Klik Gambar

Jumat, 02 Desember 2011

Bakar Motivasi bukan Bakar Siswa



Bakar Motivasi bukan Bakar Siswa
Oleh :
Ringga Arie suryadi
Sungguh memalukan kejadian yang terjadi SDN Landungsari 2 , Kecamatan Dau , Kabupaten Malang. Dua orang murid berusia 10 tahun bernama Rafi Yudha dan Elga Nisawiaga oleh Kepala Sekolahnya Samsul dihukum hukuman bakar hanya dikarenakan tidak mengerjakan PR Bahasa Inggris. Ironis sekali masih ada cara kolot yang dilakukan oknum terpelajar terhadap muridnya. Ditengah Globalisasi ini seharusnya para pendidik diwajibkan untuk menciptakan Sumber daya manusia dengan menyiapkannya menjadi generasi yang handal. Memang berat beban yang dihadapi pendidik dewasa ini , tapi dengan ketulusannya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa semuanya akan teratasi dengan baik. Cara-cara Negatif dalam kegiatan belajar mengajar seharusnya sudah dibuang ke tong sampah. Dampaknya bukan hanya membuat kerugian secara fisik melainkan merugikan mental siswa. Oleh harian Surya diberitakan bahwa karena kejadian ini kedua murid sempat tidak mau sekolah karena trauma.
Pembentukan Karakter Penerus bangsa harus dibibit dari kecil. Ibarat Petani akan mendapatkan hasil panen yang baik jika mampu mengelola sawahnya dengan benar.. Guru yang dalam bahasa jawa diartikan digugu lan ditiru adalah yang diberi amanah untuk membangun pondasi yang kuat bagi pelajar dalam menghadapi globalisasi. Mendapat tugas yang super berat ini seharusnya bukan menjadi beban tetapi dianggap sebagai jalan mendapatkan pahala.Semakin laku ilmu bermanfaat yang mereka jual semakin kaya pula Negara ini karena mendapat para penerus bangsa yang berpotensi bagus.Dengan penerapan sistem pengajaran yang bagus diharapkan tidak salah para wali murid menitipkan anak tercintanya agar mendapat ilmu pengetahuan guna dapat meraih cita-cita di masa depannya
Bakar motivasi siswa bukan menghukum siswa dengan membakarnya. Rafi dan Elga seharusnya diberi motivasi tinggi sehingga dapat menjadi mengejar ketertinggalan. Pendidik yang juga orang tua kedua tentunya memiliki hati nurani untuk memberi shok terapi yang pas bagi mereka. Tidak sewenang wenang memberi punishment ( hukuman ) yang cenderung lebay dan bisa pula memakan korban jiwa. Kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk berpikir dingin dalam menyelesaikan masalah bukan dengan cara urakan seperti ini.Para pendidik seharusnya sibuk mempersiapkan bekal ilmu dan motivasi yang baik untuk mengantarkan para penerus bangsa ini meraih prestasi demi prestasi.
Menurut McCleland (1961) pada Davis, Newstorm, 1990:87 ,Motivasi adalah sikap yang mempengaruhi cara orang–orang memandang dan menjalani kehidupan mereka. Pentingnya motivasi dapat mengarahkan seseorang untuk meraih apa yang diinginkan. Begitu besarnya peran motivasi harusnya menjadi cermin pendidik untuk menjadikannya strategi primer dalam merancang sistem pendidikannya.Banyak cara memotivasi murid. Dengan berbagi pengalamanpun bisa membuat siswa termotivasi Yang terutama adalah menceritakan sisi positif yang dimiliki pendidik tersebut. Bukan malah melakukan kegiatan anarkis di lingkungan sekolah pencetak kaum terpelajar. Sekali lagi bakar motivasi bukan bakar siswa.

Biodata Penulis
Ringga Arie 
ΓΌ Mahasiswa Universitas Bhayangkara Surabaya Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Semester 7,

   Melanjutkan Program Dual Degree dari BPKLN Kemendiknas ke Rajamanggala University of Technology Thayanburi , Thailan
Ringga.arie@yahoo.co.id
Nama : Ringga Arie Suryadi
Tempat / tanggal lahir : Surabaya , 10 Juni 1989
Alamat : Tambak Asri Seroja Melati Surabaya

Usia : 22 tahun
Email : ringga.arie@yahoo.co.id

0 komentar:

Mohon Klik Gambar Di bawah ini

Ringga Arie Suryadi. Diberdayakan oleh Blogger.