Klik Gambar

Sabtu, 17 April 2010

metode penyusutan garis lurus lobster


Asumsi-asumsi dalam analisis finansial : (a) tingkat suku bunga (discount factor) yang digunakan adalah tingkat suku bunga pinjaman yang berlaku di lokasi penelitian sebesar 18% per tahun; (b) usia ekonomis (economic life) usaha penangkapan lobster ditetapkan selama 4 tahun, sedangkan usaha pembesaran lobster selama 5 tahun. Usia ekonomis tersebut ditentukan berdasarkan usia ekonomis tertinggi dari sarana atau peralatan yang digunakan, dengan ketentuan bahwa peralatan yang mempunyai usia ekonomis lebih pendek dilakukan penyesuaian dengan cara menghitung kebutuhan sarana atau alat tersebut agar usia ekonomis tertinggi dapat dicapai, salvage value tidak ada; (c) nilai penyusutan (depresiasi) didasarkan atas metode garis lurus (straight line balance method) dimana beban penyusutan diseragamkan per tahunnya dan (d) dalam penghitungan IRR diasumsikan bahwa setiap benefit netto tahunan secara otomatis ditanam kembali dalam tahun berikutnya dan memperoleh rate of return yang sama dengan investasi-investasi sebelumnya.
Biaya perawatan ditetapkan sebesar 5% dari total biaya investasi. Nilai depresiasi (penyusutan) ditentukan berdasarkan atas metode garis lurus (straight line balance method) dimana beban penyusutan dibagi secara merata (diseragamkan) per tahunnya selama usia ekonomisnya (Nikijuluw et al., 2000). Usia ekonomis (economic life) usaha penangkapan lobster ditetapkan selama 4 tahun, sedangkan usaha pembesaran lobster selama 5 tahun. Usia ekonomis tersebut ditentukan berdasarkan usia ekonomis tertinggi dari sarana atau peralatan yang digunakan dalam usaha penangkapan atau usaha pembesaran tersebut, dengan ketentuan bahwa peralatan yang mempunyai usia ekonomis lebih rendah harus dilakukan penyesuaian dengan cara menghitung kebutuhan sarana atau alat yang bersangkutan agar usia ekonomis tertinggi dapat tercapai. Dengan demikian salvage value dapat dianggap tidak ada. Bunga modal diperhitungkan berdasarkan bunga pinjaman yang berlaku di masyarakat pada tahun bersangkutan sebesar 18% per tahun. Tenaga kerja keluarga tidak diperhitungkan dalam analisis, karena akan merupakan pendapatan keluarga.
Usaha penangkapan akan berada pada posisi BEP atau keuntungan sama dengan nol, apabila menghasilkan lobster sebanyak 29,73 kg atau jika harga satuan lobster yang diterima nelayan mencapai Rp.100.891/kg. Sedangkan usaha pembesaran akan berada pada posisi BEP, apabila volume produksi mencapai 35,67 kg atau jika harga satuan yang diterima nelayan mencapai Rp.93.038/kg. Dengan demikian, usaha penangkapan maupun usaha pembesaran layak diusahakan, karena mampu menghasilkan lobster sebanyak 44,68 kg dan 61,67 kg dengan harga satuan yang diterima nelayan sebesar Rp.150.000,- per kg atau 33-42% di atas BEP.
Bagi usaha penangkapan dimana produksi sangat fluktuatif karena dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti musim, kondisi perairan, maka kriteria BEP produksi sangat berguna untuk menentukan apakah produksi yang dihasilkan berada pada kondisi menguntungan atau merugi. Dalam kondisi dimana harga pasar lobster yang sangat fluktuatif terutama karena dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dollar, maka harga BEP berguna untuk menentukan apakah tingkat harga pasar yang berlaku menguntungkan atau tidak, sehingga nelayan dapat mempertimbangkan apakah menjual produknya atau tidak.
Periode pengembalian modal (PBP) usaha penangkapan adalah 2,5 tahun atau lebih singkat dari usia ekonomisnya selama 4 tahun, sedangkan PBP usaha pembesaran adalah 1,5 tahun atau lebih singkat dari usia ekonomisnya selama 5 tahun. Hal ini berarti bahwa kedua usaha tersebut mampu mengembalikan modal investasinya sebelum usia ekonomisnya berakhir.

0 komentar:

Mohon Klik Gambar Di bawah ini

Ringga Arie Suryadi. Diberdayakan oleh Blogger.