Klik Gambar

Rabu, 27 Oktober 2010

retail adalah


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Usaha dan Pedagang Eceran

Dalam rangkaian kegiatan ekonomi, peran dan kedudukan pedagang eceran sangatlah penting. Ia merupakan penghubung antara produsen sebagai pihak yang menghasilkan produk dengan pemakai akhir. Untuk lebih jelasnya beberapa ahli memberikan definisi tentang usaha eceran dan pedagang eceran.
Philip Kotler (1993:334) mengatakan bahwa:

Usaha eceran adalah meliputi seluruh aktivitas yang melibatkan barang dan jasa yang langsung pada konsumen yang olehnya digunakan untuk kepentingan pribadi dan non bisnis. Sedangkan pengecer adalah setiap organisasi atau lembaga usaha atau bisnis yang volume penjualannya terutama bersumber dari usaha eceran.
Berry Berman dan Gary Evans (1989:3) memberikan definisi:

Retailing as those business activities taht involve the sale good and service to ultimate (final) consumer for personal, family or household use. It’s use the final stage in channel distribution.
William J. Stanton (1987:316) mengatakan bahwa:

Retailing includes all activities direcly related to the sale of good and service to the ultimate (final) consumer for personal, non business use.

Sedangkan pedagang eceran: retailer is a business enterprise whos primary function is to sell to ultimate consumer for non business.
Definisi-definisi diatas pada intinya mengemukakan bahwa:
Bisnis eceran merupakan jembatan antara produsen atau pihak saluran
distribusi lainnya dengan konsumen akhir.
Usaha eceran merupakan usaha menjual langsung pada konsumen, yang
olehnya digunakan untuk keperluan pribadi dan bukan untuk usaha.
Pengecer adalah orang atau lembaga yang menjual barang atau jasa
langsung pada konsumen akhir, kedudukannya sebagai mata rantai yang
paling dekat dengan konsumen.
2.2. Tipe dan Orientasi Pedagang Eceran
2.2.1 Tipe pedagang eceran
Untuk mempermudah penggolongan usaha eceran William J.
Stanton (1987,321) membuat 4 (empat) klasifikasi, klasifikasi tersebut
berdasarkan:
1. Berdasarkan volume penjualan
2. Berdasarkan jajaran produk yang dikelola
3. Berdasarkan kepemilikan
4. Metode operasi
1. Berdasarkan Volume Penjualan

Volume penjualan merupakan salah satu dasar dalam mengelompokan pedagang eceran, karena bedanya ukuran akan memberikan pengaruh terhadap permasalahan manajemen yang berbeda. Misalnya dalam hal pembelian, promosi, dan pengeluaran biaya. Dengan klasifikasi ini pedagang eceran dibagi menjadi dua
17
yaitu: pedagang eceran dengan skala besar (large scale retailer) dan
pedagang eceran dengan skala kecil (small scale retailer).
2. Berdasarkan Jajaran Produk Yang Dikelola

Berdasarkan jajaran produk yang dikelola dapat digolongkan menjadi: General merchandise store dan limited line store. General merchandise store adalah pedagang eceran yang menjual berbagai macam produk contoh: departemen store. Sedangkan limited line store adalah pedagang eceran yang menjual barang-barang tertentu (speciality store) contoh: toko sepatu, toko meubel, toko roti.
3. Berdasarkan Bentuk Kepemilikan
Berdasarkan bentuk kepemilikan umumnya pedegang eceran dapat
digolongkan menjadi:
1. Coorporate Chain Store
Coorporate Chain Store adalah organisasi yang terdiri dari dua
atau lebih toko eceran yang dimiliki dan dikelola secara sentral.
2. Independent Retailer

Independent Retail adalah pedagang eceran yang berdiri sendiri dimiliki dan dikelola pemilik tidak tergantung pada organisasi atau toko lainnya.
3. Rantai Sukarela dan Asosiasi Pengecer

Rantai Sukarela dan Asosiasi Pengecer adalah timbulnya persaingan dari coorporate chain store membawa pengecer independent membentuk asosiasi yang dapat berupa rantai
18

sukarela (kelompok yang diseponsori oleh produsen / whoresaler) atau asosiasi retail independent (gabungan berupa retail independent).
4. Franchising

Franchising adalah usaha eceran yang terbentuk dari perjanjian kontrak antara franchiser sebagi pemilik hak paten merk dengan franchise, dengan cara franchise membeli hak untuk menjual barang dan jasa atas nama franchiser.
4. Berdasarkan Metode Operasi
Berdasarkan metode operasinya pedagang eceran dapat di
klasifikasikan menjadi 4 tipe yaitu:
a. Full Service Retailing

Full service retailing adalah bentuk pedagang eceran yang sudah umum, yang memberikan pelayanan sepenuhnya. Bentuk ini khususnya diperlikan untuk barang-barang yang memerlukan banyak penjelasan atau perlu dicocokan dulu sebelum dibeli. Misalnya: barang elektronik, pakaian di butik.
b. Supermarket Retailing

Supermarket retailing adalah bentuk pedagang eceran skala besar yang menyediakan berbagai jenis barang yang dikelompokan menurut jenis produk masing-masing, memberikan kebebasan dan melayani sendiri bagi langganannya
19
c. Discount Retailing

Discount retailing adalah toko eceran skala besar yang menawarkan produknya dengan harga yang lebih murah atau memberikan potongan harga yang cukup besar, tetapi dengan pelayanan yang lebih sedikit, pengambilan keuntungan dari jenis ini kecil, mereka mengharapkan tingkat turn over yang tinggi.
d. Non Store Retailing

Non store retailing adalah pedagang eceran yang menawarkan produknya langsung kepada konsumen tanpa mempergunakan toko, bentuknya antara lain:

1. House selling or door to door selling, penjualan dengan menawarkan produknya langsung kerumah konsumen, umumnya dengan cara mendatangi dari pintu ke pintu. Ada juga dengan cara menyelenggarakan sales presentation dalam suatu pertemuan.

2. Mail Order selling, penjualan dengan menggunakan katalog atau daftar barang-barang yang ditawarkan dan pemesanan dilakukan dengan menggunakan syarat pemesanan.
3. Automatic Vending adalah cara penjualan

dengan menggunakan mesin yang secara otomatis akan melayani pembeli.
20
2.2.2. Orientasi Pedagang Eceran
Barry Berman dan Gary Evans (1989,19) mengatakan bahwa
orientasi dari pedagan eceran adalah:
1. Orientasi Terhadap Konsumen

Pengecer harus menentukan sifat-sifat dan keinginan para konsumen pada umumnya konsumen menginginkan dapat membeli barang atau jasa yang terbaik dengan uang yang mereka miliki dan mereka dapat berbelanja disatu tempat, sehingga mengurangi jumlah perjalanan yang harus mereka lakukan.

Perilaku konsumen memang terus berubah pengecer yang tahu produk yang ingin dibeli, dimana mereka ingin membeli, berapa harga yang akan mereka bayarkan dan bagaimana mempromosikan penjualan agaknya akan menjadi pengecer yang berhasil dalam usaha eceran.
2. Usaha Koordinasi

Pengecer yang paling berhasil adalah meeka yang dapat mengkoordinasikan perencanaan dan menyusun aktivitas secara menyeluruh untuk mencapai efisiensi yang maksimum.
3. Orientasi Terhadap Tujuan
Pengecer dapat menetapkan satu atau lebih tujuan yang ingin diraih,
tujuan itu meliputi:
Tujuan pada Penjualan
21

Tujuan Pencapaian Keuntungan
Tujuan Terhadap Pemuasan Publik
Tujuan Penciptaan Citra Perusahaan
2.3. Pengertian Bauran Eceran

Dalam melakukan aktivitas penjualan pengecer memerlukan strategi yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan konsumen. Dimana strategi pemasaran di cerminkan sebagai suatu program yang dikenal dengan istilah bauran eceran (retailing mix). Barry Berman dan Gary J. Evans (1989:92) memberikan definisi bahwa bauran eceran adalah:

this mix is a firm particular combination of these factors: store location, operating procedures, good/service offered, pricing tactics, store atmosphere, customer service, and promotion methods.

Dari definisi diatas dapat diketahui komponen-komponen bauran eceran yaitu lokasi toko, prosedur operasi, penyediaan barang, penetapan harga, suasana dan atribut fisik, pelayanan dan promosi.
2.3.1. Lokasilokasi merupakan salah satu faktor yang penting bagi pedagang

eceran karena ketika suatu lokasi telah dipilih maka keadaan disekitar lokasi mempunyai pengaruh yang kuat dalam penetapan semua strategi pedagang eceran. Sedemikian pentingnya lokasi terhadap pedagang eceran Philip Kotler berpendapat “ retailers are accustomed to saying that three key to success are “location, location, location”.
22

Untuk itu melihat penting lokasi bagi pelanggan eceran Barry Berman (2001,264) menentukan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan suatu lokasi:
a. Jumlah dan Karakteristik Penduduk
b. Tingkat Persaingan
c. Akses Transformasi

d. Tersedianya tempat parkir
e. Lingkungan disekitar toko
f. Tersedianya tenaga kerja dan gedung
g. Peraturan yang berlaku

Melihat tingkat kepentingan suatu lokasi maka pedagang eceran harus melakukan analisa perdagangan untuk mengetahui area geografis lingkungan dimana akan menarik konsumen dan menguntungkan. Philipnb Kotler juga mengemukakan bahwa pedagang eceran dapat menilai efektifitas penjualan suatu toko dengan melihat 4 indikator yaitu:

a. Jumlah orang yang melewati toko setiap hari
b. Presentase yang masuk toko
c. Presentase yang masuk toko dan membeli
d. Nilai rata-rata yang dibelanjakan tiap penjualan
2.3.2. Prosedur Operasi
Prosedur operasi perusahaan meliputi segala aspek yang menyangkut
pengelolaan atas kelancaran kegiatan usaha dimana terdiri dari:
23
Organisasi personalia, dimana kegiatannya menitikberatkan pada

urusan rumah tangga perusahaan. Ruang lingkupnya mencangkup struktu organisasi, fungsi kerja,kebijakan, tanggung jawab serta wewenang.
Penanganan operasi, meliputi seluruh aktivitas operasi usaha
dilapangan, diantaranya adalah:

Alokasi ruang, ukuran dan bentuk toko
Pemberdayaan petugas
Pemeliharaan toko
Pengelolaan persediaan
Pelaksanaan keamanan
Penanganan krisis menajenem
2.3.3. Penyediaan Barang

Pengembangan dan implikasi dari penyediaan barang merupakan salah satu aspek yang mendukung bauran eceran yang dilakukan pedagang eceran. Untuk menjadi sukses, pedagang eceran harus memiliki kepedulian terhadap ketersediaan barang dan pelayanan ketika timbul permintaan barang dan dalam menjualnya. Definisi menurut Barry Berman (2001:432) mengenai penyediaan barang:

Merchandising consists of activities involved in acquiring particular goods and/or service and making them available at the place, times, and pricing and in the quantity that will enable a retailer to reach its goal.
24

Jadi kemampuan pedagang eceran dalam menyediakan barang atau jasa dan menempatkannya pada tempat, waktu dan harga yang tepat akan membantu pedagang eceran dalam mencapai tujuannya.
Proses penanganan barang dagangan yang di gambarkanBarry
Berman (2001:433) adalah:
Gambar 2.1
The merchandise buying and handling process
1. Establising a formal or
2. Outlining merchandising
informal buying
plans
4. Deteminiming
3. Gathering information
menchandise source
about costumer demand
5. Evaluating menchandise
6. Negotiating the purchase
8. Handling the purchase
7. Concluding the purchase
9. Recording menchandise
10. Re-evaluating on a
reguler basis
25
1. Menetapkan Organisasi Pembelian

Pedagang eceran dapat menentukan dan memilih organisasi pembelian yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan pedagang eceran. Bentuk dari organisasi pembelian dapat berupa:


Organisasi pembelian formal, bentuk organisasi ini ada apabila pembelian barang dipandang sebagi tugas retail yang jelas dan dibentuknya departemen yang terpisah dengan departemen lain, sehingga hampir semua fungsi mencari dan menyadiakan dagangan berada dalam tanggung jawab departemen ini.


Organisasi pembelian informal, pada organisasi ini pembelian tidak dipandang sebagai tugas retail yang jelas, sehingga tidak dibentuk departemen yang khusus menangani masalah pembelian ini. Personil yang sama menangani penyediaan barang dan funsi retail yang jelas lainnya, sehingga tanggung jawab dan keputusan tidak terlalu jelas. Organisasi informal umumnya diterapkan pada pedagang eceran kecil.

Pada pedagang eceran berskala besar organisasi pembelian tersebut dapat dijalankan secara sentralisasi atau desentralisasi. Pada organisasi pembelian yang tersentralisasi semua keputusan pembelian di putuskan oleh satu kantor. Dimana jika pedagang eceran mempunyai
26
B A B II
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document
Report this document?

Please tell us reason(s) for reporting this document

Spam or junk

Porn adult content

Hateful or offensive

If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these directions to submit a copyright infringement notice.

Cancel
This is a private document. Question_small
Info and Rating
Reads:
1,728
Uploaded:
11/06/2009
Category:
Uncategorized.
Rated:

lokasi kegiatan
kegiatan eceran
philip kotler
bab ii
usaha eceran
ii tentang
pengertian bauran
(more tags)
lokasi kegiatan
kegiatan eceran
philip kotler
bab ii
usaha eceran
ii tentang
pengertian bauran
jajaran
(fewer)
Follow
therizal
Sign Up for an Ad-Free Scribd

* Remove all ads.
Never see ads on Scribd again.

No Thanks
Share & Embed
Related Documents
PreviousNext

1.
24 p.
64 p.
1 p.
2.
1 p.
62 p.
3 p.
3.
6 p.
17 p.
11 p.
4.
1 p.
4 p.
28 p.
5.
3 p.
3 p.
25 p.
6.
153 p.
49 p.
3 p.
7.
19 p.
4 p.
2 p.

More from this user
PreviousNext

1.
11 p.
7 p.
17 p.
2.
8 p.
6 p.
31 p.
3.
17 p.
8 p.
7 p.
4.
27 p.
11 p.
11 p.
5.
6 p.
28 p.
7 p.
6.
9 p.
17 p.
19 p.
7.
13 p.
12 p.
14 p.
8.
13 p.
7 p.
6 p.
9.
11 p.

Recent Readcasters
Muhammad David Villa 'ian'
Thia Rosemary
Add a Comment
Spinner_trans_gray
Print this document
High Quality

Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
Icon_archives_35x35
Scribd Archive > Charge to your Mobile Phone Bill
Sign up

Use your Facebook login and see what your friends are reading and sharing.
Other login options
Login with FacebookSpinner_mac_white
Signup

I don't have a Facebook account
email address (required)
create username (required)
password (required)
Send me the Scribd Newsletter, and occasional account related communications.
Privacy policy Spinner_mac_white
You will receive email notifications regarding your account activity. You can manage these notifications in your account settings. We promise to respect your privacy.
Why Sign up?
Num_1 Discover and connect with people of similar interests.
Num_2 Publish your documents quickly and easily.
Num_3 Share your reading interests on Scribd and social sites.
Social-icons

Already have a Scribd account?
email address or username
password
Spinner_mac_white Trouble logging in?
Login Successful

Now bringing you back...

Spinner_large_mac_white

« Back to Login
Reset your password

Please enter your email address below to reset your password. We will send you an email with instructions on how to continue.

Email address:


You need to provide a login for this account as well.

Login:



Upload a Document

* About
* Press
* Blog
* Partners
* Branded Reader
* Web Stuff
* Scribd Store

* Support
* FAQ
* Developers / API
* Jobs
* Terms - General
* Copyright
* Privacy

* Follow Us!
* scribd.com/scribd
* twitter.com/scribd
* facebook.com/scribd

scribd. scribd. scribd.

0 komentar:

Mohon Klik Gambar Di bawah ini

Ringga Arie Suryadi. Diberdayakan oleh Blogger.