Klik Gambar

Minggu, 06 Desember 2009

Roger Milla Dukung Penuh Indonesia

Roger Milla Dukung Penuh Indonesia

asmilla.jpg
Tak salah kalau PSSI sejak awal sudah menunjuk Roger Milla sebagai Duta Bidding Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Sebab, sebelum gantung sepatu, bintang legendaris sepakbola Kamerun dan Afrika itu pernah bermain empat musim di kompetisi Liga Indonesia di bawah naungan klub Pelita Jaya dan Putra Samarinda.
Lebih dari itu, Milla adalah juga Duta Afrika dan diundang khusus oleh FIFA dalam acara Final Draw Piala Dunia 2010 Afsel di Cape Town, Afrika Selatan, beberapa hari lalu. Dalam acara yang disiarkan langsung ke lebih dari 200 negara itu, Milla mendapat kehormatan pembawa acara yang menyebut namanya dan memintanya berdiri di hadapan ribuan undangan dan wartawan internasional.
Sayang, Milla tidak hadir dalam kegiatan FIFA Media Expo yang digelar pagi hingga siang hari menjelang acara Final Draw karena harus mengikuti kegiatan FIFA yang lain. Meski begitu, sang bintang tetap antusias memberikan dukungan terhadap pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Ditemui sehari menjelang Final Draw, Milla
Berikut petikan komentar Milla saat ditemui wartawan situs resmi PSSI, sehari menjelang Final Draw Piala Dunia 2010.
Hai Roger, apa khabar? Masih ingat saya?
Hai, saya ingat baik Anda. Apa khabar?
Baik. Saya anggota delegasi Indonesia untuk Bidding Piala Dunia 2022.
Ya ya … saya sudah mendapat surat penunjukan dari PSSI untuk menjadi duta Bidding. Saya sudah menerima beberapa dokumen dari Sekretariat Komite Bidding.
Apakah Anda bisa hadir dalam acara FIFA Media Expo besok?
Maaf, saya tidak bias hadir karena harus mengikuti beberapa kegiatan FIFA yang lain.
Tapi, Anda sendiri tetap siap menjadi duta bidding Indonesia.
Oh iya, tentu tentu. Saya sangat mencintai Indonesia.
Komentar Anda tentang keikutsertaan Indonesia dalam bidding ini?
Saya sempat terkejut ketika teman saya di Indonesia, Onana Jules, menghubungi saya atas permintaan PSSI agar menjadi duta bidding Indonesia. Itu sungguh sebuah rencana besar, bukan hanya bagi sepakbola Indonesia tapi juga Negara Indonesia.
Mengapa terkejut?
Saya tahu persis Indonesia. Masyarakatnya sangat mencintai sepakbola. Negaranya indah. Tapi, tidak pernah terbayangkan bagi saya bahwa PSSI berani maju mencalonkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia.
Mengapa Anda kemudian mau menjadi duta Indonesia?
Ya, waktu empat tahun bermain di Liga Indonesia lebih dari cukup untuk mengenal Indonesia secara mendalam. Itu fakta bahwa karir sepakbola saya berakhir di Indonesia. Saya tak mungkin melupakan Indonesia.
Faktor lain?
Indonesia memiliki peluang untuk terpilih karena punya modal. Indonesia Negara sangat besar. Masyarakatnya mencintai sepakbola dan banyak pemain berbakat di sana. Kompetisinya juga berjalan baik, meski mutunya harus terus ditingkatkan.
Apa saran Anda agar Indonesia bias terpilih sebagai tuan rumah?
Ini kerja besar yang menuntut kerja keras semua pihak. PSSI, klub, pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan-perusahaan, dan masyarakat. Untuk bias menang dalam persaingan, Komite Bidding Indonesia harus bekerja dalam organisasi yang baik dan profesional.
Anda yakin, Indonesia bisa bersaing ketat dengan Negara-negara lain yang tergolong Negara maju?
Saya yakin asalkan kerja keras. Sekali lagi ini pekerjaan Bangsa Indonesia. Bukan kerja PSSI saja. Jangan berkecil hati. Indonesia Negara besar. Maju terus dengan keyakinan besar.
Baik Roger. Terima kasih. Semoga Anda selalu baik-baik saja. Sampai jumpa.
Ya ok, selamat berjuang. Saya selalu siap membantu.

0 komentar:

Mohon Klik Gambar Di bawah ini

Ringga Arie Suryadi. Diberdayakan oleh Blogger.