa Irawati, SE, M.Si)
Mengetahui
Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Surakarta



(Drs. Syamsudin, MM)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
FAKULTAS EKONOMI
Jl. A. Yani Tromol Pos I Pabelan Kartasura Telp (0271) 717417 Surakarta – 57102




PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI


Saya yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama : JANU WIDI WIASTA
NIRM : 06.6.106.02016.50049
Jurusan : STUDI MANAJEMEN
Judul Skripsi : ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS
TERHADAP HARGA SAHAM PADA
LEMBAGA KEUANGAN YANG GO PUBLIC
DI BEI TAHUN 2004-2007

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya buat dan serahkan ini
merupakan hasil karya saya sendiri, kecuali kutipan-kutipan dan ringkasan-
ringkasan yang semuanya telah saya jelaskan sumbernya. Apabila dikemudian
hari terbukti dan atau dapat dibuktikan bahwa skripsi hasil jiplakan, maka saya
bersedia menerima sanksi apapun dari Fakultas Ekonomi dan atau gelar dan ijazah
yang diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta batal saya terima.






Surakarta, 26 Desember 2009
Yang Membuat Pernyataan




(JANU WIDI WIASTA)
MOTTO

All start is difficult.
Jadikalah hidupmu lebih berarti, jalani apa yang memang harus kamu
jalani dalam hidup ini walaupun seberat dan sesulit apapun, kita
harus tetap semangat.
“ Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan ”.
( Q.S. Ath Thalaq : 7 )
“ Hai orang — orang yang beriman, minta tolonglah kamu dengan
sabar dan sembahyang, sesungguhnya Allah SWT beserta orang —
orang sabar ”.
( Q.S. Al Baqarah : 153 )
“ Allah SWT akan meninggikan derajat orang — orang yang
beriman dan berilmu ”.
( Q.S. Al Mujadillah : 11 )






PERSEMBAHAN



















Karya ini penulis persembahkan untuk :
Eyang putri tercinta
Bapak dan Ibu tercinta.
Kakak dan saudara-saudaraku
Teman-temanku yang aku sayangi

KATA PENGANTAR
ﺷﺒ ـــــــــــ ﻦﻤﺤّﺮﻠاﷲاﻢ ا ﻢﻴﺤّﺮﻠ

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Segala puji syukur kehadirat Allah Swt atas segala rahmat serta
hidayah-Nya yang telah dilimpahkan dan dikaruniakan kepada penulis sehingga
dapat menuangkan sebuah karya yang berjudul “ANALISIS PENGARUH
PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA LEMBAGA
KEUANGAN YANG GO PUBLIC DI BEI TAHUN 2004-2007” sebagai salah
satu syarat dalam memperoleh gelar kesarjanaan pada Fakultas Ekonomi Jurusan
Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Selama mengadakan penelitian dan penyusunan skripsi , penulis tidak
lepas dari bantuan dari semua pihak yang telah benyak memberikan dorongan
sehingga penelitian ini dapat penulis selesaikan. Pada kesempatan ini, penulis
ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar – besarnya kepada :
1. Bapak Prof DR. H. Bambang Setiaji, M.Si. selaku Rektor Universitas
Muhammadiyah Surakarta.
2. Bapak Drs Syamsudin, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas
Muhammadiyah Surakarta.
3. Bapak Drs. Agus Muqorobin, MM selaku Kajur Fakultas Ekonomi
Jurusan Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta.
4. Bapak Lukman Hakim SE, M.Si selaku Dosen Pembimbing Akademik
yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
5. Ibu Zulfa Irawati, SE, Msi selaku Dosen Pembimbing skripsi yang telah
memberikan bimbingan dan pengarahan dengan sabar dalam penyusunan
skripsi ini.
6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas
Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan bekal dan pengetahuan
maupun petunjuk serta bimbingan selama penulis mengikuti kuliah di
Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
7. Bapak dan Ibuku tercinta yang penuh kasih sayang telah memberikan
dukungan moral maupun material yang tidak ternilai selama ini.
8. Kakak, adik – adik dan saudara-saudaraku yang telah memberikan
keceriaan sehingga penulis terhibur dan semangat kembali.
9. Seseorang yang spesial dalam hatiku, seandainya kamu tahu sampai
kapanpun aku akan tetap menyayangimu. Walaupun akhirnya harus
berakhir seperti ini aku ngak menyesal bisa kenal dan sama-sama kamu
walaupun cuma sebentar. Kalau kita memang ditakdirkan bersama Insya
Allah kita akan bersatu kembali. Amien.
10. Eyang putriku tercinta yang selalu mendo’akan cucu-cucunya sehingga
penulis bisa menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
11. Sahabat-sahabatku angkatan manajemen 2006 kelas A dan B : ARis
(terima kasih sekali sudah bantuin skripsi aku), AnNa (terima kasih Na
dulu aku sering pinjem catatan kamu dan kamu sudah bantu aku kalau aku
kurang paham tentang pelajaran), WuLaN, PujI, PiPiT (terima kasih Pipit
dulu aku sering pinjem catatan kamu), PuTri, SiTa, IstiqoMah, SeLy,
RisSa, AmbaRno, SyaI, AsEP, SiGit, SeTyo, DyNa (makasih Dyn sudah
banyak bantu aku, sayang sekali kita cuma bisa sama-sama sebentar)
RoNi, PanDa, FerRy, SatRia, DaNi, RiZaL, HarYo, FeRa, CahYanTi,
Pu3, Rio, AguS, DarMesTa, EdwIn, SasMiTo, GaDuk, TriE, AfriNa,
DeDy, FebRi, HaNif, AnGgoRo, MusTofa, BeAn, Ari, KaMaL, YoGa,
ArLina, LiLis, dan teman-teman lain yang tidak dapat disebutkan satu-
persatu. Terima kasih untuk kerjasamanya selama ini semoga persahabatan
kita akan abadi untuk selamanya. Aku sayang kalian semua.
12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses
penyusunan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa di dalam penulisan skripsi ini masih terdapat
banyak kelemahan dan kekurangan karena keterbatasan yang dimiliki oleh
penulis. Untuk itu penulis mengharapkan saran serta kritik yang membangun dari
segala pihak demi kesempurnaan skripsi ini, sehingga memberikan manfaat bagi
semua pihak. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi
semua pihak.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.




Surakarta, Desember 2009
Penulis



( Janu Widi Wiasta )
ABSTRAKSI


Dalam melakukan investasi di pasar modal investor memerlukan informasi
yang akurat sehingga investor tidak terjebak pada kondisi yang merugikan karena
investasi di bursa efek merupakan jenis investasi dengan resiko yang relatif tinggi,
meskipun menjanjikan keuntungan yang relatif besar. Informasi-informasi yang
diperlukan yaitu mengetahui variabel-variabel apa saja yang mempengaruhi
terjadinya fluktuasi harga saham dan juga mengetahui bagaimana bentuk
hubungan antar variabel-variabel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji
pengaruh signifikansi rasio profitabilitas terhadap harga saham pada lembaga
keuangan yang tercatat sahamnya di BEI periode tahun 2004 sampai dengan tahun
2007 dimana variabel profitabilitas meliputi Return On Asset (ROA), Return On
Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), dan Net Profit Margin (NPM)
sedangkan yang menjadi variabel dependen yaitu harga saham pada lembaga
keuangan di BEI.
Penelitian ini adalah jenis penelitian studi empiris, dimana data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data sekunder. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh lembaga keuangan yang terdaftar di BEI pada
periode 2004 sampai dengan 2007, yang berjumlah 72 perusahaan. Jumlah sampel
yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 lembaga keuangan dengan
teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Uji
asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, multikolinearitas,
heteroskedastisitas dan autokorelasi. Analisis data menggunakan analisis regresi
linier berganda, uji F (F test), uji t (t test), dan uji koefisien determinasi. Analisis
data dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan
software SPSS 11
Hasil analisis terhadap ROA pada lembaga keuangan menunjukkan bahwa
ROA berpengaruh negatif dan signifikan. Hasil analisis terhadap ROE pada
lembaga keuangan menunjukkan bahwa ROE berpengaruh positif namun tidak
signifikan. Hasil analisis terhadap EPS menunjukkan bahwa EPS pada lembaga
keuangan berpengaruh positif dan signifikan. Hasil analisis terhadap NPM
menunjukkan bahwa NPM pada lembaga keuangan berpengaruh positif namun
tidak signifikan.
Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh variabel ROA dan EPS
berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham pada derajat keyakinan 5%.
Sedangkan variabel ROE dan NPM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap
harga saham pada derajat keyakinan 5%. Selain itu diperoleh hasil Earning Per
Share merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap harga saham
pada lembaga keuangan. Hasil penelitian ini diperoleh nilai adjusted R square
0,561 yang berarti bahwa Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE),
Earning Per Share (EPS), dan Net Profit Margin (NPM) memberikan sumbangan
sebesar 56,1%, terhadap harga saham lembaga keuangan di Bursa Efek Indonesia
tahun 2004-2007, sedangkan sisanya sebesar 43,9% dapat dijelaskan oleh variabel
yang lain di luar model.

Kata kunci : Harga saham, Return on Asset, Return on Equity, Earning Per Share,
dan Net Profit Margin
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ................................................................................ i
HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................... iii
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ............................ iv
HALAMAN MOTTO ............................................................................... v
HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................... vi
KATA PENGANTAR ............................................................................... vii
ABTRAKSI ................................................................................................ x
DAFTAR ISI .............................................................................................. xi
DAFTAR TABEL ..................................................................................... xiv
DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .................................................................. 1
B. Perumusan Masalah ......................................................................... 4
C. Tujuan Penelitian ............................................................................. 5
D. Manfaat Penelitian ........................................................................... 5
E. Sistematika Penulisan ...................................................................... 6
BAB II LANDASAN TEORI
A. Pasar Modal ..................................................................................... 8
1. Pengertian Pasar Modal ....................................................... 8
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan
Pasar Modal ......................................................................... 10
3. Jenis Pasar Modal ................................................................ 13
4. Instrumen Pasar Modal ........................................................ 16
B. Saham .............................................................................................. 18
1. Pengertian Saham ................................................................ 18
2. Jenis Saham ......................................................................... 18
3. Keuntungan dan Resiko dalam Investasi Saham ................. 20
C. Rasio Keuangan ............................................................................... 21
1. Pengertian rasio Keuangan .................................................. 21
2. Jenis Rasio Keuangan .......................................................... 22
D. Penelitian Terdahulu ....................................................................... 24
E. Hipotesis .......................................................................................... 26
BAB III METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian ............................................................................. 27
B. Kerangka Pikir ................................................................................. 27
C. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel .............................. 30
D. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling ......................................... 33
E. Data dan Sumber Data ..................................................................... 34
F. Teknik Pengumpulan Data .............................................................. 35
G. Metode Analisis Data ...................................................................... 35
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data ............................................................................... 45
B. Pengujian Asumsi Klasik .............................................................. 48
1. Uji Normalitas ..................................................................... 49
2. Uji Multikolinieritas ............................................................ 49
3. Uji heteroskedastisitas ......................................................... 50
4. Uji Autokorelasi .................................................................. 51
5. Uji Normalitas Model Ln .................................................... 52
6. Uji Multikolinieritas Model Ln ........................................... 53
7. Uji heteroskedastisitas Model Ln ........................................ 54
8. Uji Autokorelasi Model Ln ................................................. 55
C. Pengujian Hipotesis ....................................................................... 56
1. Analisis Regresi Linier Berganda Model Pertama .............. 57
2. Analisis Regresi Linier Berganda Model Ln ....................... 58
3. Uji t ...................................................................................... 60
4. Uji F ..................................................................................... 61
5. Uji Koefisien Determinasi ................................................... 62
D. Pembahasan ................................................................................... 63
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ..................................................................................... 67
B. Keterbatasan Penelitian ................................................................... 68
C. Saran ................................................................................................ 68
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN




DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 4.1 Tabel Deskripsi Data ................................................................... 46
Tabel 4.2 Tabel Hasil Uji Normalitas ......................................................... 49
Tabel 4.3 Tabel Hasil Uji Multikolinieritas ................................................ 50
Tabel 4.4 Tabel Hasil Uji Heteroskedastisitas ............................................ 51
Tabel 4.5 Tabel Hasil Uji Normalitas Model Ln ........................................ 53
Tabel 4.6 Tabel Hasil Uji Multikolinieritas Model Ln ............................... 54
Tabel 4.7 Tabel Hasil Uji Heteroskedastisitas Model Ln ........................... 55
Tabel 4.8 Tabel Hasil Regresi Linier Berganda .......................................... 56
Tabel 4.9 Tabel Hasil Regresi Linier Berganda Model Ln ......................... 58
Tabel 4.2.1 Tabel Hasil Uji t ....................................................................... 60












DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 3.1. Kerangka Pemikiran ............................................................... 27




















BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pasar modal merupakan sarana untuk melakukan investasi yaitu
memungkinkan para pemodal (investor) untuk melakukan diversifikasi
investasi, membentuk portofolio sesuai dengan resiko yang bersedia mereka
tanggung dan tingkat keuntungan yang diharapkan. Investasi pada sekuritas
juga bersifat likuid (mudah dirubah). Oleh karena itu, penting bagi suatu
perusahaan untuk selalu memperhatikan kepentingan para pemilik modal
dengan jalan memaksimalkan nilai perusahaan, karena nilai perusahaan
merupakan ukuran keberhasilan atas pelaksanaan fungsi-fungsi keuangan.
Pada dasarnya investor mengukur kinerja perusahaan berdasarkan
kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki untuk
menghasilkan keuntungan. Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba
dalam kegiatan operasinya merupakan fokus utama dalam penilaian kinerja
perusahaan, karena laba merupakan indikator kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajibannya kepada para penyandang dana. Jika suatu
perusahaan memiliki kinerja keuangan yang baik maka investor akan
menanamkan modalnya, karena bisa dipastikan akan memperoleh keuntungan
dari penanaman modal tersebut. Penilaian kinerja keuangan perusahaan yang
digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dari investasi yang dilakukan disebut sebagai rasio
profitabilitas. Tingkat profitabilitas pada analisis fundamental biasanya
diukur dari beberapa aspek, yaitu ROS (Return On Sales), EPS (Earning Per
Share), ROA (Return On Asset) maupun ROE (Return On Equity).
Dalam melakukan investasi di pasar modal investor memerlukan
informasi yang akurat sehingga investor tidak terjebak pada kondisi yang
merugikan karena investasi di bursa efek merupakan jenis investasi dengan
resiko yang relatif tinggi, meskipun menjanjikan keuntungan yang relatif
besar. Informasi-informasi yang diperlukan yaitu mengetahui variabel-
variabel apa saja yang mempengaruhi terjadinya fluktuasi harga saham dan
juga mengetahui bagaimana bentuk hubungan antar variabel-variabel
tersebut. Dengan mengetahui pengaruh variabel-variabel tersebut, investor
dapat memilih perusahaan yang benar-benar dianggap sehat sebagai tempat
menanamkan modalnya.
Model analisis saham ada dua, yaitu : model analisis fundamental dan
model analisis teknikal. Model analisis fundamental merupakan model
analisis harga saham yang paling sering digunakan. Untuk dapat melakukan
analisis fundamental ini maka diperlukan laporan keuangan emiten yang
menunjukan kinerja perusahaan tersebut. Sedangkan analisis teknikal
digunakan untuk memprediksi harga saham berdasarkan data masa lalu dari
perusahaan itu sendiri. Asumsi dari analisis ini adalah bahwa pola fluktuasi
harga saham masa lalu akan terulang kembali di masa depan. Variabel-
variabel tersebut akan membentuk kekuatan pasar yang berpengaruh terhadap
transaksi saham perusahaan sehingga harga saham perusahaan akan
mengalami berbagai kemungkinan kenaikan maupun penurunan harga.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh rasio profitabilitas
terhadap harga saham pada lembaga keuangan yang tercatat sahamnya di BEI
periode tahun 2004 sampai dengan tahun 2007. Variabel - variabel penelitian
yang digunakan adalah rasio ROA, karena rasio ini mencerminkan seberapa
banyak laba bersih yang bisa diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki
perusahaan. Bagi investor jangka panjang akan sangat berkepentingan dengan
analisa profitabilitas ini. ROE, karena rasio ini mengukur efektivitas
manajemen bedasarkan hasil pengembalian yng dihasilkan dari penjualan dan
investasi. Dalam hal ini investor melihat seberapa jauh kemampuan
perusahaan dalam mengelola modal sendiri untuk menghasilkan laba bersih.
Rasio EPS memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan bersih dalam setiap lembar saham. EPS
mempunyai pengaruh yang kuat terhadap harga saham, dan ketika EPS
meningkat maka harga saham juga akan meningkat, demikian pula
sebaliknya. Rasio NPM ini dapat dipergunakan untuk mengukur seberapa
besar laba bersih yang dapat diperoleh dari setiap rupiah penjualan
perusahaan. Disamping itu rasio ini juga bermanfaat untuk mengukur tingkat
efisiensi total pengeluaran biaya-biaya dalam perusahaan. semakin efisien
suatu perusahaan dalam pengeluaran biaya-biayanya, maka semakin besar
tingkat keuntungan yang akan diperoleh perusahaan tersebut.
Dalam penelitian ini peneliti memilih lembaga keuangan sebagai
sampel yang diteliti karena lembaga keuangan sangat diperlukan dalam
perekonomian modern saat ini dan sebagai mediator antara kelompok
masyarakat yang kelebihan dana (rumah tangga) dan kelompok masyarakat
yang memerlukan dana (pengusaha). Selain itu lembaga keuangan juga
mempunyai cakupan yang lebih luas yaitu Lembaga Keuangan Bank (LKB)
dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) sehingga nantinya diharapkan
hasil penelitian ini bersifat lebih umum.
Dalam kerangka ilmiah penelitian yang dilakukan, disadari bahwa
faktor-faktor fundamental sangat luas dan komplek cakupannya. Tidak hanya
meliputi kondisi internal perusahaan, tetapi juga kondisi makro ekonomi yang
berada dalam luar kendali perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini hanya
dibatasi pada rasio profitabilitas perusahaan yang diwakili oleh empat rasio
keuangan yaitu ROA, ROE, EPS, dan NPM seperti yang pernah digunakan
dalam penelitian Imron Rosyadi (2002) dan Wibowo (2003).
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “Analisis
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga Saham Pada Lembaga
Keuangan Yang Go Public Di BEI”.

B. Perumusan Masalah
1. Apakah variabel-variabel Return On Asset (ROA), Return Of Equity
(ROE), Earning Per Share (EPS), dan Net Profit Margin (NPM),
berpengaruh signifikan secara parsial terhadap harga saham pada lembaga
keuangan yang go public di BEI ?
2. Apakah variabel-variabel Return On Asset (ROA), Return Of Equity
(ROE), Earning Per Share (EPS), dan Net Profit Margin (NPM),
berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap harga saham pada
lembaga keuangan yang go public di BEI?
3. Diantara variabel-variabel independen tersebut, variabel mana yang paling
besar mempengaruhi harga saham pada lembaga keuangan yang go public
di BEI ?

C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui signifikansi ROA, ROE, EPS, dan NPM, secara parsial
terhadap harga saham.
2. Untuk mengetahui pengaruh signifikansi ROA, ROE, EPS, dan NPM,
secara bersama-sama terhadap harga saham.
3. Untuk mengetahui variabel independen yang paling besar mempengaruhi
harga saham.

D. Manfaat Penulisan
1. Bagi Lembaga Keuangan yang Go Public di BEI
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan bahan pertimbangan
membuat kebijakan dalam bidang keuangan di masa yang akan datang.
2. Bagi Investor
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan para investor sebagai
salah satu referensi dalam pengambilan keputusan penanaman modal yang
akan dilakukan pada lembaga keuangan yang go public di BEI.


3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran
untuk mengadakan penelitian lanjutan di masa yang akan datang.

E. Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah pemahaman penelitian, penelaah pnelitian dan
agar pembahasan penelitian dapat mencapai tujuan dan dapat terarah maka
skripsi ini disusun dengan sistematika pembahasan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah,
perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan
sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini menguraikan teori-teori yang relevan dan mendasari
penelitian yang dilakukan serta dipergunakan sebaagi dasar untuk
menganalisis data-data yang diperoleh dari perusahaan, review
terhadap penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya dan
perumusan hipotesis.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini menguraikan tentang desain penelitian, kerang pemikiran,
definisi operasional dan pengukuran variabel, populasi, sampel,
dan teknik sampling, data dan sumber data, teknik pengumpulan
data, dan metode analisis data.

BAB IV ANALISIS DATA dan PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang gambaran umum subyek penelitian, hasil
analisis data dan pembahsan data sesuai metode yang digunakan.
BAB V PENUTUP
Berisi kesimpulan dari serangkaian pembahsan skripsi
berdasarkan analisis yang telah dilakukan, keterbatasan penelitian
serta saran-saran untuk disampaikan kepada obyek penelitian atau
bagi peneliti selanjutnya.
































BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pasar Modal
1. Pengertian Pasar Modal
Pasar dapat diartikan sebagai tempat bertemunya penjual dan
pembeli untuk saling mengadakan pertukaran barang dan jasa, sedangkan
pasar modal merupakan suatu jenis pasar dimana para investor melakukan
kegiatan menjual atau membeli sekuritas atau surat-surat berharga.
Pengertian pasar modal menurut Tandelilin (2001) adalah
“pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak
yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas.
Dengan demikian, pasar modal juga bisa diartikan sebagai pasar untuk
memperjualbelikan sekuritas yang umummya memiliki umur lebih dari
satu tahun, seperti saham dan obligasi”.

Menurut Husnan (2003) secara formal pasar modal dapat
didefinisikan sebagai “pasar untuk berbagai instrument keuangan (atau
sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjual belikan, baik dalam
bentuk hutang ataupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh
pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta”.

Sedangkan pengertian pasar modal menurut Suhartono dan
Fadlillah (2009) “pasar modal adalah kegiatan yang berkaitan dengan
penawaran umum dan perdagangan efek perusahaan publik yang
diterbitkannya serta lembaga dan profesi yang berkitan dengan efek”.

Dari definisi-definisi diatas dapat ditarik kesimpulan, bahwa pasar
modal merupakan tempat yang terorganisir yang mempertemukan antara
pihak penawar dengan pihak pembeli instrumen keuangan jangka panjang,
baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri.
Pasar modal merupakan bagian dari pasar finansial, yaitu yang
berhubungan dengan supply dan demand akan dana jangka panjang.
Dengan demikian, pasar modal juga menjalankan fungsi ekonomi dan
keuangan. Fungsi ekonomi berarti mengalokasikan dana secara efisien dari
pihak yang mempunyai dana ke pihak yang memerlukan dana. Fungsi
keuangan ditunjukkan dari kemungkinan memperoleh imbalan bagi
pemilik dana sesuai dengan karakteristik investasi yang mereka pilih.
Selain itu pasar modal juga dapat berfungsi sebagai lembaga perantara
(intermediares), yaitu suatu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai
perantara pemindahan dana dari pihak yang kelebihan dana (surplus
spending unit) kepada pihak yang membutuhkan dana (deficit spending
unit). Kegiatan di pasar modal ini mendorong terciptanya alokasi dana
yang efisien, karena dengan adanya pasar modal, investor sebagai pihak
yang kelebihan dana dapat memilih alternatif investasi yang memberikan
returns yang paling optimal. Asumsinya, investasi yang memberikan
returns relatif besar adalah sektor-sektor yang paling produktif yang ada di
pasar.
Dengan potensinya yang semakin besar untuk memobilisasi dana,
pasar modal memiliki arti yang strategis bagi pembangunan perekonomian
nasional. Manfaat pasar modal bagi pembangunan nasional secara
langsung adalah :
a. Memperbaiki struktur permodalan perusahaan
b. Membangkitkan efisiensi alokasi sumber-sumber dana
c. Menunjang terciptanya perekonomian yang sehat
d. Meningkatkan penerimaan negara
e. Dapat mengurangi utang luar negeri swasta
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pasar Modal
Suatu pasar modal akan berhasil bila ditunjang oleh faktor-faktor
pendukung, baik dalam pasar modal maupun dari luar pasar modal.
Menurut Husnan (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan
pasar modal adalah :
a. Supply sekuritas
Faktor ini berarti harus banyak perusahaan yang bersedia menerbitkan
sekuritas di pasar modal.
b. Demand akan sekuritas
Faktor ini berarti harus terdapat anggota masyarakat yang memiliki
junlah dana yang cukup besar untuk dipergunakan membeli sekuritas-
sekuritas yang ditawarkan.
c. Kondisi politik dan ekonomi
Kondisi politik yang stabil akan ikut membantu pertumbuhan ekonomi
yang pada akhirnya mempengaruhi supply dan demand akan sekuritas.
d. Masalah hukum dan peraturan
Kebenaran informasi yang disediakan oleh peusahaan-perusahaan yang
menerbitkan sekuritas menjadi sangat penting, disamping kecepatan dan
kelengkapan informasi. Oleh karena itu, peraturan yang melindungi
pemodal (investor) dari informasi yang tidak benar dan menyesatkan
sangat diperlukan.
e. Keberadaan lembaga yang mengatur dan mengawasi pasar modal
Kegiatan dipasar modal pada dasarnya merupakan kegiatan yang
dilakukan oleh pemilik dana dan pihak yang memerlukan dana secara
langsung. Dengan demikian maka peran informasi yang dapat
diandalkan kebenarannya dan cepat tersedianya menjadi sangat penting.
Maka dari itu diperlukan berbagai lembaga dan profesi yang menjamin
persyaratan-persyaratan tersebut dapat dipenuhi.
Berbagai lembaga dan profesi yang diperlukan agar kegiatan pasar modal
dapat berjalan dengan baik adalah sebagai berikut :
a. BAPEPAM
BAPEPAM merupakan singkatan dari Badan Pengawasan Pasar Modal.
Badan ini dibentuk oleh pemerintah untuk mengawasi pasar modal
Indonesia.
b. Bursa Efek
Bursa efek adalah lembaga yang menyelenggarakan perdagangan efek.
Di bursa inilah dilakukan jual beli saham dengan menggunakan jasa
perusahaan efek yang menjadi anggota bursa tersebut.
c. Lembaga Kliring dan Penjamin.
Lembaga ini menyediakan jasa kliring dan penjaminan transaksi bursa.
Lembaga ini melakukan jasa kliring untuk jual beli efek di bursa efek.
d. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian
Lembaga ini merupakan lembaga yang menyediakan jasa kustodian
(penyimpanan efek) sentral dan penyelesaian transaksi efek.
e. Perusahaan Efek
Perusahaan Efek dapat menjalankan usaha sebagai Penjamin Emisi
Efek, Perantara Perdagangan Efek dan Manajer Investasi setelah
memperoleh izin usaha dari BAPEPAM.
f. Reksadana
Reksadana merupakan wadah yang dipergunakan untuk menghimpun
dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diivestasikan dalam
portofolio efek oleh manajer investasi.
g. Kustodian
Yang dapat menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai Kustodian
(penitipan efek) adalah Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian,
Perusahaan Efek, atau Bank Umum yang telah memperoleh persetujuan
BAPEPAM. Kustodian menyelenggarakan kegiatan penitipan
bertanggung jawab untuk menyimpan efek milik pemegang rekening
dan memenuhi kewajiban lain sesuai dengan kontak antara Kustodian
dan pemegang rekening tadi.
h. Wali Amanat (Trustee)
Jasa Wali Amanat diperlukan untuk penerbitan obligasi. Wali Amanat
akan melakukan penilaian tehadap keamanan obligasi yang dibeli oleh
pemodal.

i. Akuntan Publik
Peran Akuntan Publik adalah memeriksa laporan keuangan dan
memberikan pendapat terhadap laporan keuangan.

j. Underwriter
Underwriter akan menjamin penjual sekuritas yang diterbitkan oleh
suatu emiten. Bila underwriter memberikan jaminan full commitment
maka semua sekuritas dijamin akan terjual semua. Bila tidak terjual,
underwriter itulah yang akan membeli sisanya.

k. Notaris
Jasa notaris diperlukan untuk membuat berita acara Rapat umum
Pemegang Saham (RUPS) dan menyusun pernyataan keputusan-
keputusan RUPS.

l. Konsultan Hukum
Konsultan hukum diperlukan jasanya agar jangan sampai perusahaan
yang menerbitkan sekuritas di pasar modal ternyata terlibat
persengketaan hukum dengan pihak lain.

m. Penilai (Appraisal)
Penilai merupakan perusahaan yang melakukan penilaian terhadap
aktiva tetap perusahaan, untuk memperoleh nilai yang dipandang wajar.

3. Jenis Pasar Modal
Jenis pasar modal menurut Tandelilin (2001:14-17) adalah sebagai
berikut :

a. Pasar Perdana
Pasar perdana terjadi pada saat perusahaan emiten menjual
sekuritasnya kepada investor umum untuk pertama kalinya. Sebelum
menawarkan saham kepasar perdana, perusahaan emiten sebelumnya
akan mengeluarkan informasi mengenai perusahaan secara detail
(disebut juga dengan prospektus). Prospektus berfungsi untuk
memberikan informasi mengenai kondisi perusahaan kepada calon
investor, sehingga dengan adanya informasi tersebut maka investor
akan mengetahui prospek perusahaan dimasa datang, dan selanjutnya
tertarik untuk membeli sekuritas yang diterbitkan oleh emiten.
Dalam menjual sekuritasnya, perusahaan pada umumnya
menggunakan jasa profesional dan lembaga pendukung pasar modal,
untuk membantu menyiapkan berbagai dokumen serta persyaratan yang
diperlukan untuk go public. Proses perdagangan dipasar perdana
dimulai dari tersedianya peran jasa profesional dan lembaga pendukung
pasar modal. Dalam proses penjualan sekuritas di pasar perdana, salah
satu profesi pendukung pasar modal yang berperan penting adalah
penjamin (underwriter). Penjamin yang ditunjuk oleh perusahaan akan
membantu memasarkan sekuritas tersebut kepada calon investor. Dalam
prakteknya, ada sebagian penjamin melakukan perjanjian dengan
perusahaan untuk bertanggungjawab terhadap penjualan saham emiten
secara keseluruhan, sehingga risiko tidak terjualnya saham emiten akan
ditanggung sepenuhnya oleh penjamin tersebut.
Profesi dan lembaga penunjang pasar modal lainnya yang berperan
dalam proses penawaran umum diantaranya adalah akuntan publik,
notaris dan konsultan hukum. Proses selanjutnya, setelah semua
dokumen lengkap, emiten akan menyerahkan pernyataan pendaftaran
kepada BAPEPAM. BAPEPAM akan mempelajari dokumen tersebut
dan melakukan evaluasi terhadap tiga aspek yaitu kelengkapan
dokumen, kejelasan dan kecukupan informasi serta pengungkapan
aspek manajemen, keuangan, akuntansi dan legalitas. Setelah mendapat
pernyataan pendaftaran efektif dari BAPEPAM, maka emiten bersama
dengan profesional dan lembaga penunjang pasar modal lainnya bisa
melakukan penawaran umum di pasar perdana.

b. Pasar Sekunder
Setelah sekuritas emiten dijual di pasar perdana, selanjutnya
sekuritas emiten tersebut kemudian bisa diperjualbelikan oleh dan antar
investor di pasar sekunder. Dengan adanya pasar sekunder, investor
dapat melakukan perdagangan sekuritas untuk mendapatkan
keuntungan. Oleh karena itu, pasar sekunder memberikan likuiditas
kepada investor, bukan kepada perusahaan seperti di pasar perdana.
Pasar sekunder biasanya dimanfaatkan untuk perdagangan saham biasa,
saham preferen, obligasi, waran maupun sekuritas derivatif (opsi dan
futures). Sedangkan untuk kasus di Indonesia, sekuritas yang umum
diperdagangkan di pasar sekunder adalah saham biasa, saham preferen,
obligasi, obligasi konversi, waran, bukti right dan reksadana.

Perdagangan di pasar sekunder dapat dilakukan di dua jenis pasar, yaitu
pasar lelang (auction market) dan pasar negosiasi (negotiated market).

1) Pasar Lelang (auction market)
Pasar sekunder yang merupakan pasar lelang adalah pasar sekuritas
yang melibatkan proses pelelangan (penawaran) pada sebuah lokasi
fisik. Transaksi antara pembeli dan penjual menggunakan perantara
broker yang mewakili masing-masing pihak pembeli atau penjual.
Jadi, investor tidak dapat melakukan transaksi secara langsung,
namun harus melalui perantara yang disebut sebagai broker.

2) Pasar Negoisasi (negotiated market)
Pasar negosiasi terdiri dari jaringan berbagai dealer yang
menciptakan pasar tersendiri di luar lantai bursa bagi sekuritas,
dengan cara membeli dari dan menjual ke investor. Pasar negosiasi
sering juga disebut sebagai over the counter market (OTC) atau di
Indonesia dikenal dengan bursa pararel. Transaksi yang dilakukan di
bursa pararel, tidak dikelola oleh suatu organisasi perdagangan yang
formal dan terstruktur seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa
Efek surabaya (BES), namun transaksi terjadi di luar bursa dan
terhubung secara elektronik antara berbagai dealer yang terlibat.

4. Instrumen Pasar Modal
Beberapa sekuritas yang umumnya diperdagangkan di pasar modal
menurut (Tandelilin, 2001:18) adalah saham, obligasi, reksadana, dan
instrumen derivatif.

a. Saham
Saham merupakan surat bukti bahwa kepemilikan atas aset-aset
perusahaan yang menerbitkan saham. Dengan memiliki saham suatu
perusahaan, maka investor akan mempunyai hak terhadap pendapatan
dan kekayaan perusahaan, setelah dikurangi dengan pembayaran semua
kewajiban perusahaan. Saham merupakan salah satu jenis sekuritas
yang cukup populer diperjualbelikan di pasar modal.

b. Obligasi
Obligasi meupakan sekuritas yang memberikan pendapatan dalam
jumlah tetap kepada pemiliknya. Pada saat membeli obligasi, investor
sudah dapat mengetahui dengan pasti berapa pembayaran bunga yang
akan diperolehnya secara periodik dan berapa pembayaran kembali nilai
(value) pada saat jatuh tempo.

c. Reksadana
Reksadana (mutual fund) adalah sertifikat yang menjelaskan bahwa
pemiliknya menitipkan sejumlah dana kepada perusahaan reksadana,
untuk digunakan sebagai modal berinvestasi baik di pasar modal
maupun di pasar uang.

d. Instrumen derivatif
Instrumen derivatif merupakan sekuritas yang nilainya merupakan
turunan dari suatu sekuritas lain, sehingga nilai instrumen derivatif
sangat tergantung dari harga sekuritas lain yang ditetapkan sebagai
patokan. Ada beberapa jenis instrumen derivatif, di antaranya waran,
bukti right (right issue), opsi dan futures.

1) Waran
Waran adalah opsi yang diterbitkan oleh perusahaan untuk membeli
saham dalam jumlah dan harga yang telah ditentukan dalam jangka
waktu tertentu, biasanya dalam beberapa tahun.

2) Right issue
Right issue adalah instrumen derivatif yang berasal dari saham. Right
issue memberikan hak bagi pemiliknya untuk membeli sejumlah
saham baru yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan harga tertentu.

3) Opsi
Opsi merupakan hak untuk membeli dan menjual sejumlah saham
tertentu pada harga yang telah ditentukan. Opsi dapat berupa call
option atau put option. Call option memberikan hak kepada
pemiliknya untuk membeli saham yang telah ditentukan dalam
jumlah dan harga tertentu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.
Sebaliknya put option memberikan hak-hak untuk menjual saham
yang ditunjuk pada harga dan jumlah tertentu pada jangka waktu
yang telah ditetapkan, sehingga penerbit dan pembeli opsi
mempunyai harapan yang berbeda.

4) Futures
Futures pada dasarnya hampir mempunyai karakteristik sang sama
dengan opsi. Perbedaannya adalah bahwa pada instrumen opsi,
pembeli diperbolehkan untuk tidak melaksanakan haknya, sedangkan
pada futures pembeli harus melaksanakan kontrak perjanjian yang
telah disepakati .

B. Saham
1. Pengertian saham
Pengertian saham menurut Sutrisno (2008:310) adalah “bukti
kepemilikan bagian modal atau tanda penyertaan modal pada
perseroan terbatas, yang memberi hak menurut besar-kecilnya modal
yang disetor. Saham juga didefinisikan sebagai tanda penyertaan badan
usaha suatu perusahaan. Selembar saham adalah selembar kertas yang
menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik (berapapun
porsinya) dari suatu perusahaan yang menerbitkan saham tersebut,
sesuai dengan porsi kepemilikan yang tertera pada saham”.

2. Jenis saham
a. Saham Preferen
Saham preferen merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan
antara obligasi dan saham biasa. Adapun beberapa hak yang dimiliki
oleh pemegang saham biasa adalah sebagai berikut :

1) Hak preferen terhadap deviden
Pemegang saham preferen mempunyai hak untuk menerima dividen
terlebih dahulu dibandingkan dengan pemegang saham biasa

2) Hak dividen komulatif
Hak yang diberikan kepada pemegang saham prefern untuk
menerima dividen tahun-tahun yang belum dibayarkan sebelum
pemegang saham biasa menerima dividennya.

3) Hak preferen pada waktu likuidasi
Hak yang diberikan kepada pemegang saham preferen untuk
mendapatkan terlebih dahulu aktiva peusahaan, dibandingkan
pemegang saham biasa apabila terjadi likuidasi.

b. Saham Biasa
Saham biasa merupakan saham yang dikeluarkan oleh perusahaan
dalam satu kelas saja. Adapun beberapa hak yang dimilki oleh
pemegang saham biasa adalah sebagai berikut :

1) Hak kontrol
Merupakan hak pemegang saham biasa untuk memilih pimpinan
perusahaan.

2) Hak menerima pembagian keuntungan
Adalah hak pemegang saham biasa untuk mendapatkan bagian dari
keuntungan perusahaan.

3) Hak preemptive
Adalah hak untuk mendapatkan prosentase kepemilikan saham bila
perusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham.

3. Keuntungan dan Resiko dalam Investasi Saham
Keuntungan membeli saham menurut Tandelillin (2001) adalah
sebagai berikut :

a. Dividen
Merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan per
lembar saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan,
dimana dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang
saham dan RUPS.

b. Capital Gain
Merupakan selisih antara harga beli dengan harga jual, dimana harga
jual saham harus lebih tinggi dari pada harga beli saham.

c. Saham Bonus
Merupakan saham yang dibagikan perusahaan kepada para pemegang
saham yang diambil dari agio saham.

d. Agio Saham
Merupakan selisih antara harga jual terhadap harga nominal tersebut
pada saat perusahaan melakukan penawaran umum di pasar perdana.
Risiko membeli saham menurut Tandelillin (2001) adalah sebagai
berikut :

a. Risiko suku bunga
Risiko yang disebabkan oleh perubahan suku bunga, dimana suku
bunga dengan harga sebuah sekuritas memiliki hubungan negative
(berbalik) artinya jika suku bunga pasar meningkat, maka
mengakibatkan harga suatu sekuritas mengalami penurunan.

b. Risiko pasar
Risiko pasar adalah fluktuasi pasar secara keseluruhan yang
mempengaruhi variabilitas returns suatu investasi.

c. Risiko finansial
Risiko yang berhubungan dengan keputusan perusahaan untuk
menggunakan hutang dalam pembiayaan aset-aset perusahaan.

d. Risiko likuiditas
Risiko kesulitan untuk membeli atau menjual asset pada harga yang
wajar dan dalam jangka waktu yang panjang.

e. Risiko bisnis
Risiko yang berkaitan dengan karakteristik dari industri dimana
perusahaan beroperasi.

f. Risiko nilai tukar mata uang
Risiko yang berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar mata uang domestik
(tempat perusahaan beroperasi) dengan nilai mata uang negara lainnya.

C. Rasio Keuangan
1. Pengertian rasio keuangan
Pengertian rasio keuangan menurut Sutrisno (2008:210) adalah
“suatu cara untuk melakukan perbandingan data keuangan perusahaan
agar menjadi lebih berarti, dengan mempergunakan perhitungan-
perhitungan rasio kuantitatif yang disajikan dalam neraca maupun laba
rugi.”

Rasio keuangan menjadi dasar untuk menjawab beberapa
pertanyaan penting mengenai kesehatan keuangan dari perusahaan
tersebut. Pertanyaan tersebut meliputi likuiditas perusahaan, kemampuan
manajemen memperoleh laba dari penggunaan aktiva perusahaan, dan
kemampuan manajemen perusahaan untuk mendanai investasinya, serta
hasil yang dapat diperoleh para pemegang saham dari investasi yang
dilakukannya kedalam perusahaan.

2. Jenis rasio keuangan
Sejumlah rasio yang tidak terbatas banyaknya dapat dihitung, akan
tetapi dalam prakteknya cukup digunakan beberapa jenis rasio saja.
Meskipun rasio-rasio merupakan alat yang sangat berguna, tetapi tidak
terlepas dari beberapa kelemahan dan harus digunakan dengan hati-hati.
Karena perbedaan tujuan dan harapan yang ingin dicapai, maka analisis
keuangan juga beragam. Jenis rasio keuangan dikelompokan ke dalam
lima kelompok menurut ( Sutrisno, 2008:215) tetapi dalam penelitian ini
peneliti hanya memakai rasio profitabilitas saja yaitu :

• Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio keuangan yang digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam
hubungannya dengan penjualan, total aktiva, investasi, maupun modal
sendiri. Yang tergolong dalam kelompok rasio ini adalah Net Profit
Margin ( NPM ), Return On Assets (ROA ), dan Return on Equity
(ROE).

1) Net Profit Margin
Adalah rasio antar laba setelah pajak dengan penjualan yang
mengukur laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah penjulan.
Disamping itu rasio ini juga digunakan untuk menghitung sejauh
mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat
penjualan tertentu. Jadi semakin tinggi net profit margin, maka akan
semakin baik kinerja operasional perusahaan.
Rumus :

Penjualan
pajak setelah Laba-arg = in m profit Net

2) Return On Asset (ROA)
Adalah rasio keuangan yang menunjukan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dan aktiva yang dipergunakan. Semakin tinggi
rasio ini, maka akan semakin baik keadaan suatu perusahan, begitu
pula sebaliknya.
Rumus :
aktiva Total-pajak setelah Laba= ROA

3) Return On Equity (ROE)
Adalah rasio keuangan perusahaan yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan memperoleh laba bersih yang tersedia bagi
pemegang saham perusahan. Rasio ini dipengaruhi oleh besar
kecilnya hutang perusahaan, apabila proporsi hutang makin besar
maka rasio ini juga akan semakin besar.
Rumus :
Sendiri Modal-pajak setelah Laba= ROE



D. Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian mengenai manfaat rasio keuangan sudah pernah
dilakukan sebelumnya. Penelitian tersebut antara lain dilakukan oleh Sarjana
(1999) yang meneliti pengaruh Earning per share (EPS), dan Dividend Per
Share (DPS) terhadap harga saham biasa, dengan menggunakan data Earning
per share (EPS), dan Dividend Per Share (DPS) dan harga saham rata-rata
dari 20 perusahaan yang go public yang diamati selama 5 tahun (1984-1988).
Dari hasil uji t dan uji F menunjukkan bahwa Earning per share (EPS), dan
Dividend Per Share (DPS) berpengaruh secara signifikan terhadap harga
saham

Penelitian yang dilakukan oleh Mulyono (2000) meneliti tentang
pengaruh Earning per share (EPS), dan tingkat bunga terhadap harga saham
pada periode 1992-1997. Secara empirik, ia menemukan bahwa EPS dan
tingkat bunga deposito mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga
saham. EPS berkorelasi secara positif dengan harga saham, sedangkan tingkat
bunga deposito berkorelasi negatif dengan harga saham.
Penelitian yang dilakukan oleh Imron Rosyadi (2002) meneliti
keterkaitan empat rasio keuangan, yaitu Earning per share (EPS), Return on
asset (ROA), Net pofit margin (NPM), dan Debt to equity ratio (DER)
terhadap harga saham pada perusahaan yang go public di Bursa Efek Jakarta.
Hasil uji t parsial menunjukan bahwa variabel EPS, ROA, NPM, dan DER
berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Dimana variabel Earning per
share (EPS) mempunyai pengaruh paling dominan terhadap harga saham.
Sedangkan untuk uji F, menunjukan semua variabel bebas tersebut juga
berpengaruh signifikan terhadap harga saham
.
Penelitian yang dilakukan oleh Erina Kharisma (2003) untuk menguji
apakah ada pengaruh variabel-variabel Earning per share (EPS), Return on
equity (ROE), dan tingkat bunga terhadap harga saham periode tahun 1991-
2001. Dari hasil uji t parsial menunjukan bahwa variabel EPS, dan tingkat
bunga berpengaruh parsial, sedangkan ROE tidak berpengaruh signifikan
parsial. Dan untuk variabel EPS berpengaruh paling dominan dalam
mempengaruhi harga saham
.
Penelitian yang dilakukan oleh Wibowo (2003) untuk meneliti
pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Operation
Profit Margin (OPM), Net Profit Margin (NPM), Debt to Total Assets (DTA),
dan Earning Per Share (EPS) terhadap return saham perusahaan manufaktur
dan non manufaktur baik perusahaan besar maupun kecil. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa variabel ROA, ROE, OPM, NPM, DTA, dan EPS
berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. 

Penelitian yang dilakukan Rut Enny (2007) menguji pengaruh Return
on asset (ROA), Return on equity (ROE), dan Debt to equity ratio (DER)
terhadap perubahan harga saham perusahaan manufaktur Food and
Baverages periode tahun 2001 sampai dengan tahun 2006. Hasil uji t
menunjukan bahwa variabel ROA dan ROE saja yang berpengaruh signifikan
secara parsial terhadap harga saham perusahaan manufaktur, sedangkan
variabel DER tidak berpengaruh signifikan secara parsial.

E. Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara atau kesimpulan sementara atas
masalah yang hendak diteliti. Perumusan hipotesis dilakukan berdasarkan
pada literatur yang telah ada. Hipotesis-hipotesis yang dibentuk dalam
penelitian ini didasarkan pada penelitian sebelumnya, sehingga diharapkan
hipotesis tersebut cukup valid untuk diuji.
Berdasarkan dari hasil penelitian-penelitian terdahulu tersebut, maka
dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis-hipotesis sebagai berikut :
a. H1 : Diduga bahwa variabel-variabel ROA, ROE, EPS, dan NPM
secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada
lembaga keuangan yang go public di BEI.
b. H2 : Diduga bahwa variabel-variabel ROA, ROE, EPS, dan NPM
secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap harga saham
pada lembaga keuangan yang go public di BEI.
c. H3 : Diduga bahwa variabel Earning Per Share (EPS) berpengaruh
paling besar terhadap harga saham pada lembaga keuangan
yang go public di BEI.







BAB III
METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan studi empiris yang dilakukan pada lembaga
keuangan yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdaftar dari
tahun 2004 sampai dengan tahun 2007. Adapun alasan pemilihan lembaga
keuangan sebagai populasi penelitian adalah sebagai berikut :

1) Karena lembaga keuangan merupakan perusahaan yang banyak terdaftar di
BEI, sehingga nantinya diharapkan hasil penelitian ini lebih umum.

2) Karena lembaga keuangan lebih lengkap jenis akunnya sehingga untuk
perhitungan rasio hampir semua data diperoleh dari lembaga keuangan.
Pertimbangan yang digunakan dalam memilih lokasi penelitian ini adalah
kemudahan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian karena
telah tersedia di JSX statistics.

B. Kerangka Pemikiran







Return On Assets (X1)
(ROA)
Return On Equity (X2)
(ROE)
Earning Per Share (X3)
(EPS)
Net Profit Margin (X4)
(NPM)
Harga Saham
(Y)
Gambar 3.1
Kerangka Pemikiran
Peranan kerangka pemikiran dalam penelitian sangat penting untuk
menggambarkan secara tepat obyek yang akan diteliti dan untuk memberikan
suatu gambaran yang jelas dan sistematis. Penelitian ini dimaksudkan untuk
menganalisis sejauh mana kekuatan variabel-variabel bebas seperti: ROA,
ROE, EPS, dan NPM, secara parsial maupun secara bersama-sama
mempengaruhi harga saham (variabel dependen) pada lembaga keuangan
yang go public dan listing di BEI pada periode 2004 sampai dengan 2007.
Informasi keuangan perusahaan sangat berguna bagi para investor
sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan. Profitabilitas adalah
salah satu informasi keuangan guna mengetahui kemampuan suatu
perusahaan dalam menghasilkan profit. Sedangkat ROA, ROE, EPS, dan
NPM, termasuk dalam rasio-rasio profitabilitas. Dari informasi profitabilitas
investor dapat melakukan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan
harga saham. Dari sekian banyak rasio keuangan, diambil beberapa rasio
yang dinilai berkaitan secara signifikan dengan harga saham menurut
Mulyono (2000), Imron Rosyadi (2002), Rut Enny (2007), dan Erina
Kharisma (2007), yaitu ROA, ROE, EPS, dan NPM.

Return On Assets (ROA), merupakan rasio yang mengukur seberapa
besar laba bersih yang dapat diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki
perusahaan. ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aktiva yang
dipergunakan perusahaan untuk beroperasi, mampu memberikan laba bagi
perusahaan tersebut. Sebaliknya apabila ROA negatif menunjukan bahwa
dari total aktiva yang digunakan perusahaan mengalami kerugian. Bagi para
pemodal yang akan melakukan transaksi pembelian saham suatu perusahaan,
penilaian terhadap kemampuan emiten dalam menghasilkan laba merupakan
suatu hal yang sangat penting. Karena apabila laba suatu perusahaan
meningkat, maka harga saham perusahaan tersebut juga akan meningkat atau
dengan kata lain, profitabilitas mempengaruhi harga saham.

Return On Equity (ROE), rasio ini digunakan untuk memprediksi
seberapa besar equity atau modal sendiri mampu menciptakan laba bersih
perusahaan. Hal ini berarti ROE merupakan tingkat hasil pengembalian
investasi bagi pemegang saham. ROE yang tinggi menunjukan bahwa
perusahaan semakin efektif dalam menghasilkan laba bersih bila diukur dari
modal pemilik. Semakin mampu perusahaan memberikan keuntungan bagi
pemegang saham, maka akan menyebabkan permintaan akan saham tersebut
naik, dan selanjutnya akan mengakibatkan harga saham juga ikut naik.
Dengan demikian ROE dapat mempengaruhi harga saham.

Earning Per Share (EPS), rasio ini menunjukan laba bersih yang
berhasil diperoleh perusahaan untuk setiap lembar saham selama suatu
periode tertentu. Kenaikan atau penurunan EPS dari tahun ke tahun adalah
ukuran penting untuk mengetahui baik tidaknya pekerjaan yang dilakukan
perusahaan. EPS yang tinggi akan diminati oleh investor sehingga harga
saham juga akan meningkat. EPS yang tinggi menandakan bahwa perusahaan
dapat memberikan tingkat kemakmuran kepada para pemegang saham,
sebaliknya EPS yang rendah menandakan bahwa perusahaan gagal dalam
memberikan tingkat kemakmuran kepada pemegang saham. Secara teori
semakin tinggi EPS, harga saham cenderung naik. EPS yang tinggi
menandakan bahwa peusahaan tersebut berhasil meningkatkan taraf
kemakmuran investor dan hal ini akan mendorong investor untuk manambah
jumlah modal yang ditanamkan pada perusahaan tersebut. Pada akhirnya
peningkatan jumlah permintaan terhadap saham naik akan mendorong harga
saham juga ikut naik.

Net Profit Margin (NPM), rasio ini dapat dipergunakan untuk
mengukur seberapa besar laba bersih yang dapat diperoleh dari setiap rupiah
penjualan perusahaan. Di samping itu rasio ini juga bermanfaat untuk
mengukur tingkat efisiensi total pengeluaran biaya-biaya dalam perusahaan.
Semakin efisien suatu perusahaan dalam pengeluaran biaya-biayanya, maka
semakin besar tingkat keuntungan yang akan diperoleh perusahaan tersebut.
Bagi para investor, rasio ini juga menjadi bahan pertimbangan dalam
penialian kondisi emiten (perusahaan), karena semakin besar kemampuan
emiten dalam menghasilkan laba, maka secara teoritis harga saham
perusahaan tersebut di pasar modal juga akan meningkat.
Selanjutnya informasi mengenai rasio-rasio keuangan tersebut dapat
digunakan oleh investor dalam mengambil keputusan berinvestasi, untuk
membeli, mempertahankan, atau menjual saham yang dimiliki. Hal ini akan
mempengaruhi permintaan dan penawaran saham, sehingga akan berpengaruh
terhadap harga saham.

C. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba
selama periode tertentu. Kondisi profitabilitas yang baik akan mendorong
para investor melakukan investasi ke perusahaan.

a. Variabel Independen : Harga saham (Y1)
Harga saham yang dimaksud dalam penelitian ini adalah harga saham
penutupan akhir tahun per 31 Desember dengan periode waktu penelitian
dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2007, seperti yang tertera pada
laporan keuangan pada perusahan yang menjadi sampel dalam penelitian
ini. Data harga saham pada penelitian ini diukur dengan satuan rupiah.

b. Variabel independen
Variabel independen berupa :

1) Return On Assets (ROA)
Return On Assets (ROA), merupakan rasio yang mengukur seberapa
besar laba bersih yang dapat diperoleh dari seluruh kekayaan yang
dimiliki perusahaan. Rasio ROA yang positif menunjukkan bahwa dari
total aktiva yang dipergunakan untuk beroperasi perusahaan mampu
memberikan laba bagi perusahaan. Sebaliknya ROA yang negatif
menunjukkan bahwa dari total aktiva yang dipergunakan, maka
perusahaan mendapatkan kerugian. Secara teori jika kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan laba meningkat, harga saham juga akan
meningkat.
Rumus ROA =asset total-Pajak Setelah Laba

2) Return On Equity (ROE)
Return On Equity merupakan rasio antara laba bersih setelah pajak
terhadap penyertaan modal saham sendiri. Semakin tinggi return atau
penghasilan yang diperoleh semakin baik kedudukan pemilik
perusahaan. Rasio ini dapat dihitung dengan formulasi sebagai berikut :
Rumus ROE =ekuitas total-Pajak Setelah Laba

3) Earning Per Share (EPS)
Rasio ini menunjukan laba bersih yang berhasil diperoleh perusahaan
untuk setiap lembar saham selama suatu periode tertentu yang akan
dibagikan kepada semua pemegang saham. Kenaikan atau penurunan
EPS dari tahun ke tahun adalah ukuran penting untuk mengetahui baik
tidaknya pekerjaan yang dilakukan perusahaan pemegang sahamnya.
EPS yang tinggi menandakan bahwa perusahaan dapat memberikan
tingkat kemakmuran kepada para pemegang saham, sebaliknya EPS
yang lebih rendah menandakan bahwa perusahaan gagal dalam
memberikan tingkat kemakmuran kepada pemegang saham. Secara
teori semakin tinggi EPS, harga saham cenderung naik. EPS yang
meningkat menandakan bahwa peusahaan tersebut behasil
meningkatkan taraf kemakmuran investor dan hal ini akan mendorong
investor untuk manambah jumlah modal yang ditanamkan pada
perusahaan tersebut. Pada akhirnya peningkatan jumlah permintaan
terhadap saham mendorong harga saham juga ikut naik.
Rumus EPS =Beredar Saham Lembar Jumlah -Pajak Setelah Laba

4) Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur seberapa besar laba
bersih yang dapat diperoleh dari setiap rupiah penjualan perusahaan. Di
samping itu rasio ini juga bermanfaat untuk mengukur tingkat efisiensi
total pengeluaran biaya-biaya dalam perusahaan. semakin efisiensi
suatu perusahaan dalam mengeluarkan biaya-biaya, maka semakin
besar tingkat keuntungan yang akan diperoleh perusahaan tersebut.
Rumus NPM =Penjualan Total-Pajak Setelah Laba


D. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling

1. Populasi
Populasi atau Universe adalah jumlah dari keseluruhan obyek
(satuan-satuan/individu-individu) yang karakteristiknya hendak diduga.
Satuan-satuan/individu-individu ini disebut unit analisis. Unit analisis
mungkin merupakan orang, rumah tangga, tanah pertanian, perusahaan dan
lain-lain dalam bentuk yang biasa dipakai dalam survai. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh lembaga keuangan yang go public yang
terdaftar di BEI dari tahun 2004 hingga tahun 2007.

2. Sampel dan Teknik Sampling
Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak
diselidiki dan dianggap bisa mewakili dari keseluruhan populasi. Metode
pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling,
yakni metode yang berdasarkan pada pertimbangan dan kriteria-kriteria
tertentu. Adapaun kriteria pemilihan sampel yang digunakan adalah
sebagai berikut : 

1) Lembaga keuangan yang telah go public, tercatat sebagai emiten sejak
tahun 2004 sampai denagn tahun 2007 secara terus-menerus.
2) Mengeluarkan data laporan keuangan setiap tahun pengamatan.
3) Perusahaan tidak mengalami net income negatif selama periode
pengamatan secara berturut-turut karena investor secara rasional tidak
akan memilih perusahaan yang memiliki laba bersih negatif.
Adapun kriteria dalam perhitungan sampel perusahaan dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut :
• Jumlah lembaga keuangan yang terdaftar di BEI dari tahun
2004 sampai 2007
• Lembaga keuangan yang tidak aktif terdaftar
• Lembaga keuangan data tidak lengkap
• Lembaga keuangan yang Earning after tax negatif


Jumlah perusahaan yang menjadi sampel penelitian 44

Jadi, dari perhitungan diatas dapat ditetapkan bahwa sampel yang
dipakai dalam penelitian ini adalah 44 lembaga keuangan yang terdaftar di
BEI dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2007.

E. Data dan Sumber Data
Data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari
Pojok BEJ Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan universitas
Muhammadiyah Surakarta (UMS). Data sekunder yaitu sumber data
penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media
perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Adapun data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Data laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi lembaga
keuangan yang terdaftar di Busra Efek Indonesia pada tahun 2004-
2007.

b. Data harga saham masing-masing lembaga keuangan yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu harga saham saat laporan keuangan yang
diserahkan ke BAPEPAM. Harga saham yang digunakan adalah harga
saham penutupan (closing price) per 31 Desember.

F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode observasi dan studi dokumentasi. Metode observasi merupakan telaah
pustaka dengan mengamati skripsi-skripsi dan jurnal-jurnal terdahulu yang
digunakan dalam penelitian ini. Studi dokumentasi merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi-
informasi berdasarkan sumber data yang berwujud data sekunder atau data
yang sebelumnya telah tersedia. Data tersebut diperoleh dari Pojok BEJ
Indonesian Capital Market Directory (ICMD) Universitas Sebelas Maret
(UNS) Surakarta dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan
referensi-referensi yang berkaitan dengan masalah dalam skripsi ini.

G. Metode Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :

1. Asumsi Klasik
Asumsi yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum melakukan
pengujian model struktur adalah :

a. Uji Asumsi Klasik
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah analisis antara
variabel dependen dengan variabel independen mempunyai distribusi
normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data
normal atau mendekati normal. Untuk menguji normalitas dalam
penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, dengan uji ini
dapat diketahui bahwa data yang dugunakan dalam penelitian ini
berdistribusi normal atau tidak. Dasar pengambilan keputusan adalah
jika probabilitas signifikasinya diatas kepercayaan 5% maka model
regresi ini memenuhi asumsi normalitas. Dan jika probabilitas
signifikasinya dibawah kepercayaan 5% maka model regresi ini tidak
memenuhi asumsi normalitas.

b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinieritas diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya
variabel independen yang memiliki kemiripan dengan variabel
independent lain dalam suatu model. Kemiripan antar variabel
menyebabkan terjadinya korelasi yang sangat kuat antar suatu variabel
independent dengan variabel independen yang lain. Selain deteksi
terhadap multikolinieritas, juga dapat bertujuan untuk menghindari
kebiasaan dalam proses pengambilan kesimpulan mengenai pengaruh
uji parsial masing-masing variabel independent terhadap dependen.
Deteksi multikolinieritas pada suatu model dapat dilihat dari beberapa
hal antara lain ( Nugroho, 2005:58 ) :

1) Jika nilai Variance Inflantion Factor (VIF) tidak lebih dari 10 dan
nilai tolerance tidak kurang dari 0,1, maka model tersebut dapat
dikatakan terbebas dari multikolinieritas.
2) Jika nilai koefisien korelasi antar masing-masing variabel
independen kurang dari 0,70, maka model ini dapat dinyatakan bebas
dari asumsi klasik multikolinieritas. Jika lebih dari 0,70 maka
diasumsikan terjadi korelasi yang sangat kuat antarvariabel
independen sehingga terjadi mutikolinearitas.
3) Jika nilai koefisien determinan, baik dilihat dari R 2 maupun R-
square diatas 0,60 namun tidak ada variabel independen yang
berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Maka model
tersebut terkena multikolinieritas.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode nilai Variance
Inflantion Factor (VIF) dan nilai tolerance karena lebih sering
digunakan dan dirasa lebih mudah dipahami.


c. Uji Autokorelasi
Menguji suatu korelasi dalam suatu model bertujuan untuk
mengetahui ada tidaknya korelasi antar variabel pengganggu (e t ) pada
periode tertentu dengan varibel penggangu periode sebelumnya (e t-1 ).
Autokorelasi sering terjadi pada sampel dengan data time series dengan
n-sampel adalah periode waktu. Sedangkan untuk sampel data
crossection dengan n-sampel item seperti perusahaan, orang, wilayah,
dan lain sebagainya jarang terjadi, karena variabel pengganggu item
sampel yang satu berbeda dengan yang lain.
Cara mudah untuk mendeteksi autokorelasi dapat dilakukan dengan uji
Durbin Watson. Model regresi linier berganda terbebas dari
autokorelasi jika nilai Durbin Watson hitung terletak didaerah No
Autocorelation. Penentu letak tersebut dibantu dengan tabel dl (batas
bawah) dan du (batas atas), dibantu dengan nilai k (jumlah variabel
independen).
Untuk mempercepat proses ada tidaknya autokorelasi dalam suatu
model dapat digunakan patokan nilai dari Durbin Watson hitung
mendekati angka 2. (Nugroho, 2005:60). Jika nilai Durbin Watson
hitung mendekati atau disekitar angka 2 maka model tersebut terbebas
dari asumsi klasik autokorelasi, karena angka 2 pada uji Durbin Watson
terletak di daerah No Autocorelation.


d. Uji Heteroskesdastisitas
Heteroskedastisitas menguji terjadinya perbedaan varience
residual suatu periode pengamatan ke periode pengamatan yang lain,
atau gambaran hubungan antara nilai yang diprediksi dengan
Studentized Delete Residual nilai tersebut. Model regresi yang baik
adalah model regresi yang memiliki persamaan varience residual suatu
periode pengamatan yang lain, atau adanya hubungan antara nilai yang
diprediksi dengan Studentized Delete Residual nilai tersebut sehingga
dapat dikatakan model tersebut homokesdastisitas.
Cara memprediksi ada tidaknya heterokesdastisitas pada suatu
model dapat dilihat dari pola model gambar Scatterplot model tersebut.
Menurut (Nugroho, 2005:60) analisis pada gambar Scatterplot yang
menyatakan model regresi linier berganda tidak terdapat
heteroskedatisitas jika :
1) Titik-titik data menyebar diatas dan dibawah atau disekitar angka 0.
2) Titik-titik data tidak mengumpul hanya diatas atau dibawah saja.
3) Penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola
bergelombang melebar kemudian meyempit dan melebar.
4) Penyebaran titik-titik data sebaiknya tidak berpola.
Pengujian gejala Heteroskesdastisitas juga bisa dilakukan dengan
menggunakan metode Park dengan cara sebagai berikut :
1) Mendapatkan nilai residual atau kesalahan pengganggu dari
persamaan regresi, kemudian nilai residual tersebut diabsolutkan.
2) Melakukan regresi antara nilai residual yang dikuadratkan dengan
tiap-tiap variabel independen.
3) Apabila terdapat hubungan yang signifikan dari hasil regresi atau
jika t hitung > t tabel, maka disimpulkan telah terjadi heteroskedastisitas.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode Park karena lebih
sering digunakan dan dirasa lebih mudah dipahami.
2. Analisis Regresi Linier Berganda
Model regresi berganda adalah teknik analisis regresi yang
menjelaskan hubungan antara variabel dependen dengan beberapa variabel
independen. Persamaan dari model regresi berganda tersebut, sebagai
berikut :
Y = a + b 1 X 1 + b 2 X 2 + b 3 X 3 + b 4 X 4 + e
Keterangan :
Y = Harga saham
a = Konstanta
X1 = ROA
X2 = ROE
X3 = EPS
X4 = NPM
e = Random error atau variable gangguan
b 1, b 2, b 3, b 4 = Koefisien regresi Linear masing-masing variable


3. Uji Hipotesis
Uji Hipotesis merupakan uji yang berupa langkah pembuktian dugaan
peneliti atau hipotesis. Langkah ini untuk menguji kebenaran hipotesis
yang dikemukakan peneliti secara linier. Uji hipotesis yang dilaksankan
peneliti sebagai berikut :

a. Uji t (uji koefisien regresi parsial)
Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui signifikansi
pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen.
Langkah-langkah yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Menentukan Ho dan Ha

0 H : β = 0; artinya tidak ada pengaruh yang signifikan
variabel independen secara parsial terhadap
variabel dependen.
a H : β ≠ 0; artinya ada pengaruh yang signifikan
variabel independen secara parsial terhadap
variabel dependen.
2. Level of significance = 0,05
Derajat kebebasan (dk) = (n-l-k)
t tabel = α/2; (n-l-k)
3. Kriteria Pengujian


dimana :
n adalah jumlah sampel perusahaan
k adalah jumlah variabel independen
Kiteria:
0 H diterima apabila -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel
0 H ditolak apabila t hitung > t tabel atau t hitung < -t tabel


4. Perhitungan nilai
) (bi S
bi
t
e
hitung
=
Keterangan :
t = Nilai t hitung
bi = Koefisien regresi
) (bi S e = Standar error estimate


5. Keimpulan
Menetapkan kesimpulan apakah 0 H diterima atau a H ditolak.


b. Uji F (uji simultan)
Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh signifikansi variabel
independen secara simultan terhadap variabel dependen. Langkah-
langkah pengujian yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Menentukan 0 H dan a H
0 H : 1 b = 0; artinya tidak terdapat pengaruhh yang
signifikan secara simultan antara variabel
independen terhadap variabel dependen.
a H : 1 b ≠ 0, artinya terdapat pengaruh yang signifikan
secara simultan antara variabel independen
terhadap variabel dependen.
2. Menentukan level of significance (α = 0,05)
Derajat kebebasan (dk) = (k); (n-l-k)


3. Kriteria Pengujian

0 H diterima apabila F hitung < F tabel
0 H ditolak apabila F hitung > F tabel
4. Perhitungan nilai F hitung
( )k n R
k R
F hitung − −
=
/ ) 1(
)1 /(
2
2

Di mana :
2 R = Koefisien determinasi
n = Jumlah sampel
k = Banyaknya variabel independen


4. Koefisien Determinasi
Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan
yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen yang
ditunjukkan dengan persentase. Dalam penelitian ini, nilai 2 R yang
digunakan adalah adjusted 2 R karena merupakan salah satu indikator
untuk mengetahui pengaruh pertambahan suatu variabel independen ke
dalam suatu persamaan regresi. Peneliti menggunakan adjusted 2 R karena
jika jumlah variabel independen lebih dari dua variabel, lebih baik
digunakan adjusted 2 R . Adjusted 2 R diperoleh dari rumus sebagai
berikut :
Adjusted 2 R = 1- (1 - 2 R )
Dimana :
2 R adalah koefisiensi determinasi
n adalah jumlah sampel pengamatan
k adalah jumlah variabel independen
Uji R 2 merupakan pengujian yang digunakan untuk seberapa besar
variabel dependen dapat disajikan oleh variabel independen. Nilai R 2
besarnya antara 0 dan 1 (0 < R 2 < 1). Semakin tinggi nilai R 2 ,
menunjukkan semakin besar pengaruh variabel independen terhadap
perubahan variabel dependen. Jika R-square sama dengan 1, berarti
variabel independen berpengaruh secara sempurna terhadap variabel
dependen, tetapi jika R-square sama dengan nol, berarti variabel
independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.









BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data
Penelitian ini merupakan studi empiris yang dilakukan pada lembaga
keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2004
sampai dengan tahun 2007 guna mengetahui pengaruh signifikansi Return On
Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Earning per share (EPS) dan Net
Profit Margin (NPM) secara parsial terhadap harga saham, tercatat sebagai
emiten sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2007 secara terus-menerus;
mengeluarkan data laporan keuangan setiap tahun pengamatan; perusahaan
tersebut memiliki data rasio keuangan seperti: ROA, ROE, EPS, dan NPM dan
perusahaan tidak mengalami net income negatif selama periode pengamatan
secara berturut-turut karena investor secara rasional tidak akan memilih
perusahaan yang memiliki laba bersih negatif. Sampel dalam penelitian ini
adalah lembaga keuangan yang terdaftar di BEI yang dipilih dengan
menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria sampel yang
dipakai dalam penelitian ini diperoleh 44 lembaga keuangan yang terdaftar di
BEI dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2007 yang dijadikan sebagai
sampel. Penyusunan data menggunakan data panel jadi jumlah data observasi
dalam penelitian ini sebanyak 132 sampel (44 x 3).
Berdasarkan sampel yang diperoleh, dibawah ini akan disajikan
deskripsi data yang digunakan dalam penelitian. Secara rinci deskripsi data
disajikan dalam tabel 4.1 berikut ini :

Tabel 4.1
Deskripsi Data
Variabel N Minimum Maksimum Mean Std Dev

Sumber : data diolah, 2009 

Return On Asset (ROA), merupakan rasio yang mengukur seberapa
besar laba bersih yang dapat diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki
perusahaan. Berdasarkan hasil deskriptif statistik pada tabel 4.1 di atas
diketahui nilai terendah untuk variabel Return On Assets (ROA) adalah
sebesar 0,17 dengan nilai tertinggi sebesar 29,17 dan standar deviasi sebesar
4,29 dan nilai rata-rata sebesar 4,20; berarti bahwa rata-rata perusahaan
menghasilkan laba sebesar Rp. 4,20 dari setiap rupiah total asset. ROA yang
positif menunjukkan bahwa dari total aktiva yang dipergunakan perusahaan
untuk beroperasi, mampu memberikan laba bagi perusahaan tersebut.
Sebaliknya apabila ROA negatif menunjukan bahwa dari total aktiva yang
digunakan perusahaan mengalami kerugian. Emiten akan berusaha
meningkatkan keuntungannya karena mereka menyadari betul betapa
pentingnya keuntungan bagi masa depan perusahaan. Jika terjadi kenaikan
dalam ROA ini, berarti juga terjadi kenaikan laba bersih perusahaaan.

Return On Equity (ROE), rasio ini digunakan untuk memprediksi
seberapa besar equity atau modal sendiri mampu menciptakan laba bersih
perusahaan. Hal ini berarti ROE merupakan tingkat hasil pengembalian
investasi bagi pemegang saham. Berdasarkan hasil deskriptif statistik pada
tabel 4.1 di atas diketahui nilai terendah untuk variabel Return On Equity
(ROE) adalah sebesar 0,54 dengan nilai tertinggi sebesar 68,25 dan standar
deviasi sebesar 11,34 dan nilai rata-rata sebesar 14,44; berarti bahwa rata-rata
perusahaan menghasilkan laba sebesar Rp 14,44 dari setiap rupiah total
ekuitas. ROE yang tinggi menunjukan bahwa perusahaan semakin efektif
dalam menghasilkan laba bersih bila diukur dari modal pemilik. Semakin
mampu perusahaan memberikan keuntungan bagi pemegang saham, maka
akan menyebabkan permintaan akan saham tersebut naik, dan selanjutnya
akan mengakibatkan harga saham juga ikut naik. Dengan demikian ROE dapat
mempengaruhi harga saham.

Earning Per Share (EPS), rasio ini menunjukan laba bersih yang
berhasil diperoleh perusahaan untuk setiap lembar saham selama suatu periode
tertentu. Berdasarkan hasil deskriptif statistik pada tabel 4.1 di atas diketahui
nilai terendah untuk variabel Earning Per Share (EPS) adalah sebesar 0,77
dengan nilai tertinggi sebesar 491,00 dan standar deviasi sebesar 114,40 dan
nilai rata-rata sebesar 85,41; berarti bahwa rata-rata setiap rupiah hasil
penjualan perusahaan mampu menghasilkan laba sebesar Rp. 85,41. Kenaikan
atau penurunan EPS dari tahun ke tahun adalah ukuran penting untuk
mengetahui baik tidaknya pekerjaan yang dilakukan perusahaan. EPS yang
tinggi akan diminati oleh investor sehingga harga saham juga akan meningkat.
EPS yang tinggi menandakan bahwa perusahaan dapat memberikan tingkat
kemakmuran kepada para pemegang saham, sebaliknya EPS yang rendah
menandakan bahwa perusahaan gagal dalam memberikan tingkat kemakmuran
kepada pemegang saham. 

Net Profit Margin (NPM), rasio ini menunjukkan mengukur seberapa
besar laba bersih yang dapat diperoleh dari setiap rupiah penjualan
perusahaan. Berdasarkan hasil deskriptif statistik pada tabel 4.1 di atas
diketahui nilai terendah untuk variabel Net Profit Margin (NPM) adalah
sebesar 0,01 dengan nilai tertinggi sebesar 107,61 dan standar deviasi sebesar
11,33 dan nilai rata-rata sebesar 2,27; berarti bahwa rata-rata perusahaan
menghasilkan laba sebesar Rp. 2,27 dari setiap rupiah penjualan perusahaan.
Rasio ini menunjukkan tingkat efisiensi total pengeluaran biaya-biaya dalam
perusahaan. semakin efisien suatu perusahaan dalam pengeluaran biaya-
biayanya, maka semakin besar tingkat keuntungan yang akan diperoleh
perusahaan tersebut.

B. Pengujian Asumsi Klasik
Untuk mengetahui parameter dalam model yang digunakan adalah
shahih maka penelitian harus diuji mengenai asumsi klasik dari regresi model
sehingga tidak terjadi penyimpangan terhadap asumsi normalitas,
multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Untuk
menguji/mendeteksi adanya penyimpangan asumsi klasik menggunakan alat
bantu komputer program SPSS 11. Hasil uji asumsi klasik pada model awal
dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah analisis antara
variabel dependen dengan variabel independen mempunyai distribusi
normal atau tidak. Hasil analisis terhadap asumsi normalitas dengan
Kolmogorov-Smirnov terhadap nilai residual dari persamaan regresi
disajikan dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.2
Hasil Uji Normalitas
Variabel Z hitung Sign Kesimpulan
Residual 2,407 0,000 Tidak Normal
Sumber : data diolah, 2009
Hasil uji normalitas pada tabel 4.2, menunjukan bahwa nilai probabilitas
pada jumlah sampel (N) sebesar 132 adalah 0,000, hal ini menunjukan
bahwa nilai 0,000 < 0,05, berarti sebaran data tidak berdistribusi normal.

2. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya
variabel independen yang memiliki kemiripan dengan variabel
independent lain dalam suatu model. Kemiripan antar variabel
menyebabkan terjadinya korelasi yang sangat kuat antar suatu variabel
independen dengan variabel independen yang lain. Selain deteksi terhadap
multikolinieritas, juga dapat bertujuan untuk menghindari kebiasaan dalam
proses pengambilan kesimpulan mengenai pengaruh uji parsial masing-
masing variabel independen terhadap dependen. Model enter digunakan
untuk menguji adanya multikonieritas yaitu dengan melihat pada tolerence
value atau variance inflation facor (VIF). Pedoman suatu model regresi
yang bebas multikolinieritas mempunyai tolerence value di atas angka 0,1,
sedangkan batas VIF adalah 10 dan mempunyai angka mendekati 1.
Berikut adalah hasil pengujian multikolinearitas :
Tabel 4.3
Hasil Uji Multikolinieritas
Variabel Tolerance VIF Kesimpulan
ROA
ROE
EPS
NPM
0,535
0,314
0,429
0,863
1,870
3,187
2,329
1,159
Bebas Multikolinieritas
Bebas Multikolinieritas
Bebas Multikolinieritas
Bebas Multikolinieritas
Sumber: data diolah, 2009 

Dengan melihat hasil pengujian multikolinearitas di atas, diketahui
bahwa tidak ada satupun dari variabel bebas yang mempunyai nilai
tolerance lebih kecil dari 0,1. Begitu juga nilai VIF masing-masing
variabel tidak ada yang lebih besar dari 10. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa tidak ada korelasi yang sempurna antara variabel
bebas (independent), sehingga model regresi ini tidak ada masalah
multikolinearitas.

3. Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedatisitas adalah keadaan dimana varian setiap variabel
gangguan (disturbance term) yang dibatasi oleh nilai tertentu pada
variabel-variabel bebas tidak berbentuk nilai konstan yang sama dengan

σ 2 . Untuk mengetahui ada tidaknya masalah heteroskedatisitas akan
dilakukan pengujian dengan uji Park. Hasil pengujian heteroskedastisitas
dapat dilihat pada tabel 4.4 di bawah ini.
Tabel 4.4
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Variabel t-hitung Prob Kesimpulan
ROA
ROE
EPS
NPM
-3,024
0,008
3,571
-1,031
0,003
0,994
0,001
0,304
Terjadi Heteroskedastisitas
Bebas Heteroskedastisitas
Terjadi Heteroskedastisitas
Bebas Heteroskedastisitas
Sumber: data diolah, 2009
Hasil pengujian pada tingkat signifikansi 5% menunjukkan nilai
probabilitas variabel ROE dan NPM lebih besar dari 0,05, maka dapat
disimpulkan untuk variabel ROE dan NPM tidak ada masalah
heteroskedastisitas. Sedangkan untuk variabel ROA dan EPS mempunyai
probabilitas lebih kecil dari 0,05, berarti terjadi masalah
heteroskedastisitas pada variabel ROA dan EPS.

4. Autokorelasi
Uji Autokorelasi adalah adanya korelasi antar anggota sampel yang
diurutkan berdasarkan waktu. Autokorelasi sering terjadi pada sampel
dengan data time series dengan n-sampel adalah periode waktu.
Sedangkan untuk sampel data crossection dengan n-sampel item seperti
perusahaan, orang, wilayah, dan lain sebagainya jarang terjadi, karena
variabel pengganggu item sampel yang satu berbeda dengan yang lain.
Pengujian autokorelasi dengan menggunakan Durbin Watson Test.
Kriteria pengambilan keputusan pengujian autokorelasi adalah sebagai
berikut:
a. Angka D-W antara 0 sampai 1,5 berarti ada autokorelasi positif.
b. Angka D-W antara 1,5 sampai 2,5 berarti tidak ada autokorelasi.
c. Angka D-W antara 2,5 sampai 4 berarti ada autokorelasi negatif.
Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi dengan menggunakan bantuan
progam komputer SPSS 11 diperoleh nilai Durbin-Watson sebesar 1,454
(lihat lampiran uji autokorelasi). Dengan nilai Durbin-Watson 1,454 yang
berada di antara 0 sampai 1,5 maka dapat disimpulkan bahwa model
regresi dalam penelitian ini ada masalah autokorelasi.
Hasil pengujian model pertama ada masalah ketidaknormalan data, terjadi
heteroskedastisitas, dan ada masalah autokorelasi untuk memperbaiki model
dilakukan transformasi model pada variabel EPS dan harga saham dengan
menggunakan tranformasi data dalam bentuk logaritma natural (Ln). Hasil uji
asumsi klasik dan uji hipotesis hasil tranformasi tersebut dapat dijelaskan di
bawah ini.

5. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah analisis antara
variabel dependen dengan variabel independen mempunyai distribusi
normal atau tidak. Hasil analisis terhadap asumsi normalitas dengan
Kolmogorov-Smirnov terhadap nilai residual dari persamaan regresi
disajikan dalam tabel berikut ini :
Tabel 4.5
Hasil Uji Normalitas
Variabel Z hitung Sign Kesimpulan
Residual 0,834 0,490 Normal
Sumber : data diolah, 2009
Hasil uji normalitas pada tabel 4.5, menunjukan bahwa nilai probabilitas
pada jumlah sampel (N) sebesar 132 adalah 0,490, hal ini menunjukan
bahwa nilai 0,490 > 0,05, berarti sebaran data berdistribusi normal.


6. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya
variabel independen yang memiliki kemiripan dengan variabel
independent lain dalam suatu model. Kemiripan antar variabel
menyebabkan terjadinya korelasi yang sangat kuat antar suatu variabel
independen dengan variabel independen yang lain. Selain deteksi terhadap
multikolinieritas, juga dapat bertujuan untuk menghindari kebiasaan dalam
proses pengambilan kesimpulan mengenai pengaruh uji parsial masing-
masing variabel independen terhadap dependen. Model enter digunakan
untuk menguji adanya multikonieritas yaitu dengan melihat pada tolerence
value atau variance inflation factor (VIF). Pedoman suatu model regresi
yang bebas multikolinieritas mempunyai tolerence value di atas angka 0,1,
sedangkan batas VIF adalah 10 dan mempunyai angka mendekati 1.
Berikut adalah hasil pengujian multikolinearitas :


Tabel 4.6
Hasil Uji Multikolinieritas
Variabel Tolerance VIF Kesimpulan
ROA
ROE
LnEPS
NPM
0,531
0,375
0,560
0,877
1,882
2,664
1,787
1,140
Bebas Multikolinieritas
Bebas Multikolinieritas
Bebas Multikolinieritas
Bebas Multikolinieritas
Sumber: data diolah, 2009
Dengan melihat hasil pengujian multikolinearitas di atas, diketahui
bahwa tidak ada satupun dari variabel bebas yang mempunyai nilai
tolerance lebih kecil dari 0,1. Begitu juga nilai VIF masing-masing
variabel tidak ada yang lebih besar dari 10. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa tidak ada korelasi yang sempurna antara variabel
bebas (independent), sehingga model regresi ini tidak ada masalah
multikolinearitas.

7. Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedatisitas adalah keadaan dimana varian setiap variabel
gangguan (disturbance term) yang dibatasi oleh nilai tertentu pada
variabel-variabel bebas tidak berbentuk nilai konstan yang sama dengan
σ 2 . Untuk mengetahui ada tidaknya masalah heteroskedatisitas akan
dilakukan pengujian dengan uji Park. Hasil pengujian heteroskedastisitas
dapat dilihat pada tabel 4.7 di bawah ini.



Tabel 4.7
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Variabel t-hitung Prob Kesimpulan
ROA
ROE
LnEPS
NPM
-1,542
1,431
-0,097
0,171
0,125
0,155
0,923
0,865
Bebas Heteroskedastisitas
Bebas Heteroskedastisitas
Bebas Heteroskedastisitas
Bebas Heteroskedastisitas
Sumber: data diolah, 2009
Hasil pengujian pada tingkat signifikansi 5% menunjukkan nilai
probabilitas masing-masing variabel bebas lebih besar dari 0,05, maka
dapat disimpulkan untuk keempat variabel tidak ada masalah
heteroskedastisitas. Dengan demikian tidak terjadi masalah
heteroskedastisitas.

8. Autokorelasi
Uji Autokorelasi adalah adanya korelasi antar anggota sampel yang
diurutkan berdasarkan waktu. Autokorelasi sering terjadi pada sampel
dengan data time series dengan n-sampel adalah periode waktu.
Sedangkan untuk sampel data crossection dengan n-sampel item seperti
perusahaan, orang, wilayah, dan lain sebagainya jarang terjadi, karena
variabel pengganggu item sampel yang satu berbeda dengan yang lain.
Pengujian autokorelasi dengan menggunakan Durbin Watson Test.
Kriteria pengambilan keputusan pengujian autokorelasi adalah sebagai
berikut:
a. Angka D-W antara 0 sampai 1,5 berarti ada autokorelasi positif.
b. Angka D-W antara 1,5 sampai 2,5 berarti tidak ada autokorelasi.
c. Angka D-W antara 2,5 sampai 4 berarti ada autokorelasi negatif.
Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi dengan menggunakan
bantuan progam komputer SPSS 11 diperoleh nilai Durbin-Watson sebesar
1,574 (lihat lampiran uji autokorelasi). Dengan nilai Durbin-Watson 1,574
yang berada di antara 1,5 sampai 2,5 maka dapat disimpulkan bahwa
model regresi dalam penelitian ini tidak ada masalah autokorelasi.
Berdasarkan uji asumsi klasik (normalitas, autokorelasi,
multikolinieritas, heteroskedastisitas) diperoleh bahwa dalam model yang
digunakan sudah tidak terjadi penyimpangan asumsi klasik, artinya model
regresi pada penelitian dapat digunakan sebagai dasar analisis.

C. Pengujian Hipotesis
Analisis data dalam penelitian ini dimaksudkan untak mengetahui ada
tidaknya pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE),
Earning per share (EPS) dan Net Profit Margin (NPM), terhadap harga
saham. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear
berganda. Hasil analisis model pertama dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 4.8
Rangkuman Hasil Regresi Linier Berganda
Variabel Koef. regresi Std. Error t-hitung P value
Konstanta
ROA
ROE
EPS
NPM
571,782
-124,061
3,494
10,803
-13,031
-144,452
27,878
13,757
1,166
8,302

-4,450
0,254
9,269
-1,570
0,000
0,800
0,000
0,119
R-Squared 0,565
Adj. R-Squared 0,552
F-Hitung 41,317
Probabilitas F 0,000
Sumber : data diolah, 2009


1. Analisis Regresi Linier Berganda Model Pertama
Hasil pengolahan data untuk regresi linier berganda dengan
menggunakan program SPSS dapat dilihat pada tabel 4.8 di atas. Dari
tabel tersebut dapat disusun persamaan regresi linier berganda sebagai
berikut :
HS = 571,782 – 124,061ROA + 3,494ROE + 10,803EPS – 13,031NPM
Berdasarkan persamaan regresi linier berganda di atas dapat
diuraikan sebagai berikut:

a. Nilai konstanta bernilai positif yaitu 571,782, hal ini menunjukkan
bahwa apabila variabel ROE, EPS dan NPM konstan, maka harga
saham sebesar 571,782.

b. Koefisien regresi variabel ROA (b 1 ) bernilai negatif yaitu sebesar
-124,061. Hal ini menunjukkan apabila ROA meningkat, akan
menurunkan harga saham sebesar -124,061 dengan anggapan variabel
bebas lainnya konstan.

c. Koefisien regresi variabel ROE (b 2 ) bernilai positif yaitu sebesar
10,803. Hal ini menunjukkan apabila ROE meningkat, harga saham
akan naik sebesar 10,803 dengan anggapan variabel bebas lainnya
konstan.

d. Koefisien regresi variabel EPS (b 3 ) bernilai positif yaitu sebesar
10,803. Hal ini menunjukkan apabila EPS meningkat, maka harga
saham akan naik sebesar 10,803 dengan asumsi variabel bebas lainnya
konstan.
e. Koefisien regresi variabel NPM (b 4 ) bernilai negatif yaitu sebesar
-13,031. Hal ini menunjukkan apabila NPM meningkat, akan harga
saham akan naik sebesar -13,031 dengan anggapan variabel bebas
lainnya konstan.

Analisis data dalam penelitian ini dimaksudkan untak mengetahui ada
tidaknya pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE),
Earning per share (EPS) dan Net Profit Margin (NPM), terhadap harga
saham. Karena hasil analisis ini ada ketidaknormalan data terjadi
heteroskedastisitas, dan ada masalah autokorelasi untuk memperbaiki model
dilakukan transformasi model pada variabel EPS dan harga saham dengan
menggunakan tranformasi data dalam bentuk logaritma natural (Ln). Hasil
analisis model logaritma natural (Ln) dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 4.9
Rangkuman Hasil Regresi Linier Berganda
Variabel Koef. regresi Std. Error t-hitung P value
Konstanta
ROA
ROE
LnEPS
NPM
3,982
-0,0911
0,01729
0,641
0,000597
0,208
0,023
0,010
0,069
0,007

-4,029
1,701
9,336
0,090
0,000
0,091
0,000
0,929
R-Squared 0,575
Adj. R-Squared 0,561
F-Hitung 42,929
Probabilitas F 0,000
Sumber : data diolah, 2009


2. Analisis Regresi Linier Berganda Model Ln
Hasil pengolahan data untuk regresi linier berganda dengan
menggunakan program SPSS dapat dilihat pada tabel 4.9 di atas. Dari
tabel tersebut dapat disusun persamaan regresi linier berganda sebagai
berikut:
LnHS = 3,982 – 0,0911ROA + 0,01729ROE + 0,641 LnEPS + 0,0000597NPM
Berdasarkan persamaan regresi linier berganda di atas dapat
diuraikan sebagai berikut:
a. Nilai konstanta bernilai positif yaitu 3,982, hal ini menunjukkan
bahwa apabila variabel ROE, EPS dan NPM konstan, maka
harga saham sebesar 3,982.
b. Koefisien regresi variabel ROA (b 1 ) bernilai negatif yaitu sebesar
-0,0911. Hal ini menunjukkan apabila ROA meningkat, akan
menurunkan harga saham sebesar 0,0911 dengan anggapan variabel
bebas lainnya konstan.
c. Koefisien regresi variabel ROE (b 2 ) bernilai positif yaitu sebesar
0,01729. Hal ini menunjukkan apabila ROE meningkat, harga saham
akan naik sebesar 0,01729 dengan anggapan variabel bebas lainnya
konstan.
d. Koefisien regresi variabel EPS (b 3 ) bernilai positif yaitu sebesar
0,641. Hal ini menunjukkan apabila EPS meningkat, maka harga
saham akan naik sebesar 0,641 dengan asumsi variabel bebas lainnya
konstan.
e. Koefisien regresi variabel NPM (b 4 ) bernilai positif yaitu sebesar
0,0000597. Hal ini menunjukkan apabila NPM meningkat, akan
menaikkan harga saham sebesar 0,000597 dengan anggapan variabel
bebas lainnya konstan.


3. Uji t
Uji t digunakan untuk mengetahui besarnya peng4aruh masing-
masing variabel independen secara individu. Pengujian regresi digunakan
pengujian dua arah (two tailed test) dengan menggunakan α = 5% yang
berarti bahwa tingkat keyakinan adalah sebesar 95%. Hasil perhitungan uji
dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.2.1
Rangkuman Hasil Uji t
Variabel t-hitung P value t-tabel Kesimpulan
ROA
ROE
EPS
NPM
-4,029
1,701
9,336
0,090
0,000
0,091
0,000
0,929
1,960
1,960
1,960
1,960
Ho ditolak
Ho diterima
Ho ditolak
Ho diterima
Sumber : data diolah, 2009
a. Return On Asset (X 1 )
Berdasarkan tabel 4.2.1 hasil pengolahan data untuk variabel
ROA (X 1 ) diperoleh nilai t hitung sebesar -4,029 dengan probabilitas
0,000. Oleh karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel atau probabilitas
0,000 lebih kecil dari 0,05; maka H 0 ditolak, yang berarti bahwa
variabel return on assest berpengaruh signifikan terhadap harga saham
lembaga keuangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2004-2007.
b. Return On Equity (X 2 )
Berdasarkan tabel 4.9 hasil pengolahan data untuk variabel ROE
(X 2 ) diperoleh nilai t hitung sebesar 1,701 dengan probabilitas 0,091. Oleh
karena nilai t hitung lebih kecil dari t tabel atau probabilitas 0,091 lebih
besar dari 0,05; maka H 0 diterima, yang berarti bahwa variabel return
on equity tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham lembaga
keuangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2004-2007.
c. Earning Per Share (X 3 )
Berdasarkan tabel 4.9 hasil pengolahan data untuk variabel ROA
(X 1 ) diperoleh nilai t hitung sebesar 9,336 dengan probabilitas 0,000. Oleh
karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel atau probabilitas 0,000 lebih
kecil dari 0,05; maka H 0 ditolak, yang berarti bahwa variabel earing per
share berpengaruh signifikan terhadap harga saham lembaga
keuangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2004-2007.
d. Net Profit Margin (X 4 )
Berdasarkan tabel 4.9 hasil pengolahan data untuk variabel ROE
(X 2 ) diperoleh nilai t hitung sebesar 0,090 dengan probabilitas 0,929. Oleh
karena nilai t hitung lebih kecil dari t tabel atau probabilitas 0,929 lebih
besar dari 0,05; maka H 0 diterima, yang berarti bahwa variabel net
profit margin tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham
lembaga keuangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2004-2007.

4. Uji F
Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu
ROA, ROE, EPS dan NPM secara simultan terhadap variabel terikat,
dengan menggunakan derajat keyakinan 5%; jika nilai signifikansi F hitung
lebih kecil dari tingkat signifikansi tertentu (5%), maka yang diuji adalah
signifikansi dalam menentukan variabilitas variabel tergantung.

Dari hasil analisis diperoleh nilai F hitung sebesar 42,929 dengan
probabilitas sebesar 0,000, karena nilai F hitung lebih besar dari F tabel atau
probabilitas F hitung (0,000) lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha
diterima, dengan demikian terbukti bahwa ada pengaruh yang signifikan
dari ROA, ROE, EPS dan NPM secara bersama-sama terhadap harga
saham.

5. Koefisien Determinasi (R 2 )

Pengujian ini dipergunakan untuk menghitung seberapa besar
varian dari variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel-variabel
independen. R 2 yang digunakan adalah R 2 yang telah mempertimbangkan
jumlah variabel independen dalam suatu model regresi atau disebut R 2
yang telah disesuaikan (Adjusted-R2). Dalam penelitian ini digunakan
adjusted-R 2 karena jika jumlah variabel independen yang diteliti lebih dari
dua variabel, lebih baik digunakan adjusted-R 2 .
Hasil perhitungan untuk nilai R 2 dengan bantuan program SPSS,
dalam analisis regresi berganda diperoleh angka koefisien determinasi
yang disesuaikan atau adjusted R 2 sebesar 0,561. Hal ini berarti 56,1%
variasi harga saham dijelaskan oleh variasi perubahan faktor-faktor ROA,
ROE, EPS dan NPM, sementara sisanya sebesar 43,9% diterangkan oleh
faktor lain yang tidak ikut terobservasi.



D. Pembahasan
Informasi yang bersifat fundamental diperoleh dari kondisi internal
perusahaan, dan informasi yang bersifat teknikal diperoleh dari luar
perusahaan, seperti ekonomi, politik, finansial, dan faktor lainnya. Informasi
yang diperoleh dari kondisi internal perusahaan yang lazim digunakan adalah
informasi laporan keuangan. Informasi fundamental dan teknikal tersebut
dapat digunakan sebagai dasar bagi investor untuk memprediksi return, risiko
atau ketidak pastian, jumlah, waktu, dan faktor lain yang berhubungan dengan
aktivitas investasi di pasar modal. Jika investor menginginkan return yang
lebih tinggi, maka dia harus menanggung risiko yang lebih tinggi pula.
Penelitian ini didesain untuk menguji secara empiris pengaruh antara Return
On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS) dan Net


Profit Margin (NPM) terhadap harga saham.
Hasil analisis terhadap ROA pada lembaga keuangan menunjukkan
bahwa ROA berpengaruh negatif dan signifikan. Return on Assets (ROA)
merupakan kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan
aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor. Tinggi rendahnya
ROA perusahaan selain tergantung pada keputusan perusahaan, bentuk
investasi atau aktiva (keputusan investasi) juga tergantung peda tingkat
efisiensi penggunaan aktiva perusahaan. Semakin besar ROA menunjukkan
kinerja semakin baik, karena tingkat kembalian (return) semakin besar.
Pengaruh negatif ROA menunjukkan bahwa pengelolaan perusahaan kurang
efisien sehingga investor menilai kinerja perusahaan kurang baik dan
menyebabkan harga saham menjadi turun. Pengelolaan perusahaan yang
kurang efisien disini bisa disebabkan karena beberapa faktor diantaranya suatu
lembaga keuangan menghasilkan laba bersih yang tinggi tetapi lembaga
keuangan tersebut juga harus mengeluarkan biaya-biaya yang lebih tinggi
untuk pemeliharaan aktiva tetap dan biaya depresiasi alat-alat dan gedung,
selain itu dapat disebabkan oleh suatu lembaga keuangan menghasilkan laba
bersih yang rendah tetapi lembaga keuangan tersebut harus mengeluarkan
biaya-biaya pemeliharaan aktiva tetap dan biaya depresiasi alat-alat dan
gedung yang tinggi, jadi bisa dikatakan pengelolaan lembaga keuangan disini
kurang efisien. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh
Imron Rosyadi (2002) dan Wibowo (2003) yang menyimpulkan bahwa ROA
berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Hasil analisis terhadap ROE pada lembaga keuangan menunjukkan
bahwa ROE berpengaruh positif namun tidak signifikan. Return On Equity
(ROE) merupakan salah satu pengukur efisiensi perusahaan. ROE
menerangkan laba bersih yang dihasilkan untuk setiap ekuitas. ROE juga
disebut profitabilitas modal sendiri. Semakin tinggi ROE menunjukkan
semakin efisien perusahaan menggunakan modal sendiri untuk menghasilkan
laba atau keuntungan bersih. Jika perusahaan tersebut efisien maka return
yang dihasilkan juga akan semakin besar. Tidak berpengaruhnya ROE bisa
disebabkan kurang efisiennya perusahaan dalam mengeola modal sendiri yang
dimilikinya, sehingga kurang menghasilkan laba yang optimal. Hasil
penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Erina Kharisma
(2003) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa ROE tidak mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.
Hasil analisis terhadap EPS menunjukkan bahwa EPS pada lembaga
keuangan berpengaruh positif dan signifikan. Rasio ini menunjukan laba
bersih yang berhasil diperoleh perusahaan untuk setiap lembar saham selama
suatu periode tertentu yang akan dibagikan kepada semua pemegang saham.
Kenaikan atau penurunan EPS dari tahun ke tahun adalah ukuran penting
untuk mengetahui baik tidaknya pekerjaan yang dilakukan perusahaan
pemegang sahamnya. EPS yang tinggi menandakan bahwa perusahaan dapat
memberikan tingkat kemakmuran kepada para pemegang saham, sebaliknya
EPS yang lebih rendah menandakan bahwa perusahaan gagal dalam
memberikan tingkat kemakmuran kepada pemegang saham. Secara teori
semakin tinggi EPS, harga saham cenderung naik. EPS yang meningkat
menandakan bahwa peusahaan tersebut behasil meningkatkan taraf
kemakmuran investor dan hal ini akan mendorong investor untuk manambah
jumlah modal yang ditanamkan pada perusahaan tersebut. Pada akhirnya
peningkatan jumlah permintaan terhadap saham mendorong harga saham juga
ikut naik. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh oleh
Sarjana (1999), Mulyono (2000), Imron Rosyadi (2002), Erina Kharisma
(2003) dan Wibowo (2003) dimana dalam penelitiannya menunjukkan bahwa
EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Hasil analisis terhadap NPM menunjukkan bahwa NPM pada lembaga
keuangan berpengaruh positif namun tidak signifikan. Net Profit Margin
(NPM) merupakan rasio antara laba setelah pajak dengan penjualan yang
mengukur laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan. Di
samping itu rasio ini juga bermanfaat untuk mengukur tingkat efisiensi total
pengeluaran biaya-biaya operasional dalam perusahaan. Semakin efisien suatu
perusahaan dalam pengeluaran biaya-biayanya, maka semakin besar tingkat
keuntungan (return) yang akan diperoleh perusahaan tersebut. Tidak
signifikannya variabel ini bisa disebabkan pengeluaran biaya-biaya yang
dilakukan perusahaan kurang efisien sehingga mengurangi laba yang
diperoleh oleh perusahaan. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian
yang dilakukan oleh Imron Rosyadi (2002) dan Wibowo (2003) yang
menyimpulkan bahwa NPM berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
















BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai pengaruh
Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Earning per share (EPS)
dan Net Profit Margin (NPM) terhadap harga saham. maka dapat
dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Hasil uji t menunjukkan bahwa hanya variabel ROA dan EPS saja yang
berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan variabel ROE
dan NPM tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham Jadi
hipotesis pertama yang menyatakan bahwa “Diduga bahwa variabel-
variabel ROA, ROE, EPS, dan NPM secara parsial berpengaruh
signifikan terhadap harga saham pada lembaga keuangan yang go public
di BEI.” tidak terbukti.

2. Hasil uji F menunjukkan ada pengaruh yang signifikan dari Return On
Equity (ROE), Earning per share (EPS) dan Net Profit Margin (NPM)
secara bersama-sama terhadap harga saham. Berarti hipotesis kedua yang
menyatakan bahwa “Diduga bahwa variabel-variabel ROA, ROE, EPS,
dan NPM secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap harga
saham pada lembaga keuangan yang go public di BEI”, terbukti.

3. Hasil Standardized Coefficients Beta menunjukkan bahwa EPS
berpengaruh dominan terhadap harga saham, hal ini ditunjukkan oleh nilai
koefisien Beta variabel EPS sebesar 0,722, lebih besar dari nilai Beta
variabel ROA (-0,320), ROE (0,161) dan NPM (0,006). Berarti hipotesis
ketiga yang menyatakan bahwa “Diduga bahwa variabel Earning Per
Share (EPS) berpengaruh paling besar terhadap harga saham pada
lembaga keuangan yang go public di BEI”, terbukti.

B. Keterbatasan
Penelitian ini mempunyai keterbatasan baik dalam pengambilan
sampel maupun dalam pengukuran variabel. Beberapa keterbatasan dalam
penelitian ini antara lain:
1. Populasi dalam penelitian ini hanya terbatas pada satu jenis perusahaan
yaitu perusahaan lembaga keuangan. Hal ini mengakibatkan penelitian ini
tidak bisa digeneralisasi untuk semua jenis perusahaan.
2. Periode penelitian yang relatif pendek yaitu tahun 2004-2007 dan hanya
empat variabel independen yang digunakan.

C. Saran
Berdasarkan kesimpulan-kesimpulan diatas, penulis dapat memberikan
beberapa saran sebagai berikut:

1. Berpengaruhnya return on asset dan earning per share terhadap harga
saham perusahaan dapat dijadikan pertimbangan bagi perusahaan baik
emiten maupun investor untuk memprediksi harga saham dan
meningkatkan kinerja keuangan.

2. Bagi investor diharapkan lebih teliti mengamati perkembangan kinerja
perusahaan, terutama dalam hal return on asset dan earning per share,
sehingga dalam berinvestasi dapat memperoleh return yang diharapkan
bahkan earning per share merupakan faktor yang paling besar
pengaruhnya terhadap harga saham pada lembaga keuangan.

3. Sebaiknya peneliti berikutnya memperluas objek penelitian, agar hasil
penelitian dapat digeneralisasi untuk semua jenis perusahaan.

4. Bagi penelitian yang akan mengambil tema yang sama, sebaiknya
menggunakan model yang berbeda untuk mengukur harga saham atau
dapat menambah dan mengganti variabel penelitian dan memperpanjang
periode penelitian untuk membuktikan kembali hipotesis dalam skripsi ini.












DAFTAR PUSTAKA


Djarwanto, dan Subagyo. 1996. Statistik Induktif. Edisi keempat. BPFE.
Yogyakarta.

Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Edisi
Pertama. BPFE UGM: Yogyakarta.

Rosyadi, Imron. 2002. Keterkaitan Kinerja Keuangan Dengan Harga Saham
(Studi pada 25 Emiten 4 Rasio Keuangan Di BEJ), Jurnal Akuntansi dan
Keuangan, Vol. 1, April 2002, hal 24-48.

Gujarati, Damodar. 2003. Ekonometrika Dasar. Erlangga: Jakarta.

Husnan, Suad. 2003. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Edisi
III. UUP. AMP-YKPN. Yogyakarta.

Sitohang, Sonang. 2003. Pengaruh Rasio Aktivitas, Rasio Profitabilitas, Rasio
Leverage, dan Rasio Penilaian Terhadap Pendapatan Saham Perusahaan
Automotive and Allied Products Di BES. Jurnal Pendidikan Akuntansi
Indonesia : Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.

Kharisma, Erina. 2003. Analis Pengaruh Variabel Fundamental Dan Teknikal
Terhadap Harga Saham Di BES. Jurnal Ekonomi : Fakultas Ekonomi
Universitas Brawijaya.

Sholikah, dan Trisnawati. 2004. Pengaruh EVA dan Profitabilitas perusahaan
Terhadap Return Pemegang Saham Perusahaan Rokok : Studi Pada
Bursa Efek Jakarta. Jurnal Empirika, Vol. 17, No.1 Juni 2004, hal 64-
79 : Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sasongko, dan Wulandari. 2006. Pengaruh Eva dan Rasio-rasio Profitabilitas
Terhadap Harga Saham. Jurnal Empirika, Vol 19, No.1 Juni 2006, hal
64-79 : Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Jogiyanto. 2003. Teori Portofolio Dan Analisis Investasi.: BPFE UGM
Yogyakarta.

Nugroho, Bhuono Agung. 2005. Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian
Dengan SPSS. Penerbit Andi.Yogyakarta.

Institut For Economic and Financial Research. Indonesian Capital Market
Directory 2007. PT. BEJ. Jakarta.

Institut For Economic and Financial Research. Indonesian Capital Market
Directory 2008. PT. BEJ. Jakarta.

Enny, Rut. 2007. Analisis Pengaruh ROA, ROE, Dan DER Terhadap Harga
Saham Pada Perusahaan Industri Food and Baverages Yang Terdaftar
Di BEI. Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.

Nila Sari, Rasintia. 2007. Analisis Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return
Saham Pada Perusahaan Keuangan Yang Go Public Di BEJ. Skripsi
Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Hidayah, Nur. 2007. Analisis Pengaruh Kinerja Fundamental Emiten Terhadap
Harga saham Pada Perusahaan Manufaktur di BEJ tahun 2003-2005.
Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sutrisno, 2008. Manajemen Keuangan Teori, Konsep Dan Aplikasi. Yogyakarta:
Penerbit Ekonisia.

Rosyadi, Imron. 2008. Buku Ajar Teori Portofolio Dan Analisis Sekuritas.
Fakultas Ekonomi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Suhartono dan Qudsi. 2009. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas.
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Yogyakarta.

DATA ROA, ROE, EPS, NPM
TAHUN 2004

No Nama Emiten
ROA
(%)
ROE
(%)
EPS
(Rp)
NPM
(X)
1 Bank Arta Graha Internasional Tbk 0,93 16,01 73.42 0,09
2 Bank Central Asia Tbk 2,14 22,95 260 0,24
3 Bank Danamon Tbk 4,09 30,86 491 0,31
4 Bank Internasional Indonesia Tbk 2,37 38,25 17 0,20
5 Bank Kesawan Tbk 0,17 2,80 7 0,02
6 Bank Lippo Tbk 3,21 38,68 228 39,00
7 Bank Mandiri Tbk 2,12 21,08 262 0,23
8 Bank Mayapada Tbk 1,30 10,99 26 0,12
9 Bank Mega Tbk 1,67 26,54 332 0,18
10 Bank Negara Indonesia Tbk 5,77 42,76 307 0,21
11 Bank NISP Tbk 1,64 21,03 71 0,18
12 Bank Nusantara Pahrayangan Tbk 1,21 19,30 177 0,15
13 Bank Pan Indo Tbk 3,88 20,53 58 0,32
14 Bank Permata Tbk 1,99 26,93 81 0,19
15 Bank Rakyat Indonesia Tbk 5,77 42,76 307 0,21
16 Bank Swadesi Tbk 1,95 10,94 37 0,22
17 Bank UOB Buana Tbk 1,73 14,91 57 0,18
18 Bank Victoria Internasional Tbk 1,17 12,70 19 0,09
19 PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk 18,86 58,00 301 2,06
20 PT. BFI Finance Indonesia Tbk 1,46 1,98 21 0,06
21 PT. Buana Finance Tbk 19,41 35,29 407 107,61
22 PT. Clipan Finance Indonesia Tbk 6,33 13,51 48 0,43
23 PT. Danasupra Erapacific Tbk 3,74 6,96 45 0,11
24 PT. Equity Development Invesment Tbk 2,16 9,18 4 0,05
25 PT. Sinar Mas Multiartha Tbk 12,24 20,73 61 0,25
26 PT. Trust Finance Indonesia Tbk 5,92 16,26 28 0,29
27 PT. Wahana Ottomitra Multiartha Tbk 12,29 26,69 60 0,23
28 PT. Arthavest Tbk 1,29 2,55 7 0,16
29 PT. Bhakti Capital Indonesia Tbk 3,59 8,64 14 0,25
30 PT. Bhakti Investama Tbk 2,42 3,86 12 0,37
31 PT. HD Capital (Hortus Danavest) Tbk 2,90 3,69 8 0,38
32 PT. Kresna Graha Securindo Tbk 7,93 13,34 21 0,32
33 PT. Lippo Securities Tbk 3,43 16,52 3.24 0,63
34 PT. Pan Pacific Internasional Tbk 7,56 11,16 3 1,02
35 PT. Panin Sekuritas Tbk 8,16 19,77 68 0,46
36 PT. Trimegah Securities Tbk 7,37 19,51 16 0,25
37 PT. Yulie Sekurindo Tbk 3,86 4,20 9 0,52
38 PT. Asuransi Dayin Mitra Tbk 3,89 8,99 50 0,12
39 PT. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk 5,71 8,25 8 0,08
40 PT. Asuransi Ramayana Tbk 8,87 21,81 284 0,14
41 PT. Lippo General Insurance Tbk 2,74 3,72 71 0,14
42 PT. Maskapi Reasuransi Indonesia Tbk 1,86 5,63 19 0,03
43 PT. Panin Insurance Tbk 7,96 16,95 103 0,20
44 PT. Panin Life Tbk 12,95 19,94 29 0,29
DATA ROA, ROE, EPS, NPM
TAHUN 2005

No Nama Emiten
ROA
(%)
ROE
(%)
EPS
(Rp)
NPM
(X)
1 Bank Arta Graha Internasional Tbk 0,21 4,21 0.77 0,02
2 Bank Central Asia Tbk 2,40 22,70 2.92 0,23
3 Bank Danamon Tbk 2,95 23,32 407 0,20
4 Bank Internasional Indonesia Tbk 1,44 15,40 15 0,13
5 Bank Kesawan Tbk 0,19 2,42 6 0,02
6 Bank Lippo Tbk 1,42 15,78 105 15,39
7 Bank Mandiri Tbk 0,23 2,60 30 0,03
8 Bank Mayapada Tbk 0,54 5,34 13 0,05
9 Bank Mega Tbk 0,71 14,05 126 0,08
10 Bank Negara Indonesia Tbk 0,96 11,89 106.57 0,09
11 Bank NISP Tbk 1,02 10,32 42 0,10
12 Bank Nusantara Pahrayangan Tbk 1,00 17,30 179 0,11
13 Bank Pan Indo Tbk 1,53 12,86 35 0,16
14 Bank Permata Tbk 0,88 11,83 39 0,08
15 Bank Rakyat Indonesia Tbk 5,04 37,92 316 0,21
16 Bank Swadesi Tbk 1,86 10,50 38 0,19
17 Bank UOB Buana Tbk 2,16 15,94 60 0,19
18 Bank Victoria Internasional Tbk 0,95 12,78 16 0,08
19 PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk 29,17 68,25 476 0,26
20 PT. BFI Finance Indonesia Tbk 7,30 10,14 118 0,28
21 PT. Buana Finance Tbk 8,51 14,31 185 46,61
22 PT. Clipan Finance Indonesia Tbk 7,13 13,02 51 0,34
23 PT. Danasupra Erapacific Tbk 1,37 2,40 15 0,05
24 PT. Equity Development Invesment Tbk 2,24 5,71 4 0,04
25 PT. Sinar Mas Multiartha Tbk 3,88 12,26 35 0,10
26 PT. Trust Finance Indonesia Tbk 4,84 13,03 24 0,22
27 PT. Wahana Ottomitra Multiartha Tbk 5,85 26,83 83 0,18
28 PT. Arthavest Tbk 10,01 11,90 35 0,52
29 PT. Bhakti Capital Indonesia Tbk 5,19 10,28 18 0,21
30 PT. Bhakti Investama Tbk 2,55 3,77 12 0,30
31 PT. HD Capital (Hortus Danavest) Tbk 2,20 2,96 6 0,30
32 PT. Kresna Graha Securindo Tbk 3,65 6,78 10 0,23
33 PT. Lippo Securities Tbk 9,20 23,50 11.64 6,84
34 PT. Pan Pacific Internasional Tbk 0,78 1,05 6 0,49
35 PT. Panin Sekuritas Tbk 6,57 20,73 88 0,40
36 PT. Trimegah Securities Tbk 11,19 20,61 20 0,33
37 PT. Yulie Sekurindo Tbk 4,31 4,55 9 0,58
38 PT. Asuransi Dayin Mitra Tbk 3,56 8,11 44 0,10
39 PT. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk 6,44 10,08 10 0,09
40 PT. Asuransi Ramayana Tbk 7,39 15,80 264 0,10
41 PT. Lippo General Insurance Tbk 4,66 6,21 140 0,15
42 PT. Maskapi Reasuransi Indonesia Tbk 2,07 4,50 11 0,04
43 PT. Panin Insurance Tbk 1,11 2,84 17 0,05
44 PT. Panin Life Tbk 7.62 11.19 16 0,23
DATA ROA, ROE, EPS, NPM
TAHUN 2006

No Nama Emiten
ROA
(%)
ROE
(%)
EPS
(Rp)
NPM
(X)
1 Bank Arta Graha Internasional Tbk 0,28 5,58 6.11 0,02
2 Bank Central Asia Tbk 2,40 23,48 344 0,22
3 Bank Danamon Tbk 1,61 14,04 269 0,10
4 Bank Internasional Indonesia Tbk 1,19 12,06 13 0,09
5 Bank Kesawan Tbk 0,20 3,24 8 0,02
6 Bank Lippo Tbk 1,52 15,12 129 13,88
7 Bank Mandiri Tbk 0,91 9,20 118 0,08
8 Bank Mayapada Tbk 1,03 10,72 30 0,08
9 Bank Mega Tbk 0,49 7,84 93 0,05
10 Bank Negara Indonesia Tbk 1,14 13,04 145.28 0,11
11 Bank NISP Tbk 0,98 9,66 48 0,98
12 Bank Nusantara Pahrayangan Tbk 0,91 10,85 96 0,08
13 Bank Pan Indo Tbk 1,80 11,04 36 0,16
14 Bank Permata Tbk 0,84 8,46 40 0,06
15 Bank Rakyat Indonesia Tbk 4,36 33,75 347 0,19
16 Bank Swadesi Tbk 1,21 7,12 27 0,10
17 Bank UOB Buana Tbk 2,43 12,52 62 0,18
18 Bank Victoria Internasional Tbk 1,01 9,54 15 0,10
19 PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk 15,96 51,17 464 0,24
20 PT. BFI Finance Indonesia Tbk 11,42 15,49 214 0,43
21 PT. Buana Finance Tbk 8,39 13,44 79 41,61
22 PT. Clipan Finance Indonesia Tbk 6,44 11,17 50 0,33
23 PT. Danasupra Erapacific Tbk 0,57 0,78 5 0,02
24 PT. Equity Development Invesment Tbk 1,79 4,83 4 0,04
25 PT. Sinar Mas Multiartha Tbk 2,90 12,08 43 0,07
26 PT. Trust Finance Indonesia Tbk 4,41 9,64 20 0,20
27 PT. Wahana Ottomitra Multiartha Tbk 1,88 14,58 45 0,09
28 PT. Arthavest Tbk 0,79 1,01 3 0,12
29 PT. Bhakti Capital Indonesia Tbk 4,81 14,08 28 0,30
30 PT. Bhakti Investama Tbk 2,16 12,25 48 0,35
31 PT. HD Capital (Hortus Danavest) Tbk 3,15 11,31 27 0,52
32 PT. Kresna Graha Securindo Tbk 4,84 10,33 17 0,36
33 PT. Lippo Securities Tbk 7,02 17,34 9.30 1,97
34 PT. Pan Pacific Internasional Tbk 1,11 1,61 9 0,35
35 PT. Panin Sekuritas Tbk 7,99 29,87 173 0,43
36 PT. Trimegah Securities Tbk 8,55 18,55 20 0,33
37 PT. Yulie Sekurindo Tbk 2,93 3,49 7 0,36
38 PT. Asuransi Dayin Mitra Tbk 1,24 3,00 16 0,04
39 PT. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk 5,13 7,60 8 0,06
40 PT. Asuransi Ramayana Tbk 6,66 16,68 271 0,08
41 PT. Lippo General Insurance Tbk 0,42 0,54 13 0,01
42 PT. Maskapi Reasuransi Indonesia Tbk 5,93 10,86 30 0,10
43 PT. Panin Insurance Tbk 5,20 13,65 75 0,17
44 PT. Panin Life Tbk 6,27 8,77 13 0,20
DATA HARGA SAHAM CLOSING PRICE
TAHUN 2005, 2006, 2007
(Rp)

No Nama Emiten 2005 2006 2007
1 Bank Arta Graha Internasional Tbk 50 45 235
2 Bank Central Asia Tbk 3.400 5.200 7.300
3 Bank Danamon Tbk 4.750 6.750 8.000
4 Bank Internasional Indonesia Tbk 155 240 285
5 Bank Kesawan Tbk 400 460 500
6 Bank Lippo Tbk 1.480 1.610 2.175
7 Bank Mandiri Tbk 1.640 2.900 3.500
8 Bank Mayapada Tbk 120 530 960
9 Bank Mega Tbk 2.050 2.100 3.150
10 Bank Negara Indonesia Tbk 1.280 1.870 1.970
11 Bank NISP Tbk 770 850 900
12 Bank Nusantara Pahrayangan Tbk 700 700 1,510
13 Bank Pan Indo Tbk 420 580 680
14 Bank Permata Tbk 720 870 890
15 Bank Rakyat Indonesia Tbk 3.025 5.150 7.400
16 Bank Swadesi Tbk 420 700 900
17 Bank UOB Buana Tbk 950 970 1,030
18 Bank Victoria Internasional Tbk 80 90 152
19 PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk 1.670 2.325 2.200
20 PT. BFI Finance Indonesia Tbk 1.010 1.300 1.290
21 PT. Buana Finance Tbk 1.330 740 370
22 PT. Clipan Finance Indonesia Tbk 380 385 310
23 PT. Danasupra Erapacific Tbk 350 145 920
24 PT. Equity Development Invesment Tbk 100 90 90
25 PT. Sinar Mas Multiartha Tbk 320 305 660
26 PT. Trust Finance Indonesia Tbk 360 375 380
27 PT. Wahana Ottomitra Multiartha Tbk 500 580 370
28 PT. Arthavest Tbk 450 435 480
29 PT. Bhakti Capital Indonesia Tbk 200 270 780
30 PT. Bhakti Investama Tbk 190 480 1.050
31 PT. HD Capital (Hortus Danavest) Tbk 150 65 560
32 PT. Kresna Graha Securindo Tbk 120 130 375
33 PT. Lippo Securities Tbk 25 30 108
34 PT. Pan Pacific Internasional Tbk 150 150 335
35 PT. Panin Sekuritas Tbk 265 465 1.340
36 PT. Trimegah Securities Tbk 145 150 305
37 PT. Yulie Sekurindo Tbk 55 60 104
38 PT. Asuransi Dayin Mitra Tbk 240 175 290
39 PT. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk 135 90 225
40 PT. Asuransi Ramayana Tbk 1.000 1.000 1.060
41 PT. Lippo General Insurance Tbk 380 340 540
42 PT. Maskapi Reasuransi Indonesia Tbk 165 150 225
43 PT. Panin Insurance Tbk 265 280 330
44 PT. Panin Life Tbk 135 165 195
Descriptives


Descriptive Statistics
132 .17 29.17 4.2012 4.2863
132 .54 68.25 14.4432 11.3404
132 .77 491.00 85.4110 114.4028
132 .01 107.61 2.2748 11.3295
132 25 8000 994.12 1493.88
132
ROA
ROE
EPS
NPM
HS
Valid N (listwise)
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation



































Regression : Model Pertama

Variables Entered/Removedb
NPM, ROE,
ROA, EPS
a . Enter
Model
1
Variables
Entered
Variables
Removed Method
All requested variables entered. a.
Dependent Variable: HS b.

Model Summaryb
.752a .565 .552 1000.14
Model
1
R R Square
Adjusted
R Square
Std. Error of
the Estimate
Predictors: (Constant), NPM, ROE, ROA, EPS a.
Dependent Variable: HS b.

ANOVAb
1.65E+08 4 41328789.35 41.317 .000a
1.27E+08 127 1000273.344
2.92E+08 131
Regression
Residual
Total
Model
1
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), NPM, ROE, ROA, EPS a.
Dependent Variable: HS b.

Coefficientsa
571.782 144.452 3.958 .000
-124.061 27.878 -.356 -4.450 .000
3.494 13.757 .027 .254 .800
10.803 1.166 .827 9.269 .000
-13.031 8.302 -.099 -1.570 .119
(Constant)
ROA
ROE
EPS
NPM
Model
1
B Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardi
zed
Coefficien
ts
t Sig.
Dependent Variable: HS a.














Normality test: Model Pertama

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
132
2.561193E-06
984.7490234
.209
.209
-.163
2.407
.000
N
Mean
Std. Deviation
Normal Parametersa,b
Absolute
Positive
Negative
Most Extreme
Differences
Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
Unstandardiz
ed Residual
Test distribution is Normal. a.
Calculated from data. b.































Multicolinearity test: Model Pertama

Variables Entered/Removedb
NPM, ROE,
ROA, EPS
a . Enter
Model
1
Variables
Entered
Variables
Removed Method
All requested variables entered. a.
Dependent Variable: HS b.

Coefficientsa
.535 1.870
.314 3.187
.429 2.329
.863 1.159
ROA
ROE
EPS
NPM
Model
1
Tolerance VIF
Collinearity Statistics
Dependent Variable: HS a.

Coefficient Correlationsa
1.000 .146 -.267 -.210
.146 1.000 -.555 -.678
-.267 -.555 1.000 .144
-.210 -.678 .144 1.000
68.929 16.660 -61.859 -2.036
16.660 189.243 -212.756 -10.874
-61.859 -212.756 777.177 4.673
-2.036 -10.874 4.673 1.359
NPM
ROE
ROA
EPS
NPM
ROE
ROA
EPS
Correlations
Covariances
Model
1
NPM ROE ROA EPS
Dependent Variable: HS a.

Collinearity Diagnosticsa
3.363 1.000 .02 .02 .01 .02 .01
.883 1.952 .03 .00 .00 .00 .85
.399 2.904 .32 .04 .00 .38 .03
.273 3.513 .43 .60 .00 .06 .06
8.288E-02 6.370 .20 .35 .98 .54 .05
Dimension
1
2
3
4
5
Model
1
Eigenvalue
Condition
Index (Constant) ROA ROE EPS NPM
Variance Proportions
Dependent Variable: HS a.








Heteroskedasticity test: Model Pertama

Variables Entered/Removedb
NPM, ROE,
ROA, EPS
a . Enter
Model
1
Variables
Entered
Variables
Removed Method
All requested variables entered. a.
Dependent Variable: LNE21 b.

Model Summary
.427a .182 .156 2.2452
Model
1
R R Square
Adjusted
R Square
Std. Error of
the Estimate
Predictors: (Constant), NPM, ROE, ROA, EPS a.

ANOVAb
142.597 4 35.649 7.072 .000a
640.187 127 5.041
782.784 131
Regression
Residual
Total
Model
1
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), NPM, ROE, ROA, EPS a.
Dependent Variable: LNE21 b.

Coefficientsa
11.301 .324 34.849 .000
-.189 .063 -.332 -3.024 .003
2.475E-04 .031 .001 .008 .994
9.345E-03 .003 .437 3.571 .001
-1.92E-02 .019 -.089 -1.031 .304
(Constant)
ROA
ROE
EPS
NPM
Model
1
B Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardi
zed
Coefficien
ts
t Sig.
Dependent Variable: LNE21 a.












Autocorrelation test: Model Pertama

Variables Entered/Removedb
NPM, ROE,
ROA, EPS
a . Enter
Model
1
Variables
Entered
Variables
Removed Method
All requested variables entered. a.
Dependent Variable: HS b.

Model Summaryb
.752a .565 .552 1000.14 1.454
Model
1
R R Square
Adjusted
R Square
Std. Error of
the Estimate
Durbin-W
atson
Predictors: (Constant), NPM, ROE, ROA, EPS a.
Dependent Variable: HS b.

ANOVAb
1.65E+08 4 41328789.35 41.317 .000a
1.27E+08 127 1000273.344
2.92E+08 131
Regression
Residual
Total
Model
1
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), NPM, ROE, ROA, EPS a.
Dependent Variable: HS b.

Coefficientsa
571.782 144.452 3.958 .000
-124.061 27.878 -.356 -4.450 .000
3.494 13.757 .027 .254 .800
10.803 1.166 .827 9.269 .000
-13.031 8.302 -.099 -1.570 .119
(Constant)
ROA
ROE
EPS
NPM
Model
1
B Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardi
zed
Coefficien
ts
t Sig.
Dependent Variable: HS a.














Regression : Model Ln

Variables Entered/Removedb
NPM, ROE,
LNEPS,
ROA
a
. Enter
Model
1
Variables
Entered
Variables
Removed Method
All requested variables entered. a.
Dependent Variable: LNHS b.

Model Summaryb
.758a .575 .561 .8081
Model
1
R R Square
Adjusted
R Square
Std. Error of
the Estimate
Predictors: (Constant), NPM, ROE, LNEPS, ROA a.
Dependent Variable: LNHS b.

ANOVAb
112.134 4 28.033 42.929 .000a
82.934 127 .653
195.068 131
Regression
Residual
Total
Model
1
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), NPM, ROE, LNEPS, ROA a.
Dependent Variable: LNHS b.

Coefficientsa
3.982 .208 19.166 .000
-9.11E-02 .023 -.320 -4.029 .000
1.729E-02 .010 .161 1.701 .091
.641 .069 .722 9.336 .000
5.968E-04 .007 .006 .090 .929
(Constant)
ROA
ROE
LNEPS
NPM
Model
1
B Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardi
zed
Coefficien
ts
t Sig.
Dependent Variable: LNHS a.










Normality test: Model Ln


One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
132
8.889897E-10
.7956656
.073
.067
-.073
.834
.490
N
Mean
Std. Deviation
Normal Parametersa,b
Absolute
Positive
Negative
Most Extreme
Differences
Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
Unstandardiz
ed Residual
Test distribution is Normal. a.
Calculated from data. b.































Multicolinearity test: Model Ln

Variables Entered/Removedb
NPM, ROE,
LNEPS,
ROA
a
. Enter
Model
1
Variables
Entered
Variables
Removed Method
All requested variables entered. a.
Dependent Variable: LNHS b.

Coefficientsa
.531 1.882
.375 2.664
.560 1.787
.877 1.140
ROA
ROE
LNEPS
NPM
Model
1
Tolerance VIF
Collinearity Statistics
Dependent Variable: LNHS a.

Coefficient Correlationsa
1.000 .104 -.170 -.266
.104 1.000 -.595 -.596
-.170 -.595 1.000 .164
-.266 -.596 .164 1.000
4.428E-05 7.065E-06 -7.75E-05 -4.00E-05
7.065E-06 1.033E-04 -4.15E-04 -1.37E-04
-7.75E-05 -4.15E-04 4.712E-03 2.551E-04
-4.00E-05 -1.37E-04 2.551E-04 5.107E-04
NPM
ROE
LNEPS
ROA
NPM
ROE
LNEPS
ROA
Correlations
Covariances
Model
1
NPM ROE LNEPS ROA
Dependent Variable: LNHS a.

Collinearity Diagnosticsa
3.559 1.000 .01 .02 .01 .01 .01
.910 1.978 .01 .00 .00 .00 .85
.341 3.232 .09 .39 .03 .03 .10
.148 4.911 .14 .48 .52 .01 .00
4.224E-02 9.179 .76 .11 .44 .96 .04
Dimension
1
2
3
4
5
Model
1
Eigenvalue
Condition
Index (Constant) ROA ROE LNEPS NPM
Variance Proportions
Dependent Variable: LNHS a.







Heteroskedasticity test: Model Ln


Variables Entered/Removedb
NPM, ROE,
LNEPS,
ROA
a
. Enter
Model
1
Variables
Entered
Variables
Removed Method
All requested variables entered. a.
Dependent Variable: LNE2 b.

Model Summary
.159a .025 -.005 1.8786
Model
1
R R Square
Adjusted
R Square
Std. Error of
the Estimate
Predictors: (Constant), NPM, ROE, LNEPS, ROA a.

ANOVAb
11.654 4 2.914 .826 .511a
448.214 127 3.529
459.869 131
Regression
Residual
Total
Model
1
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), NPM, ROE, LNEPS, ROA a.
Dependent Variable: LNE2 b.

Coefficientsa
-1.894 .483 -3.921 .000
-8.10E-02 .053 -.185 -1.542 .125
3.381E-02 .024 .205 1.431 .155
-1.54E-02 .160 -.011 -.097 .923
2.642E-03 .015 .016 .171 .865
(Constant)
ROA
ROE
LNEPS
NPM
Model
1
B Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardi
zed
Coefficien
ts
t Sig.
Dependent Variable: LNE2 a.










Autocorrelation test: Model Ln

Variables Entered/Removedb
NPM, ROE,
LNEPS,
ROA
a
. Enter
Model
1
Variables
Entered
Variables
Removed Method
All requested variables entered. a.
Dependent Variable: LNHS b.

Model Summaryb
.758a .575 .561 .8081 1.574
Model
1
R R Square
Adjusted
R Square
Std. Error of
the Estimate
Durbin-W
atson
Predictors: (Constant), NPM, ROE, LNEPS, ROA a.
Dependent Variable: LNHS b.

ANOVAb
112.134 4 28.033 42.929 .000a
82.934 127 .653
195.068 131
Regression
Residual
Total
Model
1
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), NPM, ROE, LNEPS, ROA a.
Dependent Variable: LNHS b.

Coefficientsa
3.982 .208 19.166 .000
-9.11E-02 .023 -.320 -4.029 .000
1.729E-02 .010 .161 1.701 .091
.641 .069 .722 9.336 .000
5.968E-04 .007 .006 .090 .929
(Constant)
ROA
ROE
LNEPS
NPM
Model
1
B Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardi
zed
Coefficien
ts
t Sig.
Dependent Variable: LNHS a.

0 komentar:

Mohon Klik Gambar Di bawah ini

Ringga Arie Suryadi. Diberdayakan oleh Blogger.