Klik Gambar

Tampilkan postingan dengan label Kuliah di Thailand. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah di Thailand. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juli 2012

Pad thai Thailand, Ternyata Makanan Favorit Saya ini Terenak Nomer 5 di Dunia




Siang -siang gini paling enak bicara makanan. Isi perut pasti pada keroncongan. Yang kerja sudah waktunya istirahat, Yang kuliah refresh dulu untuk sekedar isi perut yang empty. Aku juga mau cari makan buat lunch nih sekalian full-in perut. Pilihan top yang saya share kali ini adalah makanan favorit saya yaitu Pad Thai.

Alasannya karena bahan - bahannya halal dan rasa kacangnya itu khas banget. Jadi sedikit lupa dengan rasa maknyus dari mie goreng di Indonesia.

Anda yang kurang begitu menggemari makanan Thailand pun pasti akan menyukai hidangan yang satu ini. Mirip dengan Bulgogi, makanan Korea yang menempati urutan ke-23, pad thai merupakan hidangan kaya nutrisi yang disatukan menjadi satu sajian mi goreng yang mewah. Rahasianya ada pada sausnya, yang merupakan adonan asam jawa.



Nih resep yang ku ambil dari blog sebelah


Resep Pad Thai asli dari Thailand dengan menggunakan bahan bahan yang bisa temukan di pasar tradisional.. rasanya ga kalah sama Pad Thai yang ada di restoran Thailand.

Bahan bahan untuk resep Pad Thai:

- 200 gr. Toge - 200 gr. Tahu - 3 butir telur - 80 gr kacang tanah kupas - 5-8 pcs udang yang sudah di bersihkan sisakan buntutnya - 70 gr. daun kucai - 3 siung bawang putih - 3 siung bawang merah - 1 buah jeruk nipis - 2 sdm ebi / udang rebung
- 2 sdm bubuk cabe (optional)






Sabtu, 19 Mei 2012

Meet and Greet Mahasiswa Ubhara di Thailand dengan Profesor Hamada dari Okyoto University of Technology



Mahasiswa Universitas Bhayangkara Surabaya peserta  program joint degree selalu memanfaatkan momen yang di gelar oleh Kampusnya. “Pengalaman sekecil apapun selalu menjadi pelajaran berharga” ujar Hendra Wijayanto mahasiswa program studi manajemen Ubhara. Dalam kesempatan penggelaran Wisuda Sarjana di Rajamangala University of Technology Tanyaburi Thailand (RMUTT) berdialog dengan para petinggi kampus setempat, bahkan para tamu dari negera lain termasuk dari negara matahari terbit Prof. Hamada dari Universitas Okyoto  Jepang (berdiri tengah).
Penggelaran wisuda dilaksanakan pada tanggal 23 sampai dengan 25 April 2012 yang lalu di kampus RMUTT. Para mahasiswa asing termasuk dari Ubhara Surabaya menjadi bagian dari undangan. Setelah lima bulan belajar di negeri Thailand mahasiswa Ubhara semakin menyatu dengan kehidupan kampus RMUTT termasuk budaya orang Thailand. Proses pembelajaran berjalan lancar bahkan para mahasiswa memperoleh pengetahuan dan pengalaman empiris yang mungkin tidak ditemui di Indonesia.
Keterlibatan mahasiswa Ubhara pada aktifitas akademik dan non akademik di kampus RMUTT cukup menonjol termasuk aktifitas pengenalan budaya Indonesia. Keberlanjutan kerjasama tersebut akan ditindaklanjuti, menurut rencana Mr. Somay salah satu petinggi RMUTT akan bertandang ke kampus Ubhara guna membicarakan keberlanjutan kerjasama antara kedua kampus. Sesuai penandatanganan MoU kerjasama tersebut akan memfokuskan pengiriman mahasiswa  Thailand ke Ubhara, aktifitas riset, penerbitan jurnal, seminar dan lain-lain. 

ESQ Pak Ary Ginanjar dan Preview Buku The Best Indonesia Business Way di KBRI Bangkok Thailand

            Tiba waktunya untuk share lagi hal hal positif yang saya dapatkan di sini. Kali ini bukan hanya mengenai liburan saya di suatu tempat yang indah di Thailand tetapi berkaitan langsung dengan bidang keilmuan saya . Saya beserta  kawan - kawan termasuk mahasiswa yang selalu aktif untuk berinteraksi dengan semua organisasi dan perkumpulan - perkumpulan di Thailand. Bersamaan dengan ini Masyarakat Muslim Indonesia di Thailand ( MMIT ) beserta Kedubes Indonesia di Bangkok mengadakan acara Workshop ESQ oleh Ary Ginanjar yang bertepatan pula dengan peringatan hari pendidikan indonesia yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2012 . Terima Kasih bagi bapak Lutfi Rauf , selaku Dubes Indonesia bagi kerajaan Thailand dan Bapak Prof. Didik Sulistyanto sebagai atase pendidikan dan kebudayaan ( Bapak Tercinta bagi Mahasiswa di Thailand ) sehingga acara ini dapat lancar tanpa terkendala apapun .Workshop ESQ ini diikuti 200 (dua ratus) orang yang terdiri dari 73 (tujuh puluh tiga)  mahasiswa/karyasiswa Indonesia se Thailand mulai dari Chiang Mai, Thailand Utara sampai Hat Yai, Ujung Selatan, Thailand, siswa-siswi SMP dan SMA Sekolah Indonesia Bangkok, Guru SIB, Home Staf dan Lokal Staf KBRI Bangkok, Masyarakat Muslim Indonesia Thailand (MMIT), Masyarakat Indonesia (MI), Darmawanita KBRI Bangkok serta warga Thailand.

           Saya akan membahas sekilas mengenai Buku The Best Indonesia Business Way. Dituturkan oleh Bapak I Made Dana MT selaku penulis buku tersebut adalah bagaimana cara penerapan sistem bisnis yang sesuai dengan budaya dan regulasi di Indonesia , Masalah yang mendasari ide kreatif ini adalah banyak penerapan bisnis yang mencontoh konsep dari Amerika ataupun Jepang yang secara konsep dan sasaran sangat berbeda dan tidak cocok jika di terapkan bagi dunia bisnis di Indonesia , Oleh karena itulah dengan konsep ACA Made juga mengusulkan ACA yang mudah diingat karena terdengar seperti bahasa India. A itu dari Awareness. Kesadaran kita mau menjadi apa pada 5, 10, atau 20 tahun ke depan? Seperti yang sudah dilakukan Thailand dengan penyiapan dan pewujudan infrastruktur sehingga sekarang jauh lebih maju. Apakah kita mau menjadikan setiap individu orang Indonesia itu ibarat lampu yang pijarnya hanya 5 Watt, 50 Watt, atau 100 Watt. Kita bersyukur sekarang  di Indonesia ada ESQ yang dibuat oleh Ary Ginanjar untuk membina SDM kita.C dari Competency. Kalau hati sudah terang, kompetensi tinggal diisikan ke dalamnya, apakah mau menjadi ahli pertanian, bank, pabrik, dll. A yang terakhir singkatan dari Atmosphere. Merupakan lingkungan kerja yang harus diciptakan supaya nyaman, aman, memenuhi standar.

            Uraian dalam buku ini menekankan kembali pentingnya siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action). Kenyataannya di Indonesia orang sudah baru pandai membuat Plan, paling jauh sampai Do. Namun masih sering tidak dilakukan Check dengan mengevaluasi apa2 yang sudah dilakukan dan Action, melakukan tindakan2 koreksi atas hasil evaluasi tadi. Itu yang membedakan dengan bisnis/industri maju. Siklus PDCA tersebut ditambahkan dengan aspek spiritualitas dari ESQ.Didasari oleh keinginan ikhlas serta berjuang demi kemajuan bangsa itulah, konsep yang benar - benar cocok dengan Indonesia harus tepat di lakukan . Ibarat obat yang diberikan oleh dokter kepada pasien harus sesuai dengan keadaan pasien , dan setiap pasien yang menderita penyakit berbeda , berbeda pula penanganannya . Itulah sekilas penjelasan dari saya mengenai buku yang tercipta berdasarkan pengalaman dari Bapak Made Dana Tangkas  yang telah berpengalaman sebagai manajemen puncak di perusahaan Toyota ini. Semoga dapat menambah kasanah kita mengenai manajemen.







Foto Kami Mahasiswa Ubhara di Seminar ESQ di Kedubes RI di Bangkok










Foto Para Peserta


 
 
View Chatuchak Weekend Market in a larger map
 
Semoga semua ini dapat menginspirasi kita semua untuk memajukan bangsa Indonesia tercinta dengan hal terbaik yang kita bisa dalam bidang yang kita kuasai dan geluti . Maju Pemuda Indonesia buktikan kita bisa.....See You ( Je Gan Mai ).


Rabu, 11 April 2012

Cerita Magang di Kampus Luar Negeri AIT Thailand, antara Bosan dan Mengasikkan

Hari ini tak ada kerjaan. Biasanya sih fotocopy, scan, delivery form, ke sana ke sini. Gak jelas, bingung mesti ngapain. Cerita dari teman teman mahasiswa Indonesia dan Thailand sendiri memang untuk Trainee (Anak Anak magang) di Kampus AIT Thailand ini awalnya kurang diberi kepercayaan lebih, karena masih di pandang sebelah mata. Pokoknya ojok di pandang tanpa mata (maksudku merem hehehe. Gak keliatan lak an). Awalnya sih bete. Tapi tetap harus di ambil hikmahnya, disini tempat yang tepat dimana saya bisa Practice EnglishSisi positifnya lagi bisa dapat banyak temen dari arab sampe prancis (Sudah berubah dari awal yang hanya punya relasi teman teman dari sabang sampai merauke saja). 

Hingga suatu ketika titik terang terlihat, pertemuan dengan Ibu Wannapa (salah satu karyawan senior) membuatku sedikit termotivasi, beliau memberikan kesempatan dengan mengajakku join ke meeting. Walaupun awalnya agak bingung meski ngapain, cuman bisa liat mereka berdiskusi menggunakan bahasa inggris. Tapi aku tetap senang sekali, dapat merasakan ikut rapat yang dihadiri Para Petinggi yang ada di AIT Thailand. Kapan lagi bisa dapat kesempatan langkah join dengan Orang Bule membahas masalah penting di AIT Thailand walaupun hanya bisa mendengarkan mereka berbicara. 

Sempat kaget juga, Ibu Wannapa menyarankan padaku  untuk apply form untuk ikut scholarship di AIT Thailand, tepatnya beasiswa dari Raja dan Ratu Thailand. Dengan terpaksa aku menjawab masih belum bisa, dua hal yang mendasari keputusanku adalah saat itu aku belum lulus (magang), ada perbedaan semester di Thailand dan Indonesia, bila  di Thailand semester genap, sebaliknya di indonesia semester ganjil. Alasan yang kedua adalah untuk biaya hidup, darimana aku mendapatnya ? (Tanda tanya besar). Okelah aku tinggalkan sejenak mimpiku kuliah S2 di Luar negeri. Kalau memang rezeki pasti akan ku dapat juga, mungkin di lain waktu (Aminku dalam hati).

Salah satu hal yang mengasikkan saat Magang di Kampus AIT Thailand adalah lucu lucu orangnya, Ada salah satu atasanku Mr Olivier Drean (Panggil : OLivee - dari aksent bahasa prancis), Beliau ketua bidang kerjasama prancis selalu menyapaku dengan bahasa Indonya yang ke prancis prancisan itu. "Ring, Apa Kabar ?" , "Baik " Jawabku. Heran juga ada orang asing yang mau belajar bahasa indonesia tercinta, sedangkan banyak orang indonesia sendiri sudah melupakannya. So itulah hidup, selalu misterius. Ada juga Pak Sayan, si penjaga mesin fotokopi yang ramah, selalu tersenyum dan bercanda di depanku. Di sini juga ada Miss Lucena dan Caroll yang asal Filipina, selalu sabar mengajarkan dan mengoreksi pengucapanku. Miss Lucena selalu memotivasiku, dia selalu bilang bahasa Inggrisku seperti orang Thai, aku pribadi menerima itu dan justru memotivasi diri untuk belajar lagi. Dia yang mengajariku setting ruang meeting, ikut Exhibition (Semacam Expo Education). Dia juga mengajakku keliling area expo sambil berbincang -bincang kemudian dia bertanya, "are you interest for  join with university in these ? " . Saya menjawab " iya, tapi mungkin lain kali . Because I must work for help my mom. ". Ya itulah keadaan sebenarnya, Aku tidak bisa merubah situasi.
          
Saat mengikuti Education EXPO di Siam Square Mall Thailand, aku juga berkeliling melihat showroom dari universitas-universitas luar negeri lainnya. Ada Kampus dari China, United Kingdom, Canada, Germany dan Thailand. Tapi justru mataku menatap tajam ke area Malaysia education. Lalu kudatangi tempat itu, berbicara dengan Malaysia Staff menggunakan bahasa campur-campur inggris dan melayu. So Amazing melihat Stand Expo Universitas dari Malaysia ini, aku membayangkan kemudahan-kemudahan jika kuliah disana. Apalagi dengan bahasa ibu yang sama, Melayu language dan kultur penduduk yang mayoritas  muslim membuat aku makin tertarik. Sekedar bermimpi saja mungkin InsyaAllah Malaysia jadi jalanku ke depannya (sambil berharap kepada Allah). 

Jujur saja untuk berkuliah di Thailand susah susah gampang, terlebih utamanya masalah makanan haram (Pork - Babi), sedikit sekali tempat yang menyediakan Halal Food, selain itu banyak anjing-anjing yang berkeliaran setia mengantarkan perjalanan kami di Phontisan (nama Pasar dekat kampus kami) juga membuat risih. Salah satu faktor lainnya kebanyakan Orang Thailand yang kurang bisa berkomunikasi dengan kami, menjadi hambatan terbesar lainnya (Salah sendiri tidak bisa Bahasa Thai  - ucapku dalam hati Hehehe). So Melanjutkan Kuliah di Malaysia yang jadi sasaranku pada waktu itu. My Suay (Mia , setuju gak ?) 

Terima Kasih buat semua cerita yang diberikan kepada Saya saat Magang di AIT Thailand. 
I cannot forget this amazing moment.
Bye Bye from Mr. Ring.


Saya (tengah baju hitam) dengan teman-teman dan Presiden kampus AIT Thailand


Taman Depan Kampus AIT Thailand


Pintu Masuk Kampus AIT Thailand

Mahasiswa S2 Asal Benua Arab biasanya kami sering bertemu di Masjid AIT

Ternyata banyak juga Mahasiswa Indonesia di Kampus AIT Thailand

Kantin Utama dengan berbagai macam pengunjung dari berbagai negara


Kolam Dekat Warung Makan Murah

Kalau Mau Hemat Makannya di Warung ini

Mess Mahasiswa di Kampus AIT Thailand Pasca Banjir

Perpustakaan di Kampus AIT Thailand Pasca Banjir


Ruang Kerja Saya


Saya dan Bendera Kebanggaan AIT Thailand


Ini dia Stand Education Expo di Mall Siam Square Thailand

Meski mata lagi sakit bengkak harus tetap eksis


Tim Marketing sedang menjelaskan tentang Kampus AIT Thailand ke pengunjung Expo

Brosur dan Marketing Kits AIT Thailand




View Chatuchak Weekend Market in a larger map

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?
Info detail hubungi WA 085852316552
Ringga Arie Suryadi. Diberdayakan oleh Blogger.