Klik Gambar

Kamis, 15 Desember 2011

Kisah ibu pertiwi dan malin kundang

Kisah ibu pertiwi dan malin kundang
Oleh :
Ringga Arie suryadi
Terseduh-seduh , marah , ngenes sekali rasanya ,itulah rasa yang ada dibenaknya saat ini. Mimpi yang menjadi kenyataan , malah membuatnya lupa ingatan akan segala hal termasuk ibunya ( baca : ibu pertiwi ) .salahkah beliau marah kepada si malin kundang dan dengan sengaja mengucapkan sumpah kepada anaknya. Sangat pantas saya rasa dan mungkin punishment itulah yang bisa membuat malin –malin ( pejabat durhaka) lainya jera. Flash back Si malin muda mempunyai mimpi mulia yang dengan semangat tinggi dan penuh daya juang untuk menggapainya Si malin berorasi , berkampanya , mempromosikan dirinya baik di media cetak , elektronik atau sekedar pamflet lusuh supaya kita tahu keberadaannya. Si malin bukan hanya berjanji pada ibunya untuk merubah Negara ini menjadi Negara madani ketika dia diberi andil.Dush ,, caranya berbicara , merayu , menggombal menunjukkan bahwa dia cinta mati dengan janjinya.Janji yang suci dan akan dicatat malaikat nantinya ternyata hanya menjadi janji kusam yang berserakan di rak yang sudah tidak digunakan atau sekedar di lihat saja empunya sudah tidak bergairah lagi.Ngenes lagi deh jadinya , tambah kita dan ibu pertiwi yang jadi korbannya.
Si ibu dengan teganya membuat anaknya menjadi batu karang. Itu bukan tega tapi tegas menurut saya , mungkin sudah jemu si ibu pertiwi melihat kelakuan anaknya. Si malin sekarang sudah kaya , pakai uang ibu pertiwi untuk foya –foya buat beli mobil dinas keren ( tidak mau kalah dengan milyader – milyader ) , jas impor , hobby maen golf , atau bahkan buat cari istri baru.Setelah berhasil memperdaya orang awan seperti kita , dengan beribu atau bahkan berjuta program basinya , durhakalah dia pada kita dan ibu pertiwinya. Sudah pantas dia di kutuk seperti itu karena nadzarnya yang menumpuk di tong sampah itu.Malaikat sudah lelah kali mencatat amal buruknya dan berfikir sudah waktunya untuk memghemat buku bukunya.Dan si malin meminta maaf pada ibunya ketika dia sadar dia sudah berubah . bukan jadi power rangers atau ultraman melainkan jadi batu. Memang penyesalan datang pada endingnya , dan ini jadi shock terapy buat calon malin – malin berikutnya agar insyaf dan tetap amanah pada ibu pertiwinya.
Apakah terlalu kasar penulis menyebutnya dengan nama lain malin kundang untuk mereka. Sebagai pemeluk agama yang baik , penulis hanya ingin mengingatkan saudaranya yang lain agar kembali ke trek yang lurus. Agar kelak nama mereka harum menjadi panutan pemuda kita bukan menjadi calon malin kundang berikutnya.
Biodata Penulis
Ringga Arie suryadi
ΓΌ Mahasiswa Universitas Bhayangkara Surabaya Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Semester 7,
 Akan Melanjutkan Program Dual Degree dari BPKLN Kemendiknas ke Rajamanggala University of Technology Thayanburi , Thailand.
Ringga.arie@yahoo.co.id
Nama : Ringga Arie Suryadi
Tempat / tanggal lahir : Surabaya , 10 Juni 1989
Alamat : Tambak Asri Seroja Melati 12 Morokrembangan , Krembangan ,Surabaya

Usia : 22 tahun
Email : ringga.arie@yahoo.co.id

0 komentar:

Mohon Klik Gambar Di bawah ini

Ringga Arie Suryadi. Diberdayakan oleh Blogger.